31.KEMBALI 02

481 41 0
                                        

Lanjut....

Gulf tiba di Banda Narita Thailand sekitar pukul 6 pagi. Sebelum keluar dari Bandara Gulf menghela nafas panjang.

" Ternyata setelah sekian lama tidak banyak yang berubah...." Kata Gulf mengeret koper nya menuju pintu keluar. Tidak jauh dari Gulf berdiri untuk memanggil taksi ternyata ada seseorang yang tengah berdiri di samping mobil mewahnya. Pria tersebut mengenakan kacamata hitam dengan memakai pakaian bak model kenamaan. Hanya saja Wajah dinginnya yang membuat orang orang enggan untuk mendekatinya. Pria tersebut adalah Mew., Hari ini dia terpaksa datang ke bandara untuk menjemput keponakan ibunya yang baru datang dari luar kota.

Mew POV

" Kenapa aku mau saja disuruh kesini.... Menyebalkan sekali..." Kataku.

Sungguh muak aku melihat gadis seperti pear ini. Gadis ini benar definisi baik diluar tapi busuk di dalam.

" Krup phi..." Suara seseorang yang masuk ke dalam gendang telinga ku ini terdengar familiar. Suara yang aku rindukan siang dan malam. Saat aku menoleh mencoba mencari asal suara itu bahuku ditepuk dari belakang.

" Phi Mew kha..." Suara seseorang yang dibuat semanis mungkin memanggil namaku. Tapi bukannya aku terkesan justru aku muak mendengar Nya.
" Phi mengabaikan ku kha..." Lagi lagi terdengar suara tersebut dibarengi tangganya yang memegang tangan ku.

" Siapa yang mengizinkan mu menyentuh ku..." Kata ku dingin.

" Phi...." Katanya manyun. Seandainya Gulf yang seperti ini pasti akan aku ciumi wajah nya

Aku tidak menghiraukan nya dan langsung masuk ke dalam mobilku. Kulihat dia menghentakkan kakinya karena kesal lalu masuk dan menutup pintu dengan keras. " Aku akan mengadukan mu kepada Tante, kamu selalu mendiami ku aku ini Calon tunangan mu..."

" Aku belum mengiyakan dan jangan pernah bermimpi untuk menjadi menjadi tunangan ataupun istri, karena sedetik pun aku tidak akan pernah mengizinkan.. " kataku dingin lalu melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi. Tak butuh waktu lama bagiku untuk sampai ke rumah. Kulihat Mama sudah menyambut di Depan pintu.

" Tante.... " Panggil pear keluar dari mobilku dan langsung menemui namaku. Mama tersenyum menyambut nya sedangkan aku diam Tanpa bersuara.

" Phi Mew jahat Tante,...." Adunya dengan nada kekanakan.

" Abaikan dia pear... Mulutnya memang pedas tapi sebenarnya dia baik. Ayo masuk Tante sudah memasakkan makanan kesukaan mu..."

" Tante memang yang terbaik..."

Pear dan mama masuk ke dalam rumah dengan ceria sedangkan aku tetap diam di tempat Tanpa ada Niat untuk masuk.

" Tuan muda...."

" Paman.... Tolong bawa masuk barang barangnya..." Kataku meminta paman Roy untuk membawa masuk koper Serta yang lainnya milik pear.

" Anda tidak masuk dulu untuk sarapan bersama. Tadi nyonya meminta pelayan untuk memasak banyak makanan..." Jelas Roy

" Tempat ini tidak sehangat dulu paman..." Jawab ku

POV end

Ya sejak saat itu, saat sang nyonya jenie marah kepada Mew karena Mew lebih mencintai pria dari pada wanita. Sebenarnya nyonya jenie tau tentang orientasi seksual Mew sedari dulu, hanya saja dia berfikir bahwa ketertarikan itu mungkin hanya sementara. Tapi yang tidak dia pernah sangka adalah, rasa itu bertahan hingga dia dewasa. Setelah Mew kembali ke Thailand dan menjalin hubungan dengan Gulf dia sempat menerima dengan alasan demi kebahagiaan Mew dan karena pengertian dari suami nya. Hanya saja setelah dia tahu Gulf lagi lagi meninggalkan Mew dia kembali kesal dan bertekad untuk mengembalikan mengembalikan orientasi seksual Mew seperti sebelumnya yaitu bersama dengan wanita. Beliau mencoba berbagai cara untuk memperkenalkan Mew dengan banyak gadis gadis cantik dan elegan kepada Mew. Yang tanpa disadari nya justru hal tersebut menjauhkan dirinya dari anak nya bahkan suaminya.

APA YANG SALAH DENGAN CINTACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang