Lanjut .....
Acara memilih pakaian sudah selesai, Kris mengantarkan Gulf ke sebuah salon wanita yang sering dikunjungi oleh ibunya. Salon tersebut terkenal dengan pelayanannya yang memuaskan banyak orang-orang yang datang ke sana untuk mempercantik diri atau sekedar hanya memotong rambut.
" Au nong Kris... Tumben datang kesini... " Tanya seorang pria yang sedikit kewanita-wanitaan. dengan make up tebal. Menghampiri Gulf dan Kris.
Kris Hanya tersenyum tanpa menjawab sapaannya. Dia masih fokus dengan memegang tangan Gulf disampingnya.
" Dimana ibumu Kris.... " Kata orang tersebut dengan mengelus lengan Kris.
Kris tersentak kaget mendengar pertanyaan orang tersebut.
" Hay phi arm..." Sapa Kris.
" Uh ... Aku bicara dari abaikan..." Katanya manyun dengan
Kris Hanya cengengesan karena merasa tingkat arm Sangat lucu.
" Apa yang kamu butuhkan sayang..." Kata arm lembut
" Ini temanku Gulf..." Kata Kris memperkenalkan Gulf.
" Ya Tuhan, dapat dari mana Kris. Dia tampan sekali sekaligus cantik Kris..." Kata arm antusias.
Gulf hanya diam, sebenarnya dia risih karena sedari tadi banyak orang yang memperhatikannya. Ditambah dengan arm yang seantusias itu melihatnya. Dan satu hal lagi adalah Gulf tidak sadar kalau tangan nya dan milik Kris masih saling terpaut.
" Dia temanku phi..." Kata Kris
" Aku tahu dia temanmu, siapa yang bilang dia kekasihmu..." Kata arm sewot. Sedangkan Kris memerah ketika mendengar kata kekasih dari mulut arm.
" Aku kesini untuk mengantarkannya phi..."
Gulf pov
Jujur aku merasa sangat risih, dengan orang-orang di salon ini. Baik pria ataupun wanita memandangku dengan pandangan yang menyelidik.
" Au benarkan...?" Tanya phi arm mendekati ku dan memeluk lenganku seperti yang dia lakukan kepada Kris.
" Phi jangan seperti itu na... " Kata Kris mencoba melepaskan pelukan phi arm , Kris tahu aku merasa risih diperlakukan seperti ini.
" Kamu cemburu kan Kris..." Kata phi a semakin mengeratkan pelukannya.
" Phi dia sahabat ku. Dan dia tidak nyaman..." Jelas Kris lembut.
" Tapi kamu bergandengan tangan dengan dia dari tadi dia biasa saja..." Kata phi arm memandang tangan ku. Aku mengikuti pandangan phi arm dan langsung melepaskan tautan tangan kami. Kulihat Kris salah Tingkah sedangkan bagi ku hanya sedikit kurang nyaman.
" Aou... Khotot na Gulf..." Kata Kris padaku. Aku mengangguk menangapi Kris dan menoleh kepada phi arm di samping ku.
" Sawadhikrup phi arm .." kataku sopan
" Sawadhikrup nong ... Tidak kusangka selain wajahmu yang mempesona suaramu juga sangat bagus..." Puji phi arm padaku
" Terimakasih phi, ...." Jawab ku
" Apa yang bisa phi bantu sayang
.." tanya phi arm dengan nada manjanya
" Em.... Em.... Em.... Bisakah phi..." Kataku terbata karena takut ditertawakan oleh nya
" Katakan apa yang bisa phi bantu, tidak usah malu-malu na..." Katanya menoel daguku.
" Bisakah kita berbicara berdua phi..." Tanyaku.
" Tentu... Kita berbicara di kantor ku..."
Aku menoleh kepada Kris dan memberi tahu padanya agar dia pulang duluan. Aku tidak ingin Kris menunggu terlalu lama di sini.
KAMU SEDANG MEMBACA
APA YANG SALAH DENGAN CINTA
Ficção Geralkisah tentang cinta, ketulusan, dan obsesi. jika penasaran silahkan dibaca saja dan ceritanya ini dibuat untuk bacaan pribadi saja. Kalau ada penulisan yang kurang tepat atau cerita yang kurang nyambung saya minta maaf Ini bacaan untuk orang yang...
