Akhiri Saja

565 14 0
                                        

Anaya termangu di dalam mobil. Rasanya Anaya benar-benar yakin bahwa yang ia lihat sebelumnya adalah suaminya, Fakhri. Tapi Anaya juga tidak bisa meyakinkan dirinya apakah itu benar Fakhri atau bukan.

"Mikir apa Nay?" Tanya Tante Reina.

"Ndak Tante.." ujar Anaya sambil mengambil HP yang ada di dalam tasnya.

Anaya meraih HP-nya dari dalam tas kecilnya.

"Mas dimana?" Tanya Anaya dalam pesan yang ia kemudian kirim kepada suaminya, Fakhri.

Raut muka Anaya yang tampak gelisah cukup jelas bagi tantenya.

"Masih mikirin yang tadi?" Tanya Tante Reina.

"Rasanya tadi itu Mas Fakhri Tante.." ujar Anaya.

"Terus? Kalau semisal itu benar-benar Fakhri.. mau apa Nay?" Tanya Tante Reina.

"..." Diam. Seolah Anaya enggan untuk menjawab apa yang ditanyakan oleh Tante Reina.

"Tante tidak tahu, harus bagaimana.. dan dari mana ngomongnya.. Kita sudah bicarakan soal ini sebelumnya Nay... dan akhirnya Tante dan om kamu setuju atas apa yang kamu yakini.." ujar Tante Reina yang sedang mengemudi.

"Ini tentang apa Tante?" Tanya Anaya.

"Tentang siapa?" Tanya Anaya lagi.

"Siapa lagi kalau bukan suami kamu Nay..... Fakhri..." Jawab Tante Reina.

Anaya menghela nafas, seolah-olah Anaya tidak ingin membahas suaminya.

"Kamu menginap di rumah saja Nay? Atau bagaimana?" Tanya Tante Reina mencoba membahas hal lain.

"Sepertinya pulang saja Tante..." Jawab Anaya.

Tante Reina mengangguk.

******
.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Om Aldi sedang menerima beberapa orang tamu, sepertinya tamu-tamu penting, saat istrinya, Tante Reina melewati ruang tamu, tampak wajah kesal istrinya membuat ia menghentikan obrolannya.

"Sebentar ya, istri datang..." ujarnya dengan senyuman.

Balasan anggukan dari beberapa tamunya itulah yang kemudian membawa Om Aldi melangkah menuju istrinya yang sedang di dapur.

"Kenapa?" tanya Om Aldi.

Tante Reina menuangkan air putih pada gelas yang sudah ia siapkan di hadapannya.

"Gimana keadaannya Anaya?" tanya Om Aldi setelah pertanyaan sebelumnya tidak dijawab.

Tante Reina hanya menghela nafas berat.

Om Aldi mendekat pada istrinya dan menggenggam tangan Tante Reina.

"Ada apa?" tanya Om Aldi lagi.

"Ada masalah dengan kandungan Anaya?" tanya Om Aldi mencoba untuk memahami raut gusar istrinya.

Tante Reina menggeleng.

"Terus? Kalau tidak ada masalah sama kandungannya Anaya, kamu kenapa?" tatap Om Aldi.

"Fakhri.." satu kata yang keluar dari mulut Tante Reina membuat dahi Om Aldi berkerut.

Tante Reina menatap lekap suaminya itu.

"Kenapa laki-laki itu? Kamu melihat dia berdua dengan istrinya yang lain atau kamu melihat kebersamaan laki-laki itu dengan keluarganya yang lain?" ujar Om Aldi yang enggan menyebut nama Fakhri.

"Aku tadi lihat mereka di klinik dear..." kata Tante Reina yang membalas tatapan suaminya.

"Loh.. Anaknya sakit lagi..?" tanya Om Aldi seperti terkejut.

Kesempatan?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang