Part 46. Love you🔥

858 21 0
                                        

Happy Reading All!!!
Gimana kabar nya? Baik kan?
Kalau sudah baca, vote sama comment nya jangan lupa.

Luv yu!

"I will never stop loving you, Altair."
~Lyra Raneysha Sahreza
.
.
.
🌻

Part 46. Love You

"Altair?" Lyra bergumam.

Altair bersama Archer masuk kedalam ruang rawat inap Rita. Tatapan Altair yang begitu datar membuat Lyra sedikit takut.

Altair menatap Lyra datar. "Ikut gue." Setelah berucap, Altair keluar ruangan.

Lyra dengan wajah bingungnya melihat Archer. "Lo temui dia, gue yang jaga ibu lo," ucap Archer.

Lyra tersenyum kemudian melenggang keluar. Terlihat Altair yang duduk di kursi rumah sakit membuat Lyra berjalan mendekati ke arah kursi dengan sedikit gemetar. Ia duduk di sebelah Altair.

"Ada apa Al?"

Pandangan Altair lurus kedepan tanpa melihat Lyra sedikit pun. "Kenapa lo nggak bilang?" Tanya Altair dengan nada dinginnya.

Lyra mengernyit tidak paham. "Maksud lo apa Al?"

"Ayah." Satu kata dari Altair membuat Lyra paham.

"Menurut gue, lo nggak perlu tau Al, ini resiko yang gue tanggung."

"Menyangkut gue dan ayah gue, jelas gue perlu tau," jawab Altair seraya menatap mata manik Lyra tajam.

"Gue yakin, lo udah dapat cerita dari Archer secara lengkap, gue nggak perlu buat cerita lagi Al, padahal gue udah mewanti Archer untuk tidak cerita, ternyata nggak bisa dipercaya itu anak." ucap Lyra.

"Untung lo sembunyiin dari gue apaa?"

Lyra menghembuskan napasnya perlahan. "Gue nggak mau lo semakin bermasalah sama ayah lo."

"Setelah apa yang lo alami, dan dapat ancaman bokap gue kenapa masih bertahan buat deketin gue?" tanya Altair.

Lyra tersenyum. "Gue pernah bilang kan sama lo, kalau gue bakal jauhin lo kalau lo udah suka sama orang lain, gue bisa bersaing sama perempuan yang suka sama lo tapi gue nggak bisa bersaing sama perempuan yang lo suka."

"Sedangkan ayah lo, itu bukan halangan buat gue perjuangin cinta gue Al."

Altair terdiam ia tertegun dengan perkataan Lyra. "Sesuka itu sama gue?"

"Ya iya lah boy, boy, masih bisa-bisa nya lo nanya gitu," ucap Lyra dengan wajah dan nada tengilnya. Sontak membuat Altair tersenyum smirk.

"Gue lebih suka lo gini, daripada jadi sad girl."

Lyra memandang wajah Altair dengan tawanya. "Lo suka gue Al? Bener lo suka gue?" tanya Lyra dengan nada pedenya.

Altair melirik Lyra dengan wajah datarnya. "Nggak usah halu."

Lyra mulai tersenyum senang, moment ini yang Lyra tunggu, moment dimana ia bisa tertawa bersama Altair. Lagi.

Lyra meremas perutnya yang tiba-tiba terasa sakit kembali. Gerakan Lyra sontak membuat Altair menoleh ke arahnya.

"Kenapa lo?"

Lyra melepas remasan diperutnya. "Nggak pa pa."

Setelah berucap tubuh Lyra melemas dan ambruk di lengan Altair. Altair mencoba menggoyangkan tubuh Lyra kemudian menepuk pipinya. Detik kemudian Altair membawa Lyra untuk menuju UGD.

ALTAIRCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang