Happy Reading All!!!
Gimana kabar nya? Baik kan?
Kalau sudah baca, vote sama comment nya jangan lupa.
Luv yu!
"Kamu terlalu indah untuk tergantikan."
~Lyra Raneysha Sahreza.
.
.
.
🌻
Part 42. Bianglala
Mobil Altair menembus jalanan ibu kota. Jam menunjukkan pukul 19.00
"Lo, ada acara malam ini Al?" Lyra membuka suara, sontak membuat Altair melihat Lyra sekilas kemudian pandangan tertuju kedepan kembali.
"Nggak."
"Lo, mau gue ajak nggak?" tanya Lyra.
"Kemana? KUA?" Mengingat Lyra selalu mengajak Altair untuk ke KUA, pikiran Altair langsung tertuju kesana.
Lyra terkekeh. "Hahaha, kalau lo mau, ya, ayo."
"Nggak!"
"Besuk Minggu aja deh Al, mumpung kita libur," ujar Lyra.
Altair melihat Lyra datar. "Ini masih hari senin, ada waktu 5 hari lagi," ujar Lyra gembira.
Altair menggelengkan kepalanya. "Sakit lo."
"Gue nggak sakit, gue sehat kok," jawab Lyra.
"Sakit jiwa."
Lyra mengerucutkan bibirnya kesal. "Eh, Al, nanti di depan belok kiri ya," ujar Lyra.
"Lo mau ajak gue nyimpang?" tanya Altair.
"Dih, nggak!" jawab Lyra tidak santai.
"Siapa tau, saking cintanya sama gue, lo mau memperkosa gue," celetuk Altair tanpa filter.
"Duh, mulutnya minta di tendang," ujar Lyra dengan datar.
"Hmm."
"Nah itu di depan berhenti," ujar Lyra saat mobil Altair sudah berbelok kekiri.
Altair menginjak rem, dan mobil pun berhenti. "Ngapain kesini?" tanya Altair.
"Udah ikut gue aja," cetus Lyra yang langsung pergi keluar.
Altair melihat sekeliling dengan banyaknya wahana dan permainan disana. "pasar malam?" tanya Altair yang membuat Lyra mendoangak melihat Altair yang berada di sampingnya.
"Iya, naik bianglala yuk," ujar Lyra yang langsung menarik tangan Altair.
Lyra dan Altair pun naik bianglala tersebut. Bianglala pun berputar, saat sampai di puncak, wahana tersebut berhenti, yang membuat dari beberapa penumpang disebelahnya berteriak.
Lyra dan Altair duduk berhadapan, Lyra memandang keluar, sangat tinggi, ia pun memandang ke langit terlihat disana banyaknya bintang dan bulan.
"Lo nggak takut?" tanya Altair.
Lyra menoleh menatap Altair. "Enggak, eh liat itu deh Al, bagus banget ya," ujar Lyra menunjuk bulan yang berbentuk bulat sempurna.
Altair melihat arah tunjuk Lyra. "Kayak bulan."
Lyra menatap Altair datar. "Lo kalau punya pacar nggak ada romantis-romantisnya, padahal kalau orang yang pacaran itu harus romantis dan puitis, bulan itu penggambaran yang sangat mudah," ujar Lyra.
"Lo bukan pacar gue," balas Altair datar.
"Kan mau jadi suami, besuk Minggu." Lyra berucap sembari menatap kebawah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAIR
Novela JuvenilCeritanya sederhana, tentang seorang gadis bernama Lyra Raneysha Sahreza yang harus jatuh cinta kepada Altair Andromeda Abercio Rogger. Cowok dengan kesempurnaan duniawi. Altair selalu menolong Lyra karena ia adalah orang baik menurutnya. Altair tid...
