[Maaf, cerita ini tidak untuk diterbitkan🙏🏻]
Debut story/ karya pertama, maaf kalo bacanya agak geli🤌🏻
[WARNING!!! : YOUNGADULT 17+ HARSH WORDS, KISSING, SMOKING, VIOLENCE]
"Here's to all the place we went and all the place we'll go. Somewhere i...
Bel istirahat telah berbunyi, tinggal Aerin dan Radit berdua yang masih berada di kelas dengan cowok itu ynag tengah mengurung Aerin di kursi dan menciumi lehernya lembut.
"Diit" Aerin mencoba memundurkan badannya sampai mentok ke dinding, menjauh dari cowok itu.
Bukannya menjauh, cowok itu malah makin memajukan kepalanya ke ceruk leher Aerin. Semenjak kemarin, cowok itu berperilaku sedikit aneh,pikir Aerin.
Seperti semalam
Aerin tengah berbaring di kasur cowok itu, dengan guling sebagai pemisah mereka. Aerin lakukan hal itu setiap kali ia akan tidur di kasur cowok itu. Namun kali ini cowok itu tiba-tiba terbangun lalu membuang guling itu ke lantai dengan menggebu-gebu dan menindih tubuh Aerin yang tengah berada di alam mimpi, kemudian memeluknya erat.
Aerin terkesiap merasakan berat di atas tubuhnya, cewek itu terbangun perlahan dengan sedikit linglung.
"Radit?" Tanya Aerin ragu.
Aerin sedikit tersadar saat cewek itu merasakan basah di sekitar daerah dada nya yang tengah di peluk cowok itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lo nangis?" Tanya Aerin tak percaya. "Radit, hey, Lo kenapa?" Aerin menepuk-nepuk pipi cowok itu dengan pelan.
Aerin makin khawatir saat cowok itu tidak menjawab pertanyaan Aerin malah makin memeluk erat tubuh Aerin.
Aerin mengusap-usap punggung cowok itu mencoba menenangkannya, ia mencoba menunduk menatap wajah Radit, namun cowok itu segera menyembunyikan wajahnya di atas dada Aerin.
"Lo kenapa, hmm?" Tanya Aerin lembut.
Cowok itu tetap tak menjawab, namun Aerin dapat merasakan bahu cowok itu yang sedikit bergetar. Aerin mencoba mengusap-usap punggung cowok itu lagi sampai beberapa menit. Selang beberapa menit, Aerin perlahan merasakan kantuknya kembali. Ia memejamkan matanya dengan cowok itu yang masih berada di pelukannya.
Keesokan pagi nya sangat jelas tubuh Aerin terasa remuk, cewek itu bahkan kesulitan menggerakkan tubuhnya.
"Lo kenapa sih!" Tanya Aerin sambil mencoba mengangkat kepala cowok itu.
Tangan cowok itu tiba-tiba melingkari sekitar pinggangnya dengan mulut cowok itu yang tengah menggigit-gigit leher Aerin.
"Dit! Ini sekolah!" Bentak Aerin, cewek itu menengok kanan-kiri, takut seseorang melihat perbuatan mereka.
Radit menatap Aerin yang tadi membentaknya, ia melepas rangkulannya pada Aerin, cowok itu beranjak dari kursi lalu pergi meninggalkan Aerin tanpa kata.
Aerin menghembuskan nafas kasar, tau bahwa cowok itu tengah merajuk sekarang. Aerin akan mengacuhkan cowok itu dulu untuk saat ini.