Lisa menyusun rapi makanan yang tadi ia bawa dari kantor—pemberian Taehyung itu di atas meja makan.
Tak lama, Jisoo keluar dengan binar penuh kebahagian dan senyum yang terus terukir lebar. Sungguh—baru kali ini Lisa melihat sahabatnya itu kembali tersenyum setelah beberapa minggu terakhir Jisoo selalu muram.
Menampilkan deretan giginya yang putih bersih, Jisoo mulai menarik kursi makan untuknya duduk. Kemudian menompangkan dagunya menggunakan kedua tangan, ia menatap lekat manik netra Lisa.
Membuat yang ditatap diselimuti rasa tidak enak hati karena banyaknya kebohongan yang ia tutupi selama ini. Dengan decakan kecil Lisa mulai memberanikan diri menatap Jisoo.
"Ada apa?" Tanya Lisa.
Jisoo hanya menggeleng pelan, tak lama terkekeh kecil sambil mencengkeram erat pergelangan tangan Lisa, ia bersuara.
"Kau masih ingin menginap di rumahku?"
Memutar bola matanya malas, Lisa mencoba menetralkan degup jantungnya yang berpacu cepat.
"I-iya."
"Pulanglah Lisa, kembalilah ke apartemenmu. Sekarang aku sudah tidak akan sendirian lagi, ada tunanganku yang akan menemaniku."
"T-tunangan? J-jaehyun maksudmu?"
Jisoo mengangguk cepat, wanita itu kemudian mulai melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Lisa untuk membantu menyiapkan makan malam.
Menelan salivanya susah payah, Lisa mendekat. "A-apa malam ini kau akan mengusirku?"
Tertawa rendah, Jisoo menjawab. "Tidak, aku tidak mengusirmu. Hanya saja—"
Belum selesai Jisoo berucap, sosok Jaehyun mulai keluar dari kamar. Dengan rambutnya yang setengah basah, Jisoo yakin laki-laki itu baru saja selesai mandi.
Bersama langkah manja, Jisoo mendekat. Merangkul Jaehyun, yang diterima dengan seulas senyum manis sepasang lesung pipi oleh sang kekasih.
"Jaehyun, kenalkan ini Lisa sahabatku di kantor." Jaehyun hanya tersenyum tipis, kemudian mengulurkan tangannya yang langsung dijabat dengan baik oleh Lisa.
Mereka saling mengenalkan diri secara singkat, membuat Jisoo tersenyum simpul dilanjutkan dengan mengajak Jaehyun untuk bergabung makan malam.
"A-aku tidak makan, sekarang waktunya kau yang makan." Ucap Jisoo, seolah paham apa yang dipikirkan Jaehyun pada dirinya.
"Kau tidak makan Jisoo? I-ini makanan—"
"Tenanglah ada Jaehyun yang akan memakannya, aku sudah makan tadi. Jaehyun membuatkanku gimbap." Potong Jisoo, demi memperjelas alasannya menolak makanan Lisa.
Wanita itu kemudian mulai mengaduk teratur semangkok bibimbap yang Lisa bawa untuk ia beri pada Jaehyun.
"Kau sungguh tidak ingin makan lagi?" Tanya Jaehyun yang langsung dibalas dengan gelengan cepat Jisoo.
"Aku kenyang, gimbapmu sudah membuat perutku penuh hari ini. Terima kasih." Ungkap Jisoo membuat Jaehyun tersenyum tipis seraya mengusap lembut pucuk kepala Jisoo.
Lisa berdeham singkat—hei, pasangan itu membuat dirinya jadi ingin tenggelam. Kalau saja ada lubang di bawah kaki Lisa, gadis itu lebih memilih untuk melompat ke dalam lubang itu dibanding harus menjadi nyamuk diantara pasangan romantis ini.
Membiarkan Jaehyun makan, Jisoo lantas menatap teduh Lisa yang duduk di depannya.
"Besok aku akan mulai bekerja." Ucap Jisoo disela-sela keheningan, sampai menarik atensi dua orang yang sedang makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOUR PROMISE
Fanfiction[M] ⚠️ | Fanfiction • Angst story Janji. Apa yang kalian ketahui tentang Janji? Sebuah ucapan sumpah yang harus ditepati. Itulah definisi janji menurut Kim Jisoo. Wanita tersebut saat ini memiliki mimpi sederhana. Impiannya sekarang ialah, menikah...
