18. Anak laki laki?

5.7K 393 6
                                        

Happy Reading
*
*
*
*

***
Berjam jam di ruangan itu dan hanya ada suara televisi yang mengisi keheningan namun tak jarang diisi oleh tawa Ella yang melihat adegan lucu.

Arthur sendiri hanya sibuk dengan tumpukan berkas dan laptopnya. 'Apa daddy tidak bosan ya? hanya melihat laptop dan tumpukan berkas? jika itu aku, pasti sudah sangat bosan' pikir Ella.

"Dad" panggilnya.

"Hm?" panggilan Ella hanya dibalas deheman oleh Arthur karna dia masih fokus dengan berkas itu.

"Dad" panggilnya lagi.

"Hmm"

"Dadd" panggil Ella sekali lagi namun ia kesal sendiri karna hanya dibalas deheman saja.

"Hm?"

"Ishh, daddy Arthur Pramana De Morgan" panggil Ella menggunakan nama lengkap Arthur.

Seketika Arthur menoleh ke arah Ella dan melihat putri kecilnya itu yang menatapnya datar.

"Ehehe, why? Little baby?"

"Di panggil panggil gak nyaut nyaut, daddy kayaknya harus periksa ke THT deh"

"Sembarangan kalo ngomong!"

"Ya abisnya di panggil gak nyaut nyaut kan aku jadi sebel sendiri" ucap Ella dengan menggembungkan pipinya.

Arthur yang melihat itu terkekeh karna berhasil membuat putri kecilnya itu kesal.

"Ada apa little baby? kau membutuhkan sesuatu?"

"Tidak, hanya saja aku ingin bertanya, boleh?"

"Sure, kamu mau tanya apa?"

"Apa orangtua kandungku sudah ditemukan?"

"Tunggu sebentar" Arthur lalu mengambil handphone nya untuk mengecek apakah ada notifikasi dari anak buahnya, namun hasilnya nihil.

"Belum ada sayang, tidak mungkin kan langsung ketemu hanya dalam waktu sebentar. Tunggulah besok pasti akan ketemu kok, sabar saja ya"

"Huuhhh, baiklah daddy, aku akan menunggu sampai besok" ucap Ella dengan menghela nafas.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu membuat mereka berdua mengalihkan pandangannya ke arah pintu itu.

"Tuan bolehkah saya masuk?"

"Masuklah"

Setelah mendapat izin, pintu itu terbuka lalu muncullah Mikael dengan membawa beberapa berkas di tangannya.

"Tuan, meetingnya akan segera di mulai, sebaiknya anda segera kesana" ucap Mikael sopan.

"Oh benar, 5 menit lagi harusnya di mulai" ucap Arthur dengan melihat jam tangannya.

"Semua sudah ada di sana?"

"Sudah tuan, hanya tinggal menunggu anda"

"Baik, aku akan segera kesana. Oh ya little kamu mau ikut atau menunggu di sini?"

"Hum? aku ingin di sini saja dad, toh kalo aku di sana justru akan tambah bosan" ucap Ella tanpa mengalihkan pandangannya dari televisi yang menayangkan si botak kembar.

"Baiklah, daddy akan kembali saat jam makan siang"

Ella hanya mengangkat jempol tangannya, dan kembali fokus dengan televisinya.

Arthur yang melihat itu hanya geleng geleng kepala dengan tersenyum tipis tanpa di ketahui siapapun.

"Ayo Mikael"

"Mari tuan"

Arthur keluar dari ruang kerjanya diikuti Mikael di belakangnya, tak lupa menutup pintu ruang kerja Arthur.

Hanya tersisa Ella sendiri di sana dengan televisi yang menyala juga beberapa camilan di sampingnya. Cukup lama ia sendiri di sana membuatnya bosan, acara televisi nya sudah selesai membuatnya bertambah bosan.

"Huhh, bosan sekaliiii, tapi jika ikut daddy meeting mungkin akan lebih membosankan"

Ia kemudian bangun dari kasur itu dan menuju ke arah jendela, melihat gedung gedung tinggi dan langit yang sedikit mendung.

"Aku menyukai kesunyian tapi aku membenci kesepian" monolog Ella sambil melihat awan mendung yang semakin terlihat gelap.

Hujan turun rintik rintik tepat saat Ella menyelesaikan ucapannya. Gerimis mengguyur seluruh kota, orang orang yang awalnya beraktifitas di luar lalu segera mencari tempat untuk berteduh.

Tapi ada satu hal yang menarik perhatiannya, seorang anak laki laki yang duduk di kursi taman sendirian dan tak segera beranjak pergi padahal hujan telah turun.

Ia ingin kesana dan jarak dari taman itu cukup dekat dari kantor milik daddy nya. Namun ia bingung karna harus melewati sebuah jalan raya, tapi di sisi lain ia sangat penasaran dengan anak laki laki itu.

*
*
Tbc

Daddy? END [REVISI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang