REIZO 24

5.6K 409 87
                                        

Happy Reading!!

Gabriel berjalan perlahan menuju ruang kepala sekolah. Di gedung utama ini, ruang kepsek terdapat di lantai 3 bersama ruang rapat, beberapa Lap dan ruang yang Gabriel tidak ketahui.

Gadis yang tengah mengunyah permen karet dengan topi hitam yang menutupi sebagian wajahnya itu menoleh kesekitar--melihat situasi, sebelum membuka pintu berwarna coklat di depannya.

'Ruang kepala Sekolah'

Nama itu terlihat jelas di pintu kayu itu.

"Aman gak?" El berbicara dari airpods yang tersembunyi dibalik rambut panjangnya.

"Beres." Balas Altair--Kaki tangan Chloe di THA.

El nenatap ruangan sunyi ini dengan mata tajamnya. Setelah mengamati ruangan ini pada saat dirinya dan Inti Pegasus mendapat kasus Tawuran kemarin, kini dia dengan mudah dapat memasuki ruangan ini.

"Dimana si tua bangka itu?" Tanya El pada Altair dengan kaki melangkah dengan pasti menuju meja kerja milik Pak Dunan, selaku kepala sekolah di IHS.

Altair yang berada di dalam mobil El, tepatnya di Parkiran IHS yang ramai itu, tengah mengecek retasan CCTV sekolah di dua laptop berbeda.

Laptop pertama menampakkan CCTV seluruh gedung Utama untuk memastikan keamanan El yang tengah menyelinap memasuki ruang Kepsek tanpa izin, dan yang lainnya adalah gabungan dari CCTV di luar area, dimana Kepsek tengah menyambut tamu-tamu sekolah dan CCTV Rooftop IPA yang menampakkan kejadian Kei dan yang lainnya.

Altair mengelus dagunya, dengan mata menatap Kepsek yang duduk bersama petinggi dan guru-guru, tengah menyaksikan acara pensi di panggung utama.

"Aman. Masih bacot." Ucapnya membalas El dari Earpods yang terpasang di telinga kirinya.

Sementara El saat ini tengah fokus menggeledah meja kerja kepala sekolah.

Di atas meja hanya ada beberapa berkas tentang ujian-ujian dan yang lainnya yang menurutnya tidak penting.

"Ck, mana sih." Decaknya mulai kesal. Permen karet dimulut nya sudah tidak manis lagi.

"Jangan berpusat dimana dia selalu menjaga tempat itu, El."

El terdiam mendengar ucapan Altair. Benar! Rahasia tidak di dapati dimana tempat orang itu selalu berpijak.

Mata tajam berwarna hazel milik gadis itu menatap ruangan ini sekali lagi dengan teliti. Mencari sesuatu yang janggal yang ada diruangan ini.

"Rak buku?" El melangkah mendekati rak buku yang berada di dinding depan sofa.

"Ada ruang rahasia gak di sekolah ini?" Tanya El pada Altair.

Pasalnya tak sedikit orang yang mempunyai ruang rahasia disebuah ruangan.

"Gak ada."

"Ck, buku-buku gak penting disini." Gumam El setelah memeriksa rak buku itu yang nampak biasa saja.

El kembali memeriksa ruangan kepala sekolah ini. Entah sudah berapa lagi gadis itu berada diruang ber-AC ini, sampai El berdiri diam ditengah-tengah ruangan.

"LAPTOP!!" Pekik El dan Altair bersamaan setelah berfikir sebentar.

El langsung berlari kembali ke meja kerja kepala sekolah dan membuka Laptop berwarna silver yang sedari tadi tidak disentuhnya diatas meja.

Jemarinya dengan lincah menari diatas Keyboard, membuka satu-persatu file yang terdapat di laptop ini.

"Hell?!" Mata bermanik tajam itu membola terkejut.

REIZO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang