Agak ga pd sama cerita pertamaku🥲
____
"Hujan" Gumam Aerin.
"Nio udah berangkat duluan lagi, kena ujan ga ya anak itu"
Aerin mengadahkan tangannya dan mendongak keatas melihat awan. Rintik-rintik hujan terasa membasahi tangannya. Air itu menggelitik seperti tengah menari di atas tangannya.
Aerin tersenyum merasakan itu.
Namun saat mengingat kembali jam yang dirinya lihat di dinding tadi, dengan cepet Aerin menarik tangannya dan memasang raut cemas.
"Terobos aja lah" gumam Aerin.
Aerin berjalan ke luar rumah dan mengunci pintu. Ia menutup atas kepalanya dengan kedua tangan dan berjalan terburu-buru untuk sampai pada halte bus didekat rumahnya.
perjalanan memakan waktu 20 menit.
Se-sampainya di sekolah, dengan sedikit tergopoh-gopoh, Aerin berjalan ke dalam sekolah. Cewek itu sedikit telat karena jalanan yang macet.
"Untung gerbang belum ditutup" Aerin bernapas lega.
Ia berjalan menuju kelasnya dengan santai. Disekolahnya berada, setiap hari akan ada apel pagi. Namun dikarenakan hujan, apel mungkin tidak jadi dilaksanakan.
"Rin, udah pr matematika?" Tanya Vini saat Aerin baru saja mendudukan bokongnya di kursi.
"Udah"
Aerin duduk, kemudian langsung menelungkupkan kepalanya ke meja lalu tidur.
Aerin itu termasuk orang yang malas, malas ngapa-ngapain, malas terlibat drama, malas memikirkan hal yang rumit, pokoknya ia pemalas.
Namun jika sudah menyangkut kewajibannya seperti membuat PR atau belajar, ia akan menjadi sangat rajin. Bukankah kewajiban itu tanggung jawab seseorang?
"Liat dong"
"Dalem tas" Gumam Aerin.
Vini membuka tas Aerin dan mencari buku tulis dengan label Matematika.
"Okee makaze maszeh"
Aerin berdehem saja menjawab itu kemudian lanjut memejamkan mata.
20 menit Aerin memejamkan mata, ia terbangun saat mendengar suara gaduh dari arah belakang. Ia menolehkan kepalanya ke belakang kelas, dimana disana terdapat space kosong tanpa meja dan kursi yang lumayan luas.
Disanalah teman-teman dan dirinya biasanya bermain.
Seperti saat ini, teman-temannya terlihat sedang bermain UNO.
Aerin lalu menolehkan kepalanya ke depan untuk melihat jam dinding.
"Jam 8, berarti guru ga masuk" Gumam Aerin.
"Woi berisik sampe ke kelas sebelah" Aerin bereriak sedikit keras saat teman-temannya membuat kegaduhan lebih.
"Sini woi main" Teriak Baim membalas teriakan Aerin.
"Males" Aerin berteriak lagi.
Dengan malas, ia kembali menelungkupkan kepala ke meja.
Hampir saja ia sudah berada di alam mimpi, tiba-tiba dari arah samping Aerin merasakan kehadiran seseorang.
Ia menolehkan kepala kekanan melihat sang empu.
"Hai" Sapa orang tersebut, senyum tersinggung diwajahnya.
Cowok itu bernama Galih. Kakak kelas yang sudah gencar mendekati Aerin selama sebulan ini.
Sebenarnya kak Galih itu tampan, tapi minusnya agak sedikit berandalan. Ia kurang suka dengan cowok yang nakal. Dan sebenernya ada alasan lain juga mengapa ia tak merespon Galih lebih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Somewhere in Neverland [Revisi]
Fantasy[Maaf, cerita ini tidak untuk diterbitkan🙏🏻] Debut story/ karya pertama, maaf kalo bacanya agak geli🤌🏻 [WARNING!!! : YOUNGADULT 17+ HARSH WORDS, KISSING, SMOKING, VIOLENCE] "Here's to all the place we went and all the place we'll go. Somewhere i...
![Somewhere in Neverland [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/300993878-64-k828377.jpg)