11. Eksekusi part 1

8K 514 11
                                        


💀Warning💀❌
Terdapat sedikit bahasa kasar dan adegan penyiksaan tapi cuman sedikit kok hehe

Kalo kurang sadis sih ya maapkeun.

Happy Reading<3
*
*
*

**
Malam semakin larut dan menunjukkan pukul 21.00, Ella masih tertidur lelap namun Arthur yang masih belum pulang. Ella melewatkan waktu makan malamnya karna menunggu Arthur agar bisa makan bersama namun Arthur malah belum pulang hingga ia ketiduran.

Brum brum

Suara mesin mobil terdengar ke penjuru mansion. Ya mobil itu adalah milik Arthur, urusannya di luar sudah selesai dan sekarang hanya tinggal memberi sedikit pelajaran ke hama yang menganggunya. Namun sebelum itu ia harus melihat putri kecilnya dulu, Arthur sadar bahwa urusannya itu membutuhkan waktu lama.

Arthur keluar dari mobil dengan tergesa gesa, para pelayan ataupun bodyguard menunduk ketika Arthur lewat namun Arthur sendiri mengabaikannya, di pikirannya hanya tertuju nama Ella, Ella, Ella dan Ella.

Saat sampai di kamar, ia membuka pintu dan melihat bahwa putri kecilnya itu sudah tertidur pulas. Arthur bernafas lega karna ia pikir Ella belum tidur dan menunggunya.

Raut wajah Arthur yang semula senang melihat Ella langsung berubah menjadi dingin, Arthur menuju walk-in closet dan membuka jasnya tak lupa mengambil belati khusus miliknya.

Arthur keluar dari kamar dan menuju 'Red Room' di ruang bawah tanah miliknya. Di sana terdapat beberapa bodyguard yang berjaga, mereka semua menunduk hormat saat melihat atasan mereka yang akan bermain.

"Buka pintunya"

"Yes my Lord"

Setelah pintu di buka Arthur segera masuk ke sana dan membuka pintu berwarna putih.

Fyi: jadi di sana itu kayak masuk ke ruang bawah tanah itu tuh pintunya ada 2, pintu pertama ya pintu depan yang di jaga bodyguard dan pintu ke-2 itu adalah pintu tempat korban di siksa paham? tapi di sana itu luas banget dan samping kanan dan kirinya itu kayak jeruji besi buat ngurung para korban gitu.

Bau anyir tercium saat Arthur masuk ke dalam sana. Bau yang Arthur sukai adalah bau anyir darah korban yang menjadi candunya selama beberapa tahun.

Di sana terdapat seorang pria yang diikat di kursi dengan mulut yang di lakban mencoba melepaskan diri, Arthur yang melihatnya hanya menatapnya datar sedangkan yang ditatap berkeringat dingin karna tau ajalnya hampir menjemputnya.

Daddy? END [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang