Gak Vote jgn scroll!!
Happy Reading!!
•
•
Re dan Chloe memasuki sebuah ruangan yang ada diruangan sistem komputer tadi.
Re menempelkan ibu jarinya pada sebuah sensor untuk membuka pintu.
Setelah nya, mereka masuk dan pemandangan menyebalkan menyambut mata keduanya. Kompak Re dan Chloe memutar bola mata malas.
"Tahan Tuan Agarish, kau akan menodai mata suciku." Celetuk Re dengan suara datar membuat Agarish melepas pangutan bibir Bianca-- istrinya.
"Ck, pengganggu." Decak Agarish menatap tajam kedua anaknya itu.
Bianca terkekeh kemudian menghampiri Re dan Chloe yang masih berdiri di dekat pintu.
"Anak-anak nakal, aku merindukan kalian." Ungkap Bianca memeluk keduanya.
Agarish memutar bola mata malas. Sifat lebay keluarga Archandra memang melekat pada Bianca yang dewasa.
"Aku memang pembawa virus kerinduan," Balas Chloe terkekeh geli.
Re mengecup pipi Bianca dengan sayang, matanya menatap remeh Agarish yang melotot di belakang Bianca.
"I miss you Bunda," Ucap Re mengejek Ayahnya karena berhasil mencuri kecupan di pipi ibunya.
"Shit, anak sialan," Decak Agarish berjalan menghampiri ketiganya. Dengan posesif, Aga merangkul pinggang Bia dihadapan Re. Memberi penegasan bahwa Bia adalah miliknya. Milik Aga.
"She's mine," Desis Agarish menyeramkan.
Re menaikan alisnya, "And She's my Mom," Balas Re dengan aksen deep nya--tak kalah mengerikan.
Bianca memijit kepalanya, Ayah dan anak ini benar-benar tidak waras. Bagaimana dirinya bersatu dengan mereka yang gila? Oh tidak, semua manusia di ruangan itu memang gila.
"Ayo Aunty, berurusan dengan dua pria gila, akan membuat kita cepat keriput." Chloe menarik Bia menuju meja yang penuh dengan berbagai macam senjata api.
Re dan Aga mengikuti kedua wanita itu dengan saling melayangkan tatapan sinis. Keempat nya kini berdiri mengitari meja itu. Tangan Re terulur mengambil sebuah pistol berwarna hitam gelap yang menarik perhatiannya.
"Ini beberapa senjata yang berhasil ku selundupkan kemarin," Chloe meraba senjata-senjata itu dengan sentuhan sensual dari jemari lentiknya.
"Dan yang terbaik," Lanjutnya mengambil pistol berwarna gold kemudian mengarahkan nya pada sebuah vas kecil dipojok ruangan.
Dor
Ctar!!
Hancur.
Re mengangguk, mengakui kecepatan peluru yang melesat dari pistol tadi. Tapi yang menarik minatnya adalah senjata yang dipegangnya.
Matanya menelusuri senjata yang menurutnya cantik, "Mine." Gumamnya kemudian menyimpan pistol itu di meja.
"Senjata api tidak menarik." Komentar Agarish menatap malas senjata-senjata itu. Baginya pisau adalah yang terbaik. Berbagai sajam ia koleksi. Bahkan pisaunya sedari dulu tidak pernah lepas dari tubuhnya.
"Setuju." Chloe membenarkan persepsi Om nya itu.
"Pisau lebih menantang."
Agarish dan Chloe bertos ria. Selera keduanya memang sama. Mencintai sanjata tajam, apalagi jika berlumuran darah segar. Sensasi dan adrenalin terpenuhi menjadi candu yang menggetarkan hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
REIZO
Teen Fiction[Sequel Agarish] #Pegasus II Permainan dan rahasia selalu ada. Jangan sampai terjebak. ____ Al Reizo Dean Peterson. Terlahir di 2 keluarga tersohor, ditambah gelar ketua Pegasus, membuat Re hidup bak pangeran kerajaan. Lalu bagaimana jadinya laki...
