Talk About Memories

38 5 2
                                        

"Ahh my old friend." Taecyeon menyambut Tuan Campbell, seperti mereka teman lama yang baru bertemu kembali. Tuan Campbell hanya tersenyum kepada Clo dan ikut masuk ke dalam mansion.

Clo bergegas berjalan menghampiri Luke, "apa yang kamu lakukan di sini?"

Luke yang diserang pertanyaan mendadak oleh Clo, mengernyitkan dahinya. Ia sama bingungnya melihat Clo berada satu tempat dengannya. "Kamu tidak memberitahuku, kenapa kamu juga ada di sini?"

"Go home Luke, Go!!" Clo yang terserang panik mendorong-dorong badan Luke agar menjauhi pintu masuk mansion.

"Clo tenanglah, apa yang terjadi?" Luke menghentikan dorongan Clo ke tubuhnya.

"I fucked up Luke, ini semua jebakan. Suruh ayahmu pulang kembali ke Amerika sekarang." Deru napas Clo yang memburu, membuat Luke sadar ada yang salah.

"Hey, hey lihat aku Clo." Luke memegang kedua bahu Clo, memaksa Clo menghentikan kepanikannya, "apa yang terjadi? Jangan bohong padaku."

Clo menarik Luke menjauh dari semua telinga yang bisa mendengar. Menurut pandangan Junho, dua manusia bersahabat itu membicarakan hal yang akan terjadi berikutnya pada hari ini. Clo mondar-mandir di depan Luke, wajah dingin dan sombong Clo luntur digantikan dengan ketakutan serta cemas. Rambutnya berantakan, rasa bersalah mendominasi semua perasaannya.

Luke diam seribu bahasa mendengarkan semua perkataan Clo. Baginya ini lebih buruk dibandingkan harus berperang di medan perang. Clo berdiri di depan Luke dan bertanya apa kepentingan mereka sampai harus datang ke Korea. Luke hanya tahu, ayahnya dipanggil oleh Taecyeon perihal data rahasia. Informasi yang dibutuhkan Tuan Campbell sejak lama dan ini adalah salah satu jalan untuk menyingkirkan Tuan Wright dari jabatannya sebagai komandan militer. Luke diminta untuk menemani ayahnya ke Korea.

"My dad only knew that bastard as a businessman." Clo merosot, berjongkok di depan Luke.

"You didn't tell your dad about Taecyeon?"

"How come? I just knew it like a minute ago, Taecyeon is the businessman that my dad meet." Luke sama gusarnya dengan Clo tapi Luke lebih tidak tega dengan Clo, ia tarik badan Clo ke atas dan memeluknya. Janjinya pada Bum, masih harus ia tepati.

"I...can't Luke...I can't lose my family again." Clo menyerah, di dalam pelukan Luke ia luapkan tangisannya, "tidak setelah Meghan dan Bum, apa yang harus kita lakukan? Apa perasaan ibumu kalau tahu ayahmu akan mati?"

"I'll talk to my dad, you come with us back to the US, get it?" Luke mengelus punggung Clo, "damn Clo, aku berharap misi terakhir mematikan kita semua. Setidaknya aku bahagia bersama Meghan dan kamu membangun keluarga kecilmu bersama Bum di surga." Clo tertawa kecil mendengar celetukan Luke. Berandai-andai mereka semua benar-benar meninggalkan dunia keji ini.

"Yeah, we can see Samantha and Idris's wed in the afterlife." Harusnya Clo sadar, ia lebih baik pulang dari bulan-bulan lalu sebelum semua masalah terjadi.

"That's the man who loves you?" Luke melihat Junho yang menatap ke arah Clo dan Luke dengan tatapan tidak suka. Setelah Junho tahu, bagaimana hubungan Clo dan Luke dulu, jelas ada perasaan kesal. Clo bisa mencurahkan perasaannya di pelukan Luke bukan dengan dirinya.

"Shut up Luke!" Clo melepaskan pelukan Luke dan melihat Junho. Masih ada satu rahasia yang belum Clo beritahu kepada Luke.

"Dia tahu kamu mantanku?"

"Sejak kapan kita menjadi sepasang kekasih?" Clo mengalihkan pandangannya dari Junho ke Luke.

"Haaa even for a month," Luke menurunkan badannya agar sejajar dengan Clo dan mendekatkan wajahnya ke telinga Clo, "and don't forget the wet bed caused by our sweat, should I sing like a virgin?"

Blood Shot 21+Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang