39. Mainan baru.

3.8K 266 25
                                        

Happy Reading
**
*
*
*

***
"Ehem, sebagai calon menantu ku. Aku punya beberapa pertanyaan untukmu"

"Pertanyaan?" beo Erasya.

"Ya, kau siap? Tapi kita akan berbincang di tempat lain" ajak Mawar yang kemudian menarik Erasya untuk pergi ke suatu tempat meninggalkan Ella dan Arthur berdua.

"Mommy dibawa kemana dad?" tanya Ella.

"Daddy juga tidak tau sayang, oh ya kamu bilang kalo kamu pengen mainan baru? Daddy sudah punya, mau bermain sekarang atau nanti?" perkataan Arthur membuat Ella menoleh dengan mata berbinar nya.

"Sungguh??" tanya Ella yang dibalas anggukan pelan.

"Aku mauu, bermain sekarangg"

"Baiklah kalo begitu mari kita ke Red Room" Arthur menggendong Ella dan berjalan menuju Red Room.

Skip

Setelah sampai di Red Room, seperti biasa mereka disuguhkan berbagai pemadangan indah.

Mulai dari koleksi pernak pernik milik Arthur berupa bola mata yang diawetkan, potongan jari tangan dan kaki, lampu hias yang terbuat dari kulit wajah, jantung yang dimasukkan dalam toples, kepala manusia yang ada di dalam sebuah tabung yang diawetkan, sebuah buku terbuat dari kulit manusia, orang orang tahanan yang dikurung di dalam Red Room dalam keadaan sekarat ataupun potongan potongan tubuh manusia untuk diberikan kepada Xaron, singa peliharaan Arthur.

Sungguh pemandangan yang indah bukan?

Mereka berdua kemudian memasukin tempat pembantaian yang terdapat seorang pria di sana terikat di sebuah kursi dengan keadaan pingsan. Pria itu adalah salah satu preman yang hendak melukai Ella waktu itu.

"Eh daddy? Bukan kah pria ini adalah preman yang waktu itu?" tanya Ella saat melihat wajah korban.

"Yes baby, orang ini hendak melukaimu. Jadi kenapa tidak kita bunuh saja dia?"

"Benar juga. Aku suka ide mu dad"

Arthur lalu menurunkan Ella dan menyuruh anak buahnya untuk mengambil seember air dingin dan disiramkan kepada pria yang pingsan itu.

Byur

Pria itu segera tersadar dari pingsannya dan kedinginan. "Akhh, di mana aku!! Siapa kalian?!!" teriak pria itu saat sadar bahwa ada beberapa orang yang menatapnya dan itu adalah Arthur dan Ella.

"Berisik!! Tutup mulut kotormu itu" sarkas Ella karna merasa bahwa suara pria itu sangat lah berisik di telinganya.

Pria itu seketika berhenti berteriak karna suara Ella yang cukup menakutkan di telinganya.

"Baiklah, anjing pintar. Kita mulai sekarang dad?" tanya Ella yang diangguki Arthur.

Ella menghampiri pria itu dan menancapkan cutter karatan kesukaannya kepada mata sebelah kiri pria itu dan mencabutnya membuat bola matanya ikut tercabut.

Arghh

Teriakan kesakitan yang sangat keras menggema ke seluruh mansion membuat pembicaraan Mawar dan Erasya berhenti.

"Mama? Suara apa itu?" tanya Erasya.

"Seperti suara kesakitan, tapi Arthur biasanya tak bermain di jam segini. Kau ingin melihatnya?" ajak Mawar. Erasya mengangguk menyetujui ide Mawar dan mereka berjalan bersama menuju Red Room.

Sesampainya mereka di Red Room, Mawar segera membuka pintu pembantaian dan melihat Arthur bersama Ella yang sudah berlumuran darah dan terlihat sangat senang.

"Ya ampun, apa yang kalian lakukan?!!" tanya Erasya kaget karna melihat mereka. Tidak, mungkin lebih tepatnya ke arah korban mereka.

Bagaimana tidak, keadaan korban yang cukup menggenaskan dengan kulit wajah yang sudah tak ada, kedua bola mata yang sudah tak ada, jari jari tangan yang telah terpotong berceceran di lantai, darah yang berceceran tak lupa dengan organ organ dalamnya juga berceceran di lantai.

Arthur dan Ella spontan menengok ke belakang karna mendengar suara Erasya. "M-mommyy?!!" kaget Ella.

"S-sayang, k-kenapa kau di sini?" tanya Arthur.

"Kenapa? Jelas jelas karna suara korban kalian itu yang sangat berisik" murka Erasya.

"Maaf" sesal mereka berdua.

Erasya kemudian memarahi mereka berdua seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya karna bermain kotor kotoran.

Mawar yang melihat pemandangan itu terkekeh ringan karna nelihat pemandangan manis di depannya.

'Semoga Erasya benar benar menjadi pilihan terakhirmu Arthur. Semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia'

**
*
*
Tbc

Daddy? END [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang