Part 47. Rooftop again🔥

882 24 6
                                        

Happy Reading All!!!
Gimana kabar nya? Baik kan?
Kalau sudah baca, vote sama comment nya jangan lupa.

Luv yu!

"Semua tentangmu akan selamanya abadi, Altair."
~Lyra Raneysha Sahreza
.
.
.
🌻

Part 47. Rooftop again

Lyra berlari menyusuri koridor, sampai-sampai ia menabrak seseorang membuatnya terjatuh sedikit keras. Sebuah tangan membantu Lyra dengan memegang bahu Lyra untuk berdiri. "Lo nggak pa pa Ra?" tanyanya lembut.

Dengan cepat Lyra melepas pegangan itu secara perlahan. "Gue nggak apa-apa Van."

Devan yang berjalan santai terlonjak kaget saat dirinya ditabrak Lyra dengan keras, ia khawatir saat Lyra terjatuh, ia tak ingin terjadi apa-apa dengan gadis itu.

"Lari-lari jangan di sini Ra, bahaya, banyak orang, nanti lo nabrak kayak kejadian tadi," ujar Devan lembut.

"Gue buru- buru Van, maaf ya, gue pergi dulu." Lyra dengan cepat berlari kembali membuat Devan menggelengkan kepalanya perlahan.

Lyra dengan cepat menuju rooftop sekolah, ia tidak ingin mengulur waktu untuk bertemu dengan Altair.

Lyra membuka pintu rooftop dengan keras, ia berhenti sejenak untuk menetralkan napasnya, dilihatnya Altair berada di ujung rooftop membuat Lyra berjalan santai menuju tempat tersebut.

"Lo sudah lama Al, maaf ya kalau nunggu lama," ujar Lyra dengan napas yang masih memburu.

"Ngapain lo kesini?"

Lyra mengernyit tidak paham. "Gimana sih, lo lupa tadi pagi kan, lo yang minta gue buat kesini."

"Nggak jadi."

"Nggak jadi pun, gue akan tetap disini, pengen deket sama lo," ujar Lyra dengan senyumannya.

"Kenapa nggak deket sama Devan aja," ujar Altair ketus.

"Devan?"

Lyra menjentikkan jarinya paham. "Oh, gue nggak ada janjian sama Devan, tadi gue jatuh, nabrak dia, soalnya gue lari buru-buru pengen ketemu lo."

"Oh."

Lyra menghembuskan napasnya kasar, serasa ia ingin membanting Altair ditempat. "Pacar lo nanti cemburu liat lo sama gue, mending lo pergi," imbuh Altair.

"Pacar? Siapa pacar gue? Adanya calon pacar."

"Devan."

Lyra tertawa sumbang seraya memukuli lengan Altair. "Al, gue sama Devan itu temen, bukan pacar."

"Kenapa nggak lo akui?"

"Mau di akui bagaimana, orang nggak pacaran, gue kan sukanya sama lo, kenapa jadi ke Devan sih," ujar Lyra yang masih dengan tawa sumbangnya.

"Lo pernah bilang sayang ke dia, itu sudah menunjukkan lo suka dia," jawab Altair seraya menatap Lyra malas.

"Kapan gue pernah bilang sayang ke Devan?"

Altair terdiam, membuat Lyra berpikir, sampai suatu kejadian ia teringat. "Oh itu, gue bilang sayang sebagai teman nggak lebih."

"Mana ada sayang sebagai teman," jawab Altair saat merasa alasan dari Lyra kurang masuk akal.

"Ada, gue sayang sama temen- temen yang sudah baik sama gue, menurut gue, rasa sayang nggak harus berupa cinta untuk di ungkapkan ke pasangan Al, temen juga boleh."

ALTAIRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang