"Jadi, dia sungguh membutuhkan donor jantung bukan?" Tanya Taehyung.
Woosung mengangguk pelan. Masih mengerutkan dahinya heran. Menatap Taehyung penuh tilikan menyelidik maksud tersembunyi.
"Aku akan membantumu." Ucap Taehyung.
"Siapa dirimu sebenarnya?" Tanya Woosung, bingung.
Pasalnya pria itu langsung menemuinya dengan menodong segala macam pertanyaan tentang Jaehyun yang sedang sakit keras.
Bagaimana tidak bingung? Itu sangat aneh.
Membuka mantelnya sedikit untuk mengambil kartu nama dari dalam saku mantel tersebut. Taehyung memberikannya pada Woosung.
"Kau CEO tempat anakku, Rosé bekerja?" Tanya Woosung, terkejut.
Taehyung hanya mengangguk kecil. Tanpa tersenyum, ia sudah tak sanggup mengangkat sudut bibirnya untuk membuat simpul senyum tipis.
"Tolong berhenti bertanya dan dengarkan aku berbicara sekarang." Ucap Taehyung dengan tegas.
"Aku akan membantumu. Dan, kabar baiknya aku sudah menemukan pendonor jantung itu untuk anakmu Jaehyun."
Woosung berbinar. Mengambil tangan Taehyung dengan gemetar. Ia terus mengucapkan kalimat terima kasih tanpa putus.
"Tapi, semua itu ada syaratnya." Taehyung memotong.
Woosung terdiam. Menatap dalam kedua mata Taehyung, ia mengangguk cepat menyetujui syarat Taehyung tanpa mendengar penjelasan pria itu terlebih dahulu.
"Dengarkan aku baik-baik." Kata Taehyung. "Tolong rahasiakan ini semua dari kedua anakmu tersebut."
"Dan yang terakhir." Taehyung terdiam sejenak. Menarik nafas dalam, untuk mengambil keputusan akhirnya yang menyakitkan.
"Jaga Jisoo dengan baik. Kau bilang akan menjadikannya menantu keluargamu bukan?"
Woosung mengangguk menanggapi ucapan Taehyung tersebut.
"Maka, tolong perlakukan dia seperti anakmu sendiri." Gumam Taehyung, yang dibalas dengan anggukan cepat Woosung.
Selesai mengucapkan itu, Taehyung mulai menarik sudut bibirnya singkat. Senyum getir yang penuh kemirisan itu tertampilkan.
Membuat Woosung, menyorot penuh tatapannya. Mengintimadasi gerak-gerik Taehyung yang mengganjal.
"Siapa pendonor jantung anakku itu? Bisakah aku menemuinya terlebih dahulu?"
"Kau sudah menemuinya. Dia ada di hadapanmu sekarang."
***
Selesai bertemu dengan Woosung, Taehyung menepikan mobilnya di kios pinggiran jalan penjual bolu coklat.
Selesai membeli makanan tersebut. Taehyung kembali menjalankan mobilnya pergi menuju rumah sakit, tempat Jisoo berada kini.
Bergegas dengan langkah cepat. Ia berjalan menuju ruang ICU.
Jaemin menunggu di luar. Masih dengan seragam sekolahnya yang melekat sempurna, ia terduduk diam.
"Jaemin." Panggil Taehyung.
Yang dipanggil menghampiri. Berjalan mendekati Taehyung, pemuda itu menyambut kedatangan Taehyung.
"Untuk mengisi perutmu." Ucap Taehyung memberi salah satu kantong makanan yang dirinya bawa.
Laki-laki itu membeli sekotak nasi hangat dengan lauk kesukaan Jaemin, saat dirinya di restoran bersama Woosung tadi.
Tersenyum simpul. Jaemin menerima kotak makanan tersebut dari uluran tangan Taehyung.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR PROMISE
Fanfiction[M] ⚠️ | Fanfiction • Angst story Janji. Apa yang kalian ketahui tentang Janji? Sebuah ucapan sumpah yang harus ditepati. Itulah definisi janji menurut Kim Jisoo. Wanita tersebut saat ini memiliki mimpi sederhana. Impiannya sekarang ialah, menikah...
