12. Meluangkan Waktu

46 6 0
                                        

👋🏻👋🏻👋🏻

Pukul 6 pagi Ringgam sudah siap berangkat sekolah, ia berangkat pukul 6 karena menunggu anak Marvelus yang satu sekolah dengannya. Hari ini mereka janjian biar keliatan keren, itu ide dari Arga.

Om Halim menghampiri Ringgam yang sedang memakai sepatu di garasi dekat motor.

"Igam." Ringgam hanya membalas panggilan Om Halim dengan mengangkat kedua alisnya.

"Nanti sore papa ajak kamu makan diluar, sekalian ajak Rania."

Ringgam menatap Om Halim dengan tatapan aneh.

"Kok tumben?"

"Akhir-akhir ini papa sibuk sama kerjaan, ya sekali kali ajak anak cikal papa jalan," jawab Om Halim sembari membantu Ringgam memanaskan motornya.

Ringgam menarik senyumannya. "Wih keren keren, pas sore aja. Kalau malem Igam ada acara sama temen."

Om Halim mengerutkan dahinya. "Kan papa bilangnya nanti sore, bukan nanti malam."

Ringgam kembali memikirkan ucapannya tadi. Dan benar ia salah pengertian ucapan Om Halim.

"Iya, Igam berangkat dulu." Setelah salam, ia langsung melajukan motornya menuju kantor.

***

Rania membuka ponsel kesayangan. Melihat chat masuk dari Ringgam. Wajahnya langsung berubah, kenapa bisa Om Halim sepercaya itu padanya. Kalau dihitung waktu kenal dengan Ringgam bisa dibilang baru.

Evan melirik ponsel Rania sedikit. Dan langsung menyenggol tangan Rania yang sedang mengambil nasi.

"Ih apaan sih!"

"Dapet chat dari siapa?"

Ayah Jaki langsung bertanya setelah mendengar ucapan anak lelakinya. Tapi, Rania melotot memberi isyarat agar Evan diam.

"Ini dari temen," jawab Rania.

Sambil makan Rania malah melamun. Ajakan Ringgam membuat dirinya malah tidak percaya diri. Entah kenapa Rania malah minder bertemu Om Halim, padahal udah pernah ketemu. Pikirannya bergelut dengan ajakan itu.

Ide jahil Evan membuat kakaknya tersedak. Dan Mama Hau sigap memberi segelas air minum untuk Rania.

"Evan, dari tadi jahil terus," tegur Mama Hau secara halus.

"Mama ga sadar sih, dari tadi Rani ga makan. Malah ngelamun ga jelas kek banyak pikiran, kasian masih muda," jelas Evan.

"Ada apa kak?" tanya Mama Hau.

"Enggak, si Evan aja yang sotau tentang Rani."

Kali ini Evan benar-benar membuatnya kesal, jawaban yang tak mau kalah dari kakaknya, "Nanti juga mama sama ayah bakal tau sih."

Orang tua mana yang tidak bingung dengan sikap anaknya yang seperti itu. Mama Hau dan Ayah Jaki saling menatap satu sama lain, mereka sadar bahwa anaknya menyembunyikan sesuatu.

"Evan, bisa diem ga!"

Evan malah mengejek Rania. "Ga, wle."

"Yah, Evan tuh ngeselin." Rania ngadu ke Ayah Jaki agar dapat pembelaan.

Dan Evan pun tak mau kalah, ngadu ke Mama Hau agar dapat pembelaan juga. "Ma, tuh kak Rani ga mau cerita."

Ayah Jaki yang mulai kesal dengan perdebatan kedua anaknya, mencoba memberitahu dan melerai. "Kalian sudah besar, jangan kayak gitu! Evan jangan goda terus kakak kamu, Rani juga kalau ada sesuatu bilang aja kalau belum berani sekarang bilangnya ke mama dulu."

Rania Dan KisahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang