24.🔞

548 40 0
                                        

Lanjut....

Mew POV

Ternyata seberat itu kehidupan mu sayang phi janji akan selalu menjaga mu. Phi akan secepatnya menyelesaikan masalahku dengan art.

" Baiklah sekarang kamu tidur na.... " Kata ku memeluk Nya.

Kulihat dia mengangguk dan kembali menutup matanya dan tak lama aku pun menyusul nya untuk menggapai mimpinya.

Aku merasa ada sesuatu yang terjadi di area selangkangan ku. Aku sempat kaget dan membuka mataku.

" Phi bangun...." Kata Gulf , entah dari mana dia sudah siap dengan makeup cantik nya dan sepasang lingerie berwarna hitam dan terlihat sangat cantik dan juga sexi.

Aku menarik Nya ke dalam pelukanku di mana dia berada di atas ku. " Apa ini...." Kataku menyentuh bibirnya yang berwarna merah dengan sensual.

" Apakah aku cantik..." Katanya dengan nada centil nya.

" Ya... Apalagi kalau ini dipanjangkan..." Kataku membayangkan Gulf dengan rambut panjangnya.

" Aku janji akan melakukan nya untuk mu phi..." Katanya dengan jari nya yang menari nari di dadaku seakan menggodaku untuk memakannya.

Aku tidak bergerak dan hanya ingin melihat apa yang akan Gulf lakukan. Dia menaikkan kaos ku keatas dan menempatkan bibir merah Nya untuk menghisap nipleku.

" Ouh ........" Desah ku.

" Apakah enak saat aku menghisap nya phi..." Tanya Gulf kembali menghisap diselingi gigitan kecil.

" Ah....emm..." Rasanya sangat ingin menekannya dibawah ku. Tapi aku harus bertahan.

Dia membelai selangkangan ku. Terlihat sexi dimataku saat dia menggigit bibirnya sensual. Lipstik yang tadi sempat tapi sekarang sedikit berantakan dan itu justru meningkatkan libido ku.

Gulf lagi lagi memasukkan penis ku ke dalam mulutnya dan menghisap nya. Dia menjilati seakan memakan es krim. Aku melihat tali spaghetti di bahunya merosot sehingga menunjukkan bahu putihnya.
Aku mendudukkan diriku dan mengangkat wajahnya ku buat di mengangkang di pangkuanku. Meraup bibir merahnya dan menghisap bibirnya. Bibir ku bermain bersama dengan bibirnya sedangkan tangan ku meremas serta menggosok hole nya. Tanpa melepaskan tautan kami aku mengambil pelumas yang ada di nakas mengambil sedikit lalu memasukkan jari ku ke dalam hole sempit nya lembut.

" Ouh.... Ah....phi ..." Rancau Gulf saat aku memasukkan ketiga jariku. Kulihat dia mengambil sesuatu dari nakas pula dan memberikan nya kepada ku.

Aku melepaskan tautan kami dan melihat apa yang dia berikan padaku. " Hah....ha....hah... kenapa Phi...?" Tanya nya dengan wajah yang memerah.

"Dari mana kamu mendapatkan ini..." Tanyaku dingin. Aku kaget kalau Gulf ku yang polos tiba tiba tahu tentang benda seperti ini. Yang aku pegang saat ini adalah sebuah penis buatan yang ukurannya lumayan. Berwarna putih transparan dengan sebuah tombol otomatis.

Gulf memberengut tanda dia kesal. " Kalau kamu tidak mau baiklah aku pergi dan seleseikan sendiri masalah mu..."

Aku mencekal tangan dan langsung memasukkan penisku ke dalam hole nya...
" Ahhhhh apa yang kamu ah lakukan ah ..." Katanya saat aku menghentak kan penisku perlahan.

" Kamu ingin bermain dengan ini juga, apakah tidak cukup dengan penis phi di sini.. " bisik ku di samping telinga nya.

" Ah... Sangat enak ah..."

" Apakah masih ingin yang lain Hem..

" Tidak ini cukup ah..."

" Apanya yang cukup Hem..." Kataku sambil mempercepat genjotan yang aku lakukan sehingga Gulf tidak ada waktu untuk menjawab.

APA YANG SALAH DENGAN CINTACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang