Siang itu Indra sedang menghabiskan waktunya untuk memeriksa banyak folder di laptopnya, setidaknya untuk merapihkan isi-isi foldernya agar lebih tertata. Itu adalah kebiasaan yang datang setelah ia mengenal Anaya, setelah Anaya ngomel bahkan mempertanyakan kredibelitasnya sebagai seorang pimpinan di perusahan besar ini. Indra sudah 4 tahun menetap di Indonesia. Sejak usia Indra yang ke-10 hingga usianya yang ke 29 Indra harus tinggal di Amerika. Meskipun Indra sudah dibiasakan untuk memimpin perusahaan besar, tetapi kebiasaan buruk Indra selalu sama dan berulang, yaitu seenaknya sendiri, tidak teratur, dan tidak mau dibebankan sesuatu. Itulah faktor-faktor masalah yang ada pada pribadi Indra, bahkan di usianya yang ke-27 dia sempat kabur dari pengawasan orang tuanya karena ingin bebas dari banyak tekanan. Tidak sedikit sikap Indra yang pada akhirnya sangat mempengaruhi citra peusahaan dan juga mampu merugikan perusahan, namun sebenarnya keberhasilan Indra dalam mengatur perusahan jauh lebih banyak menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Ketidakstabilan Indra lah yang kemudian membuat orang tuanya terpaksa untuk membawa Indra ke Indonesia dan menyuruhnya meminpin perusahaan di Indonesia.
Pertama kali mengenal Anaya adalah saat Anaya membantu Indra untuk menghandle sebuah proyek yang mampu membuat calon mitra kerja tertarik dengan cara penjelasannya. Di sisi lain Indra terkejut dengan sikap Anaya yang sangat tampak profesional di depan klien tapi sangat hangat dan humble dengan sesama rekan kerja. Pesona Anaya semakin menjebak Indra saat Anaya berani memarahi Indra, bahkan mengomelinya hingga 3 kali dalam 1 hari karena keterlambatan Indra, kecerobohan Indra, dan emosional Indra yang tiba-tiba meledak pada saat rapat dengan klien berlangsung. Di tengah kekacauan itulah Anaya mampu menengahi bahkan menggantikan Indra pada saat itu. Sejak saat itu Indra benar-benar semakin jatuh hati pada Anaya. Jujur saja, Indra terkejut saat mengetahui bahwa Anaya sudah memiliki seorang kekasih yang sering menjemputnya di depan kantor. Indra benar-benar merasa kecolongan dan kalah.
Pada saat jatuh cinta itu memang dunia nampak semuanya indah, bahkan status pun bukan menjadi masalah asal belum jadi milik orang lain secara sah, maka Indra masih terus berusaha untuk mendekati Anaya. Kedekatan itu sepertinya belum mampu mentransfer segala pemahaman Anaya bahwa Indra yang selalu baik hati pada Anaya adalah laki-aki yang sangat tertarik pada Anaya. Indra pikir puncak kekalahannya adalah pada saat ia harus dengan rela sepenuhnya membiarkan Anaya bersanding bahagia dengan laki-laki lain. Indra sangat berharap bahwa laki-laki itu dapat membahagiakan perempuan yang begitu Indra cintai, namun, kejatuhan Indra terbesar adalah membiarkan Anaya bersama laki-laki itu.
DIBOHONGI DAN DIKHIANATI ADALAH DUA HAL YANG PALING TIDAK DISUKAI OLEH PEREMPUAN, HINGGA BUKAN TIDAK MUNGKIN RASA KASIH SEORANG PEREMPUAN ITU AKAN LENYAP, SISANYA HANYA SAKIT DAN KESEPIAN.
Sungguh kerugian besar menyerahkan Anaya dengan mudah, sementara pada akhirnya Indra harus mengorbankan perasaannya. Pada waktunya Indra harus membunuh perasaan kasih pada Anaya, sampai ke akar-akarnya, agar Anaya bahagia sepenuhnya tanpa ego dan ambisi Indra yang mengancam untuk memiliki Anaya.
"Refsa, nanti laporan dari Anaya kamu serahkan ke saya ya.." intruksi Indra setelah rapat perusahan berlangsung. Refsa yang merupakan sekretaris Indra sedikit bingung dengan perintah yang diberikan oleh Indra karena biasanya Anaya sendiri sebagai Finance Director yang memiliki akses langsung untuk ke Indra tanpa celah. Indra sendiri yang memutuskan itu.
"Baik Pak.." Kata Refsa.
Anaya yang mendengar itu sedikit terkejut karena perubahan sikap Indra padanya. Jujur, Anaya merasa tidak nyaman dengan sikap Indra yang tiba-tiba mengacuhkannya begitu saja. Profesionalitas kerja menghalangi Anaya untuk bertanya secara intens pada Indra.
=========================
"Refsa.." Sapa Anaya pada seorang perempuan muda yang sedang sibuk dengan laptopnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kesempatan?
RomanceSeorang laki-laki yang berusaha memperbaiki kesalahannya kepada perempuan yang pernah ia curangi
