Happy Reading All!!!
Gimana kabar nya? Baik kan?
Kalau sudah baca, vote sama comment nya jangan lupa.
Luv yu!
Seorang laki-laki berjalan santai memasuki rumah nya, tidak lupa seragam abu-abu putih yang keluar tak beraturan, 2 kancing baju atas tidak di kaitkan, lengan baju nya yang di lipat, dan tas yang di bawa menggunakan satu tangan. Dia adalah Altair Andromeda Abercio Rogger.
Ia menaiki tangga dengan cool nya, sampai di anak tangga kedua ia berhenti karena seseorang memanggil nama nya dari ruang keluarga.
"Altair," panggil nya.
Altair menoleh, ia melihat ayah nya Elard dan bunda nya Zia, yang sedang duduk santai di ruang keluarga.
"Ayah, sama bunda sejak kapan disitu?" Tanya Altair santai.
"Lain kali kalau masuk rumah pakai salam," cetus Elard.
"Lupa, iya nanti kalau inget."
"Sini dulu, ayah mau bicara," ujar Elard yang membuat Altair berjalan malas kearahnya. Altair duduk di sofa dekat Elard dan Zia, sudah di pastikan Altair akan di ceramahi.
"Kamu buat kesalahan apa lagi, di sekolah?" Tanya Elard intens kepada Altair, yang di tanya hanya duduk santai, dengan kepala bersenderkan sofa.
"Nggak ngapa-ngapain," jawab Altair enteng.
"Ayah dapat info kenakalan kamu lagi di sekolah, dan ini bukan yang pertama kali nya Al, tapi yang kesekian kali nya. Ayah bakal kasih kamu hukuman," ucap Elard tegas.
Altair menghembuskan napas nya kasar. Jika bukan ulah dari kepsek dan guru bk nya yang baper akan tingkah nakal nya di sekolah, ia tidak mungkin mendapatkan hukuman dari ayah nya. Hanya perkara tadi pagi ia menabrak gerbang utama sekolah sampai rusak, itu pun juga salah satpam nya tidak mengizinkan Altair masuk gegara dia terlambat.
"Ayah mau hukum apa? Bantuin ayah? Atau bantuin bunda?" Tanya Altair malas.
"Bantuin bunda kamu," ucap Elard yang membuat Altair tersenyum senang. Secara, ia hanya membantu bunda nya bukan dengan ayah nya. Bisa menjadi santapan enak jika dengan ayahnya.
"Bantuin apa?" Tanya Altair.
"Urus restoran bunda," balas Elard yang membuat Altair semula tersenyum begitu lebar mendadak menjadi datar.
"Al nggak mau!" Ucap Altair tidak santai.
"Mau nggak mau harus jalani, itu hukuman dari ayah dan bersifat wajib di kerjakan," balas Elard
"Males yah, nggak mau pusing," celetuk Altair dengan wajah malasnya.
"Kamu pilih semua fasilitas ayah sita? Atau urus restoran bunda kamu?"
"Milih fasilitas Al nggak disita, dan nggak urus restoran bunda," balas Altair yang membuat Elard menghembuskan napas nya kasar.
"Milih salah satu Al!" Ucap Elard tegas.
"Tadi suruh milih, ya itu pilihan Al yah," cetus Altair.
"Jangan bikin ayah kamu emosi Al," nasehat Zia lembut dengan mengelus lengan Altair.
Altair menoleh kearah bundanya yang berada disamping kiri. "Al nggak bikin ayah emosi bunda."
"Oke, ayah bakal sita semua fasilitas yang ayah berikan buat kamu," final Elard.
"Iya-iya, Al bakal urus restoran bunda," putus Altair. Ia tidak suka jika harus mengurus restoran bunda nya, tapi ia juga tidak bisa hidup tanpa fasilitas itu semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAIR
Teen FictionCeritanya sederhana, tentang seorang gadis bernama Lyra Raneysha Sahreza yang harus jatuh cinta kepada Altair Andromeda Abercio Rogger. Cowok dengan kesempurnaan duniawi. Altair selalu menolong Lyra karena ia adalah orang baik menurutnya. Altair tid...
