Eyooo, double up check!
Btw aku baru ganti username muehehehe
___
"Ini oleh-oleh buat kamu sama Radit"
Mama Lita mengambil salah satu paperbag kemudian memberikannya ke Aerin.
"Wih, terima kasih mahh"
"Dipakai yaa"
"Pasti mah! bakal aku pakai kok mah" Aerin mengacungkan jempolnya ke arah mama Lita tanpa mengetahui isi didalam paperbag itu.
"Sipp!" Mama Lita ikut mengacungkan jempolnya.
"Yaudah mah, aku ke kamar dulu ya" Pamit Aerin.
"Iyaa nak"
Aerin beranjak dari depan kamar mama Lita menuju ke arah kamar Radit.
Tok! Tok! Tok!
"Diittt"
Tak ada sahutan dari dalam, Aerin lantas mengetuk kembali namun tetap tak ada sahutan. Akhirnya ia memberanikan diri membuka pintu kamar itu.
Cowok itu ternyata sedang tertidur telungkup dikasurnya dengan masih menggunakan seragam lengkap. Aerin berdecak, ia lalu menghampiri Radit kemudian mencopot kaus kaki cowok itu, Aerin benar-benar tak tahan melihat sesuatu yang tak higienis seperti itu.
Cewek itu kemudian duduk terdiam di samping kasur menatap Radit, lalu mengguncang tubuh cowok itu pelan.
"Dit" Bisik Aerin, tak ada pergerakan dari sang empu.
"Diiiit" Aerin bebisik lagi dengan sedikit keras, ia memajukan sedikit badannya dan berisik ditelinga cowok itu.
"Berisik" Tanpa aba-aba, cowok itu menangkup tubuh Aerin dan memeluknya layaknya guling.
"Heyy" Aerin memukul-mukul tubuh Radit, ia sesak napas sekarang karena Radit menenggelamkan muka Aerin didada cowok itu.
Radit terkekeh geli, cowok itu menatap kebawah, kearah Aerin yang sedang menggeliat mencoba ingin membebaskan diri. Kekehan cowok itu terhenti saat matanya tak sengaja menatap kearah tubuh bawah Aerin, ia mengeraskan rahangnya saat melihat rok Aerin yang hampir memperlihatkan bokong cewek itu.
"Kenapa pakai rok pendek banget?" Geram Radit menangkup kepala Aerin lalu mengarahkannya untuk menatap ke manik cowok itu.
"Eh" Aerin tersadar, ia segera menurun-nurunkan roknya yang terlampau pendek itu, bertambah pendek karena ia sedang berbaring miring sekarang.
"Itu, cuma ada yang ukuran ini semua dilemari" Cewek itu masih sibuk menurun-nurunkan roknya.
Radit menatap Aerin geram "Besok beli yang baru!"
"Iyaa, emang mau beli baru juga cuma lupa" ringis Aerin.
WARNING 17+! BUAT YANG DIBAWAH ITU HARAP LANGSUNG DISKIP YA!
Radit hanya berdehem, cowok itu perlahan memeluk Aerin lagi namun tak seerat tadi, tubuhnya setengah menindih tubuh Aerin sekarang. Kepalanya bergerak kearah ceruk leher Aerin, hidungnya mulai mengendus-endus leher putih yang menggodanya sedari tadi.
"Emh dit!" Aerin melenguh kecil saat cowok itu mulai menggigit-gigit kecil leher Aerin, tubuhnya begelinjang hendak membebaskan diri, tangannya ikut menjauh-jauhkan kepala Radit yang mendusel-dusel di ceruk lehernya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Somewhere in Neverland [Revisi]
Fantasia[Maaf, cerita ini tidak untuk diterbitkan🙏🏻] Debut story/ karya pertama, maaf kalo bacanya agak geli🤌🏻 [WARNING!!! : YOUNGADULT 17+ HARSH WORDS, KISSING, SMOKING, VIOLENCE] "Here's to all the place we went and all the place we'll go. Somewhere i...
![Somewhere in Neverland [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/300993878-64-k828377.jpg)