Lanjut.......
Mew Gulf berniat untuk menghabiskan waktu bersama seharian. Tapi tiba-tiba orang tua Mew menelepon dan menghubungi Mew agar kembali kerumah. Dan mau tidak mau Mew harus meninggalkan Gulf sendirian.
" Phi pergi dulu na, hati2 di rumah..." Kata Mew mengusap rambut Gulf dan pergi meninggalkan Gulf sendirian.
" Phi hati hati juga... kabari kalau sudah sampai..." Kata Gulf.
Setelah Mew pergi Gulf menyelesaikan kegiatannya. Mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu Gulf membuka handphone nya yang sedari tadi tidak dia sentuh.
Sebuah pesan masuk ke dalam handphone nya. Lagi lagi no kemarin. Hari ini bukan sebuah foto yang dia kirim melainkan sebuah video. Dalam video tersebut ada 2 orang tengah bercinta dimana salah satunya adalah Mew
Handphone Gulf terjatuh karena kaget. Lagi lagi air mata Gulf turun. " Hiks kenapa masih hiks sakit..." Kata Gulf memegang dadanya.
" Apakah memang sudah waktunya.... Agar kenangan terindah yang coba aku buat tidak hilang...."
" Ya .... Ini sudah waktunya...." Lanjut gulf mantap, meskipun air mata masih menetes.
Gulf menghubungi mild untuk meminta bantuan.
" Halo sawadikrup phi..." Sapa gulf
" Sawadhikrup nong, ...."
" Bisakah aku meminta bantuan mu phi..." Tanya Gulf dengan nada ragu.
"Tunggu-tunggu, suaramu terdengar serak katakan apa yang terjadi padamu" tanyanya dengan nada khawatir , Gulf tahu mild sangat khawatir dengan keadaan Gulf saat ini.
"Tidak terjadi apapun, aku baik-baik saja tidak mungkin hanya sedikit lelah. Phi jangan khawatir na..." Jawab Gulf menenangkan
" Bagaimana aku tidak khawatir, setiap kali kamu menghubungiku kamu selalu dalam keadaan seperti ini , aku tahu kamu baru saja menangis. ceritakan apa yang terjadi kalau kamu masih menganggap aku sebagai kakakmu" katanya serius dan perkataan mild ini membuat Gulf merasa hatinya menghangat , memang hanya mild yang peduli Gulf.
"Aku sungguh tidak apa apa..." Jelas Gulf mencoba menenangkan mild
" Baiklah kalau kamu tidak mau cerita, sekarang katakan apa yang bisa aku lakukan untukmu"
" Phi... Bisakah membantuku untuk mencabut semua berkas-berkas ku di universitas"
" Katakan untuk apa kamu ingin mencabut berkas-berkasnya apakah kamu tidak akan melanjutkan kuliah ataukah kamu ingin mencari universitas lain nya" tanya mild
"Aku tidak tahu ya memang aku ingin mencari universitas lain maafkan Aku " kata Gulf
"Lakukan apa yang menurutmu baik, aku akan selalu mendukungmu. "
" Terimakasih phi..." Kata Gulf menutup panggilan nya.
Gulf terdiam sebentar sebelum lagi lagi menelepon seseorang.
" Mae ..."
" Luk... Ada apa...."
" Aku sudah memutuskan semuanya, aku harap Mae mendukungku... "
"Lakukan apa yang menurutmu baik sayang aku akan selalu mendukungmu. jangan pedulikan orang lain jangan pedulikan kakakmu jangan pedulikan orang-orang yang tidak pernah menyukaimu, lakukan apa yang menurutmu benar dan memberikan kebahagiaan untukmu . aku akan selalu menjadi pendukung pertama untukmu. maafkan aku karena tidak selalu bisa mendampingimu maafkan aku karena tidak bisa melindungimu selayaknya ibu hik. " Kata Mae
KAMU SEDANG MEMBACA
APA YANG SALAH DENGAN CINTA
General Fictionkisah tentang cinta, ketulusan, dan obsesi. jika penasaran silahkan dibaca saja dan ceritanya ini dibuat untuk bacaan pribadi saja. Kalau ada penulisan yang kurang tepat atau cerita yang kurang nyambung saya minta maaf Ini bacaan untuk orang yang...
