15. Kesibukan Rania

29 5 0
                                        

👋🏻👋🏻👋🏻

Upacara hari ini berjalan dengan sangat baik. Ditambah pembina yang tidak basa-basi membuat warga SMARA bahagia. Diakhir upacara selalu ada pengumuman, kali ini Pengumuman itu tertuju kelas 12.

"Sebelum kelas 12 melaksanakan berbagai ujian. Bapak diberi arahan untuk memandu tour ke daerah yang kalian rekomendasi. Jadi untuk kelas 12, nanti pulang sekolah jangan dulu pulang. Bapak bakal ngasih kalian surat persetujuan."

Seketika kelas 12 teriak kebahagian. Tapi, memang setiap tahun, kelas 12 selalu tour ke daerah-daerah tertentu sebagai penutup masa putih abu-abu.

"Le, gue ada sesuatu dulu. Lo sama Mika duluan ke kelas aja." Lea bukan Mika yang selalu kepo dengan urusan sahabatnya.

Selesai upacara, Rania mencari keberadaan Ringgam. Ia harus memberitahunya nanti belajar harus nunggu Rania selesai kumpulan. Di setiap sudut lapang SMARA tidak terlihat Ringgam. Jalan terakhir lewat chat, tapi Rania tidak mau ia ingin bicara langsung.

Arah ke kantin, ia melihat Naufal dan Zio. Rania berteriak memanggil mereka. "Kalian liat ringgam kemana ga?"

"Cie nyariin nih," goda Zio.

"Cepet zio, urgent nih."  Mendengar hal itu, Zio panik.

"Di uks ga sih? Tadi dia sempet pusing." Zio memastikan hal itu pada Naufal dan benar.

"Okey makasih."

"Sama-sama kak." Rania lari menuju uks di lorong sebelah kanan dekat lapang.

UKS banyak sekali orang, keluar masuk karena setiap upacara seketika UKS jadi penuh. Rania menyelundup masuk di keramaian, ia melihat Ringgam bukan sedang istirahat melainkan sedang bercanda ria dengan anggota PMR.

Ringgam melirik ke arah pintu UKS, ia melihat Rania sedang stay berdiri. Dengan cepat Ringgam mendekatinya.

"Lo denger pengumuman tadi ga? Kalau denger ya pasti tau, kesini gue mau ngapain." Perasaan Rania berubah yang awalnya senang jadi seperti orang marah.

"Tau, mau bilang kan kalau nanti gue harus nunggu lebih lama. Tenang, gue bakal siap nunggu apapun demi belajar bareng lo, Ran." Ringgam tidak menyadari akan perubahan sikap Rania.

"Oke, gue mau ke kelas." Rania pergi begitu saja.

Dari kalimat itu baru Ringgam menyadari sikapnya berubah membuat Ringgam sedikit takut. Tapi ia rasa itu hanya sementara, kan cewek emang suka berubah-ubah sikapnya.

Di lorong menuju kelas, Rania bermonolog dengan suara kecil. Ia bingung dengan perasaannya, tiba-tiba seperti ini setelah melihat Ringgam. Sebentar lagi pelajaran pertama akan di mulai, ia mencoba menenangkan dirinya dengan tarik napas pelan-pelan.

***

Di kelas belum ramai, mungkin orang-orang masih sibuk di UKS dan di kantin. Rania duduk sendirian kedua sahabatnya tidak ada entah dimana keberadaannya.

"Rani!" teriak Mika dari arah pintu.

"Apa?"

"Lo baik-baik aja kan?" Rania memahami perubahan sikapnya membuat orang bertanya-tanya. Lalu ia mencoba jadi Rania yang ceria.

"Gue baik-baik aja, abis upacara pegel jadi keliatan kayak orang bt ya?"

"Iya banget."

"Lea mana?" Rania tidak melihat keberadaannya, tidak mungkin Mika meninggalkan Lea yang ada kebalik harusnya.

"Lagi bantu Bu Sita bawa buku kita."

"Oh, tadi manggil gue mau ngapain?"

"Nanti ada kumpulan pengurus kan?" Rania mengangguk

Rania Dan KisahCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang