Happy Reading All!!!
Gimana kabar nya? Baik kan?
Kalau sudah baca, vote sama comment nya jangan lupa.
Luv yu!
Semua penghuni warung terdiam, saat Altair datang, dengan memakai jaket hitam serta motor besar nya. Altair menstandart motor nya, berjalan kemudian duduk di sebelah rigel.
"Dari mana lo? Tumben baru dateng?" Tanya Rigel seraya menatap Altair.
"Dari les privat," jawab Altair. Detik kemudian ia memesan kopi kepada pak soman, yang mendapat acungan jempol dari nya.
"Dapet hidayah dari mana lo? Biasa nya aja ajak kita sesat." Rigel berkata dengan santai, seraya meminum kopi nya.
"Bunda gue kelewat maksa untuk kali ini," ucap Altair seperti tertekan lahir dan batin.
"Guru lo siapa? Jangan bilang bu Cantika," ujar Orion ngawur.
"Mending kalau bu Cantika."
"Emang siapa sih? Perasaan nggak ada yang mending kalau harus berhadapan sama bu Cantika," balas Archer.
"Lyra."
"Haa Lyra?" Ucap Archer, Rigel, dan Orion bebarengan.
"Buta kali lo Al kalau mending bu Cantika! ya mending Lyra jauh lah!" Ucap Rigel tak habis pikir dengan teman nya yang memiliki pemikiran sebesar biji kacang.
"Ya, lo nggak ngrasain gimana di tutor in sama si Lyra, cerewet nya ngelebihin ibu-ibu komplek deket rumah gue," celetuk Altair.
"Menurut lo, bu Cantika kalem?" Tanya Orion kepada Altair.
"Nggak ada kalem-kalem nya bre, dia pencak muluk perasaan, kerjaan nya suka caper sama lo," imbuh Orion sendiri jengah jika membayangkan kelakuan bu Cantika.
"Bu Cantika kalem, gue otw angkat pesawat," sahut Rigel.
"Gue telepon bu Cantika sekarang, suruh dia kalem, biar lo angkat pesawat." Archer sudah bersiap-siap mengangkat ponsel nya dan mencari nama bu Cantika disana.
Rigel memandang Archer dan mengendikkan bahunya acuh. "Yaudah telepon sono, kalau lo mau di anggep penggemar bu Cantika, inget kan si Orion kemarin telepon sekarang dia dianggep penggemar nya," ucapan Rigel sontak membuat Archer mengurungkan niat nya, memikirkannya kemudian melihat Orion.
Orion yang menjadi bahan perbincangan langsung melihat ketiga teman nya secara bergantian, kemudian menghembuskan napas nya kasar. "Kalau bukan si pak Arman yang maksa gue telepon bu Cantika, buat ambilin rotan nya, gue nggak bakal mau," ucap Orion kemudian melesu.
"Nggak usah lesu gitu, di anggap penggemar cewek tercantik di SMA Galaxy harus nya bersyukur," balas Altair kemudian tertawa.
"Anjir lo Al! Gue sumpahin besok lo berurusan sama si cantik," ujar Orion.
"Sayang nya, sumpah lo nggak pengaruh di gue."
Pak Soman datang dengan membawa satu cangkir kopi, lalu diletakkan di depan Altair. "Makasih pak, gratis kan?" Tanya Altair tidak tau malu.
Orion menatap Altair tak percaya. "Gue sumpahin lo miskin beneran Al, udah tau lo itu anak orang kaya pakek banget, masa minta gratisan." Orion berkata dengan menggelengkan kepala nya, bingung dengan Altair yang tidak tau malu.
Altair melihat Orion kemudian memutarkan cangkir kopinya. "Gue kan udah bilang, sumpah lo nggak berpengaruh di gue." Balas nya santai.
Altair kemudian melihat pak kumis yang masih berdiri di samping Altair. "Padahal yang gue mintain gratis pak kumis, yang ribet si oon," ucap Altair kepada pak kumis lalu meminum kopi nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAIR
Teen FictionCeritanya sederhana, tentang seorang gadis bernama Lyra Raneysha Sahreza yang harus jatuh cinta kepada Altair Andromeda Abercio Rogger. Cowok dengan kesempurnaan duniawi. Altair selalu menolong Lyra karena ia adalah orang baik menurutnya. Altair tid...
