7. The Real Psychopath

2.2K 397 74
                                        

Dari kecil, Deswita selalu mendapatkan apa yang dia mau

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dari kecil, Deswita selalu mendapatkan apa yang dia mau. Cukup sekali Deswita meminta, maka apa yang dia inginkan pasti akan menjadi miliknya. Makanan, mainan, baju, liburan, apa pun itu, orang tuanya akan selalu mengatakan iya. Dia selalu diperlakukan layaknya seorang putri raja oleh kedua orang tua dan orang-orang di sekitarnya.

Dia juga selalu menjadi yang utama. Pemenuhan kebutuhan materi dan kasih sayang kedua orang tuanya timpang. Selalu mengutamakan Deswita padahal masih ada seorang putra yang terpaut usia 5 tahun di atasnya. Itu sama sekali bukan masalah, karena kakak Deswita juga sangat memanjakannya.

Dia juga selalu menjadi pelopor barang keluaran baru dari brand ternama dan mahal. Setiap bulan, pasti teman sekelasnya harus iri saat Deswita memamerkan barang yang baru dibelikan papanya.

“Putri kesayangan papa mau oleh-oleh apa dari Prancis?”

“Sayang, kamu bilang mau liburan ke Maldives, ya? Bulan depan kita ke sana, ya. Kita tunggu jadwal papa luang dulu.”

“Dek, enggak lagi diet, kan? Kakak lagi mampir ke KFC, nih. Mau dibawain apa?”

Terlahir sebagai putri bungsu seorang pengusaha sukses membuat Deswita mendapatkan banyak privileges. Dia selalu dijunjung teman sekelasnya, dipuji oleh orang tua mereka, dan didekati banyak pria tampan.

Dan untuk saat ini, Deswita menginginkan Jarvis. Dia ingin menjadi kekasih laki-laki itu dan mendapatkan semua perhatian dan hatinya. Deswita tidak akan pernah rela jika ada orang lain yang bisa lebih dekat dengan Jarvis dibanding dirinya. Termasuk siswi yang bernama Kania.

“Des, udah tahu belum?” tanya salah satu teman sekelas Deswita. Dia berlari ke arah gadis itu dengan berhenti dengan napas terengah-engah.

“Apaan?” tanyanya dengan nada malas.

“Kak Jarvis lagi gendong cewek yang kemarin di kantin!”

Raut wajah Deswita berubah tegang. “Maksud lo?”

“Ada pot jatuh dari koridor kelas Kak Jarvis. Terus, gak tahu itu cewek lagi ngapain di depan gedung kelas 12, potnya kena ke dia. Kepalanya sampai bocor, keluar darah banyak banget. Dia pingsan, terus digendong sama Kak Jarvis. Katanya, mau dibawa ke rumah sakit sekarang.”

Tanpa sadar, Deswita meremas ujung rok seragam dengan erat. Darahnya langsung mendidih membayangkan Jarvis sedang menggendong perempuan lain.

Baiklah, Deswita memang tahu sebaik apa laki-laki itu. Dan itu pula yang menjadi nilai plus Jarvis dan alasan mengapa Deswita sangat menyukainya. Dia suka menolong orang yang kesulitan di sekitarnya. Namun, tidak ada yang sampai digendong. Setahu Deswita, tidak pernah ada.

Baru sekarang Deswita harus berdiri di depan lobi dan melihat mobil Pak Yoga menjauh pergi. Dia tidak melewatkan adegan Jarvis mendudukkan gadis bernama Kania itu dengan penuh hati-hati. Bahkan, jelas sekali ada garis khawatir di wajah tampannya.

Caliginous [Tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang