01 (revisi) ☑️

18K 1.3K 18
                                        

Happy Reading
*
*
*
*

Ya mari kita berkenalan dengan mereka dahulu.

Ella, tak mempunyai nama tengah atau pun nama belakang karena hanya itu namanya, gadis kecil berumur 7 tahun yang selalu terlihat bahagia namun kehidupannya tidak seperti teman teman seumurannya. Hidup di panti asuhan sejak bayi membuat nya tak tau apa itu kasih sayang seorang ayah dan ibu.

Tak punya teman sama sekali membuatnya sering berbuat keonaran agar diperhatikan oleh orang orang namun dia justru semakin dianggap sebelah mata oleh orang orang.

Si anak pembawa sial adalah nama panggilannya di panti tersebut bahkan ibu panti yang harusnya menyayangi semua anak-anak di sana justru sering menyiksanya. Tak ada yang menolongnya sama sekali tapi mereka sangat senang jika melihat Ella menderita, sangat jahat bukan? Hati nurani mereka sudah hilang jika di depan Ella. Entah kenapa mereka begitu membenci Ella, namun sebenarnya dulu anak anak di sana semuanya berteman dengan Ella, tapi entah ada sebuah kejadian yang membuat ibu panti di sana menyuruh semua anak anak panti untuk memusuhi Ella dan berbuat kasar padanya.

Jika ada yang ingin melawan ibu panti maka orang itu akan di buang oleh panti asuhan tersebut.

Didikan kejam dan keras sudah tertanam pada diri Ella sendiri sehingga ia tak mudah menangis, jika di hina oleh orang orang di sekitarnya atau disiksa oleh mereka, ia sudah terbiasa dengan semua hal itu, meskipun begitu Ella tetap selalu tersenyum kepada orang orang yang selalu menghinanya atau menyiksanya, ia tetap menyayangi mereka semua.

Meskipun begitu setiap orang pasti punya titik lelah bukan? Dan Ella sudah berada di titik itu, ia kabur dari panti asuhan setelah disiksa oleh ibu panti dan saat itu ia mengetahui wajah ibunya karena tak sengaja melihat foto seseorang yang mirip dengannya di handphone milik ibu panti.

Saat kabur dari panti ia justru bernasib sial dengan bertemu para preman sehingga preman preman itu mengejarnya. Sandal yang ia gunakan licin jadi ia melepas sandalnya dan berlari sekuat tenaga, menghiraukan kaki kecilnya yang terluka dan banyak luka lain ditubuh mungilnya.

Entah takdir atau hanya kebetulan Ella melihat seorang pria kekar tinggi dan sangat tampan bak dewa yunani sedang berada tak jauh darinya, di dekat pria itu ada beberapa pria lagi yang menurutnya adalah para bodyguard pria tersebut. Tanpa pikir panjang ia berlari menuju pria itu meminta pertolongan, namun saat para preman itu berhasil di kalahkan oleh para bodyguard pria itu Ella jatuh pingsan karena kelelahan setelah berlari dan karena luka siksaan dari ibu pantinya.

Arthur Pramana De Morgan, pria berumur 29 tahun yang masih melajang hingga sekarang, paras rupawan bak dewa yunani membuatnya di sukai banyak orang namun jangan salah karena ia adalah seseorang yang di takuti di dunia gelap.

Malam itu ia sedang menunggu salah satu pelanggan nya, ia hendak menjual berbagai macam pistol secara ilegal, biasanya saat menjual barang barang tersebut Arthur memang yang mengantar barang itu langsung.

Namun saat menunggu pelanggannya ia dikejutkan dengan sepasang tangan mungil yang memeluk kakinya, saat hendak memarahi anak itu justru ia merasa tak tega melihat beberapa luka memar dan lecet di tubuh gadis kecil itu.

Aneh memang bahkan Arthur sendiri menyadarinya, saat membunuh para korbannya Arthur sama sekali tidak merasa tega atau kasian sama sekali tapi hanya melihat seorang gadis kecil yang meminta pertolongannya ia benar benar menolong gadis kecil itu.

Saat anak buahnya menghabisi para preman yang mengejar gadis kecil itu, ia sedikit berjongkok untuk mengsejajarkan tingginya dengan gadis kecil itu. Ketika meneliti luka luka gadis kecil itu ia terkejut saat melihat bahkan bukan hanya memar dan lecet namun ada luka cambukan dan banyak bekas bekas luka yang hampir hilang, bukan hanya satu namun banyak luka-luka seperti itu.

Ketika menanyakan keadaan gadis kecil itu, dia hanya menjawab bahwa dirinya baik baik saja, namun setelah mengatakan itu dia tak sadarkan diri di pelukan Arthur.

Arthur terlihat khawatir saat melihat gadis kecil itu tak sadarkan diri, ia segera menggendongnya menuju mobil tak lupa menyuruh anak buahnya untuk mengurus masalah sisanya. Menyuruh sopirnya untuk segera menjalankan mobilnya dan memeluk gadis kecil itu dengan erat sambil menggumamkan kata 'bertahanlah sebentar lagi'.

*
*
*
*
Vote comment and follow
Thank you

Daddy? END [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang