Part 45. Ketulusan🔥

735 27 1
                                        

Happy Reading All!!!
Gimana kabar nya? Baik kan?
Kalau sudah baca, vote sama comment nya jangan lupa.

Luv yu!

"Salah jika aku bertahan?"
~Lyra Raneysa Sahreza
.
.
.
🌻

Part 45. Ketulusan
"Lyra." Seseorang memanggil Lyra membuat ia menoleh kebelakang, terdapat Devan disana yang tengah menatapnya sembari tersenyum begitu lebar. 

"Iya Van, ada apa?" Tanya Lyra sembari berhenti.

"Ayo temani gue ke mall Ra," ujar Devan diikuti dengan cengiran khasnya.

Dalam hati, Lyra ingin menolak, namun, Devan sudah membantu banyak dirinya dan keluarganya. Lagipula hanya menemaninya ke mall, apa salahnya, pikir Lyra. "Boleh."

Lyra berjalan bersampingan dengan Devan, mereka menuju parkiran tempat mobilnya berada. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Altair bersama dengan Gracia disebelahnya. "Lyra," sapa Gracia ramah seraya melambaikan tangannya.

Lyra tersenyum singkat. "Hai, lo mau pulang?" Tanya Lyra dibarengi dengan senyumannya.

"Iya nih, sama Al," ujar Gracia seraya menggandeng lengan Altiar tiba-tiba. Lyra yang melihat adegan tersebut hanya bisa tersenyum sembari menahan cemburu, ia tidak suka jika Gracia dekat dengan Altair, namun, ia sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa Altair.

Altair menatap semuanya datar, ia melepas tangan Gracia yang bergelendotan ditangannya, kemudian ia melenggang pergi menuju motornya yang tidak terparkir jauh dari sana.

"Aku duluan Ra, udah ditinggal Altair," ujar Gracia seraya berjalan dan melambaikan tangannya.

Lyra pun membalas lambaian itu, detik kemudian senyum yang ia perlihatkan kepada Gracia luntur, bolehkah ia membenci orang sebaik Gracia, hanya karena ia cemburu? 

"Ra," ucap devan yang sedari tadi masih berada disebelah Lyra. "Eh iya Van?" Tanya Lyra seraya menetralkan pikirannya kembali.

"Segitunya lihat mereka, romantis ya mereka?" Pertanyaan Devan membuat mood Lyra semakin anjlok, ternyata banyak sekali yang mendukung hubungan Altair dengan Gracia.

"Iya mereka serasi banget," balas Lyra seadanya.

"Mereka itu..." Ujar devan yang langsung dipotong Lyra cepat.

"Kita jadi ke mall nggak Van?" Tanya Lyra mengalihkan pembicaraan, jujur ia tidak suka jika ada yang membahas hubungan antara Altair dan Gracia.

"Oh iya." Devan menepuk jidatnya seraya membuka pintu mobilnya. "Silakan masuk tuan putri," ujar Devan yang membuat Lyra memasuki mobilnya dengan tersenyum, Ada-ada saja Devan ini.

***

"Al, nggak mampir dulu?" Tanya Gracia lembut.

"Nggak," jawab Altair datar.

"Al, kamu suka Lyra ya?" Tanya Gracia tiba-tiba yang membuat Altair menoleh kearahnya cepat.

"Nggak."

"Kamu kayak kelihatan nggak suka gitu, liat Lyra sama cowok tadi," ujar Gracia.

"Biasa aja."

Gracia tersenyum. "Aku berharap kamu beneran nggak cemburu Al, aku nggak mau benci sahabat aku hanya karena laki-laki." ujar Gracia.

"Hmm, gue pamit," ujar Altair seraya memakai helm fullface nya.

"Okee, hati-hati dijalan Al, jangan ngebut, kalau sampai rumah kabari ya," ujar Gracia setengah berteriak karen motor Altair yang sudah melaju.

ALTAIRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang