TITIK SATU 16 - Gue ingin tidur, Raga

4.8K 350 169
                                        

HALLO!!! HALLO!!! HALLO!!!

Ketemu lagi nih sama Cosu, Cintah!!!

Gimana kabarnya hari ini? semoga baik-baik aja ya.

Jam berapa dan hari apa kamu baca bagian ini?

Seperti yang Cosu bilang kalau minggu ini Cosu update 2x yeyyyy... siapa yang seneng??

Ada yang nungguin cerita ini update nggak sih?

Siapa yang udah rekomendasiin cerita ini ke temen-temennya? Jangan lupa buat ikut ramein cerita ini yah dengan bawa banyak readers untuk baca cerita ini ^_^

Dan kalau posting bagian cerita ini ke instagram, boleh banget tag Cosu🥰

TITIK SATU ini adalah cerita ketiga Cosu dan semoga Cintah semua suka ya!!!

Yuk bantu doa dan share cerita ini supaya sukses dan tamat sampai akhir...

Jangan lupa untuk selalu dukung Cosu dengan Vote dan Coment ya. minimal Vote deh. Belajar untuk menghargai kerja keras orang lain, OK!!!

Oiyah, Mimpi atau Cita-cita Cintah apa? yuk coret-coret disini supaya Cosu bantu doa.

Sudah siyap baca???

Skuy gasken!!!

________________________________________________________________________________

SELAMAT MEMBACA CINTAH

________________________________________________________________________________

Seperti mati namun hidup. Bernafas tapi terasa sesak

"Re, buka mata lo. Gue mohon."

Dalam sekali tepukan pelan di pipinya, Rere yang tidak benar-benar pingsan pun membuka matanya. Melihat raut wajah Raga yang penuh akan ke khawatiran.

"Raga," panggil Rere lemah.

Raga yang melihat Rere membuka matanya dan menatap Raga dengan sayu pun akhirnya bisa bernafas lega. Spontan, ia menarik tubuh Rere dan mendekapnya dengan erat.

"Gue takut banget, Re," lirih Raga.

Raga melerai pelukannya, menatap Rere lekat, "Lo baik-baik aja kan?"

"Re... ini kening lo kenapa? Lo pasti coba lukain diri lo lagi kan?"

"Tubuh lo dingin, Re. Kit-,"

"Kenapa bangunin gue, Raga," potong Rere cepat.

Raga terdiam, menatap netra kebiruan Rere.

"Maks-,"

"Kenapa bangunin gue, gue cuma pengen tidur," potong Rere lagi.

Raga menggeleng pelan, "Nggak. Lo nggak boleh tidur."

"Gue capek, Raga. Capek banget."

"Gue mau tidur," lirih Rere.

"Lo capek kan? Lo mau tidur? Ganti baju lo. Tidur di kasur bukan di bathup kayak gini," baru saja Raga ingin mengangkat tubuh Rere dari bathup, Rere menggeleng seraya mendorong dada Raga pelan.

TITIK SATUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang