Masuk part konflik. Dikit kok, nggak banyak-banyak. Soalnya yang nulis juga nggak demen konflik, heheee..
🍀🍀🍀
Pernikahan Alika dan Fadil semakin dekat. Tinggal satu Minggu lagi.
Segala persiapan sudah di rampungkan. Tinggal beberapa yang akan di eksekusi kan saat hari H nanti.
Pagi ini, Alika mendapat tugas mengantarkan makanan ke rumah calon suaminya.
Mama Irena yang hobi memasak, sedang mencoba beberapa resep baru. Karenanya, selepas subuh tadi, ia meminta putrinya itu untuk membaginya dengan sang calon besan.
Alika sudah siap dengan penampilan sederhananya. Ia hanya menggunakan rok tutu hitam dengan atasan kaos ungu berlengan panjang. Rambut panjangnya ia kuncir kuda.
Sedikit memoleskan lipstik di bibirnya, ia siap berangkat ke rumah calon mertuanya.
Mengambil tas Selempangnya yang berisi ponsel dan kartu penting lainnya, Alika turun ke bawah.
Sampai di dapur, ia melihat mamanya tengah memasukkan Tupperware kedalam papperbag.
"Udah siap, kak?" tanya mama Irena yang melihat Alika mendekat.
"Udah ma. Makanannya udah?"
"Udah kak. Kamu sarapan dulu gih!" titah mama Irena.
"Nggak usah ma. Kakak sarapan di rumah Abang aja" tolak Alika.
"Oh ya udah. Salamun buat mama Laila ya?" pesan mama Irena.
"Siap, ma. Ya udah ma, Alika berangkat dulu ya?"
"Iya, hati-hati, nggak usah ngebut kak"
"Iya, ma"
Alika pun keluar rumah dengan menenteng tas yang berisi kotak makanan.
Mengambil mobil, ia segera masuk dan mengemudikannya ke rumah calon suaminya.
💔💔💔
Hanya membutuhkan beberapa menit waktu tempuh saja, Alika sudah sampai di rumah mama Laila, calon mertuanya.
Setelah memarkirkan mobilnya, ia keluar dan berjalan menuju pintu utama.
Mengetuk pintu dua kali, tak lama pintu tersebut terbuka. Tampak mama Laila berdiri di sana. Menyambutnya dengan senyuman hangat.
"Assalamualaikum, ma.." sapa Alika sembari mencium tangan mama Laila.
"Waalaikum salam, nak. Yuk, masuk" ajak mama Laila.
Keduanya pun masuk dan menuju ruang tengah dan duduk di sana.
"Kamu kok ke sini, kan harusnya udah di pingit?" gurau mama Fadil.
"Ah, itu ma, Alika di titipin ini sama mama. Resep baru sih ma, kata mama" ucap Alika sembari menyerahkan tas yang ia bawa.
"Wah, makasih. Kok repot-repot segala. Mama kamu selalu juara loh nak, kalau soal kuliner" puji mama Laila.
"Ya, begitulah ma. Emm, ma, Abang mana ya?" tanya Alika kikuk.
"Owalah, kamu nyari Abang?. Ada tuh dia di atas. Sepertinya masih di kamar. Kamu ke sana aja"
"Nggak apa-apa ma?" tanya Alika ragu.
"Nggak nak. Nanti juga kamu akan menjadi bagian dari rumah ini juga."
"Iya ma. Kalau gitu Alika ke atas ya ma?" pamitnya.
"Silahkan"
Alika dengan tetap memakai tasnya, naik ke lantai dua, menuju kamar Fadil, yang belum pernah sama sekali ia datangi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Finally Sah (Terbit)
AléatoireBanyak waktu di korbankan demi keyakinan bersama di kemudian hari. Namun keyakinan itu akhirnya meluruh seiring dengan takdir yang tak berpihak. Menutup diri, namun ada yang memaksa membuka. Mencoba masuk dengan sisi yang berbeda. Hingga kepercayaan...
