Hai-hai ADARADEWA comeback..
Kangen nggak sama mereka??
Jangan lupa vote sebelum baca...

***
"Dewa, bisa nggak hargai aku di depan rekan-rekan kamu? Bagus begitu? Kamu bukan hanya mempermalukan aku, tapi kamu juga mempermalukan Papah, dia Komandan kamu, Dewa!" Entah datang dari mana, Selina kini sudah berada di depan Dewa. Menghadang cowok itu yang sedang terburu-buru untuk menyelamatkan korban lain.
Dewa terkekeh, geleng-geleng kepala lalu memutar bola matanya. "Kamu ini seorang dokter atau pelawak, Sel. Lucu sekali mendengar pertanyaan bodohmu itu. Tempo hari aku sudah mengatakan bahwa aku akan bersikap baik, hanya di depan Papah kamu dan Ayah aku. Hanya dengan mereka. Kamu pikun juga ternyata."
"Dewa! Kamu nggak mikir perasaanku sama sekali. Aku sakit hati dengan ucapan kamu!"
Dewa mendekat, memposisikan wajahnya di samping telinga Selina. "Jangan merasa paling tersakiti. Aku jauh lebih sakit. Dan diatas aku, masih ada Dara. Dia yang paling terluka di sini. Kamu cukup menganggu kehidupan pribadiku. Jangan sampai kamu menganggu kehidupan militerku, Sel. Aku datang ke sini untuk bertugas, bukan untuk melayani kamu. Si manja dan pengadu!" bisiknya.
Rekannya dari kejauhan sudah memanggil, Dewa lalu berlari cepat meninggalkan Selina. Gadis itu masih berdiri mematung, mengepalkan tangan. Mungkin rekan kerja mereka akan berpikir bahwa Selina dan Dewa sedang saling sapa mengatakan kalimat sayang seperti pasangan pada umumnya. Namun pada nyatanya, keduanya saling beragumen, menyuarakan kebencian masing-masing.
Selina yang benci diremehkan, dan Dewa yang benci diganggu kehidupannya.
"Dara... Dara... Dara... kenapa lo nggak mati aja! Brengsek!"
"Gue nggak akan biarin lo hidup tenang, Ra. Lo harus menyusul orang tua lo secepatnya! Peduli setan tentang ancaman Dewa. Gue nggak perlu pake tangan gue sendiri!"
Saat berbalik badan, ada Shanna yang sedang bersedekap dada dibalik Tenda. "Eh, dokter Shanna. Kenapa?" tanya Selina gugup.
"Mau ambil boneka buat tenangin balita yang nangis. Kasian mereka, orang tuanya belum ditemukan," jawab Shanna.
"Eh ayo, aku juga mau ambil buku mewarnai buat mereka." Selina merangkul lengan Shanna. Dia berharap wanita itu tidak mendengar semua yang dia ucapkan tadi mengenai Dara.
***
Waktu berjalan begitu cepat. Saat langit sudah menggelap, pencarian korban juga dihentikan. Suara angin malam mulai menyisir tenda-tenda peristirahatan. Ada yang sudah terlelap, ada pula yang masih membuka mata lebar-lebar. Termasuk Dewa.
Pukul sebelas malam, saat matanya tak kunjung mengatup sempurna, Dewa akhirnya keluar dari tenda. Lampu remang tenda pengungsian dan bulan di atas menjadi sumber cahaya yang membelah gelap dan sunyinya sekitaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
ADARADEWA2 [END]
Novela JuvenilNiat pergi untuk kembali menjadi pribadi yang lebih baik sepertinya tidak akan berjalan dengan mudah. Adara dibuat kaget saat mengetahui Radewa sang mantan kekasih akan melangsungkan pertunangan belum genap sehari sesampainya dia di Indonesia. Cint...
![ADARADEWA2 [END]](https://img.wattpad.com/cover/298451157-64-k291219.jpg)