Part 37. Sandwich🔥

752 18 0
                                        

Happy Reading All!!!
Gimana kabar nya? Baik kan?
Kalau sudah baca, vote sama comment nya jangan lupa.

Luv yu!

"Yang ganteng banyak, tapi yang kayak kamu langka, produknya limited edition."
~Lyra Raneysha Sahreza.
.
.
.
🌻

37. Sandwich.

Lyra melambaikan tangan kanannya, sebuah angkot berhenti di depannya. Ia masuk dengan perlahan, terlihat disana banyak ibu-ibu yang ingin kepasar, bapak-bapak yang akan bekerja, sudah dipastikan baunya sangat bercampur aduk.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Lyra sampai disekolahnya. Ia memberikan uang receh kepada supir angkot tersebut dan terhitung pas. Sebelum pergi, ia mengucapkan terimakasih.

Lyra berjalan perlahan memasuki area sekolahnya, terlihat di parkiran segerombol gadis dengan penampilan yang nyentrik tengah menatapnya.

"Woi miskin, sini lo!" ujar gadis itu memaki, setelah mengucapkan itu, ia tertawa bersama kedua temannya.

Lyra hanya menatapnya datar kemudian melenggang pergi, membuat ketiga gadis itu menghadang jalan Lyra.

"Mau kalian apa?" tanya Lyra malas.

"Nggak mati sekalian lo, miskin," ujar gadis itu lagi yang kini tengah mengibaskan kipas mininya.

"Karena gue pengen nyumpel mulut nggak di didik lo itu dengan dolar dulu mon," jawab Lyra santai.

"Berani lo sama gue?" tanya Monica tajam.

"Kenapa gue harus takut sama anjing, bukannya anjing yang harus takut sama gue?" tanya Lyra seraya mengangkat kedua alisnya.

Monica dengan kasar mendorong Lyra tepat di lengan kirinya membuat ia mundur beberapa langkah. Namun, tubuh kecil tersebut ditahan seseorang membuat ia tidak terjatuh. Lyra mendongak menatap mata manik seorang laki-laki yang kini menatap Monica tajam.

"Merasa tersaingi lo? Sampai ngelakuin hal itu?" tanya cowok itu dingin.

"Kenapa lo belain cewek miskin itu Al, lo, suka sama dia?" tanya Monica.

"Bukan urusan lo gue suka apa nggak sama dia, pergi lo," celetuk Altair.

Monica nampak dengan wajah kesalnya, ia berjalan dengan menghentakkan kakinya keras.

"Betah banget lo, pegang gue?" tanya Lyra membuat pegangan Altair ia lepas seraya mendorong tubuh Lyra pelan.

"Lo yang modus di gue," ujar Altair.

Lyra mengangkat satu alisnya. "Yakin gue yang modus? Bukannya lo yang pegang-pegang gue," balas Lyra.

Altair menatap Lyra datar. "Rugi gue nangkep lo, kayaknya jatuh lebih asik," celetuk Altair

"Tega lo sama gue, tega sama wanita," ujar Lyra.

"Masih seperti kodratnya, wanita tidak mau kalah," ujar Altair.

"Hah?"

"Hah hoh hah hoh, lola banget lo, perasaan yang kena pisau tangan lo yang bermasalah otak lo," celetuk Altair malas.

ALTAIRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang