39.

10.8K 918 29
                                        

Seseorang dengan tudung hitam berjalan di kegelapan malam. Mata hazelnya sesekali menatap ke arah kanan dan kiri, takut seseorang mungkin akan memergokinya.

Langkahnya berhenti saat sampai di sebuah bangunan, dengan cekatan dirinya memanjat tembok itu dan berpegangan erat pada sebuah ranting pohon disampingnya.

Kembali dirinya celingak-celinguk memastikan tak ada yang melihat gerak-gerik nya saat ini. Setelah sampai pada tembok bagian tengah, dengan lincah ia meraih kusen jendela yang berada diatas nya.

Heningnya malam tak ia hiraukan, lebih metakutkan jika ia terjatuh dari lantai 2 ini dan seseorang mengetahui siapa jati dirinya.

Dengan tertatih, kedua tangannya mengangkat tubuhnya sendiri untuk kemudian melewati jendela itu dan masuk ke dalam ruangan.

Belum sempat dirinya bernafas lega, ia dikejutkan setengah mati dengan seseorang yang tengah berdiri dihadapannya saat ini, seseorang itu menatapnya tajam sambil tersenyum mengerikan.

Cecil melangkah kebelakang, cewek itu sungguh gemetaran menatap pria di hadapannya ini.

"Gue tau itu Lo" ucap Radit dengan nada mengerikan sambil menatap Cecil tajam.

"Gua cuma di suruh dit" cicit Cecil, benar-benar ketakutan setengah mati. Tubuhnya sudah mencapai pinggiran jendela. Tamatlah ia, terjatuh dari lantai 2 ini jika dirinya mundur selangkah saja kebelakang.

"Gue disuruh" ulang cewek itu lagi, hampir menangis.

Radit mendengus geli mendengar itu.
"Lo yakin?"

"Tolongin gue- gue diancem Galih" lirih Cecil lagi, kemudian menatap Radit dengan memelas. Tangan cewek itu perlahan terangkat untuk mengelus pipi Radit. Namun dengan cepat Radit menepisnya.

Radit menatap Cecil tajam, cowok itu seketika mencekik Cecil dengan kuat.

"Lo bukan Cecil"
Ucap cowok itu dengan penekanan.

"Maksud Lo apa? Gue Cecil" ucap Cecil sesegukan.

"Lo Aerin kedua yang pernah Daffin buat dulu, yang harusnya udah ga ada karena Daffin udah balikin lo ke dunia asli lo"

Cecil yang masih sesegukan tiba-tiba terdiam mendengar itu, cewek itu tiba-tiba menundukkan kepalanya dalam dengan leher yang masih berada dalam cengkeram Radit.

Radit yang tengah dalam kabutan amaran mendadak bingung dengan sikap cewek itu yang tiba-tiba diam.
Dengan ragu ia mencoba menggerakkan tangannya yang mencekik leher Cecil ke arah atas, hingga cewek itu sedikit mendongak.

Saat kepala cewek itu mendongak. Kini justru Radit yang dibuat merinding oleh cewek hadapanya ini.

Terdengar suara tawa Cecil memecah keheningan. "Dari kapan Lo tau?" Ucap cewek itu dengan seringai.

"Lo mirip dia. Sifat Lo dan kebiasaan Lo yang selalu nyoret sesuatu di bawah kertas buku"

Cecil mendengus.
"Ternyata Lo perhatian juga ya sama gue baby" Cecil menatap Radit dengan senyuman sambil mencoba mengelus pipi cowok itu lagi yang langsung ditepis Radit.

"Lo beneran dia" ucap Radit yakin.

"Dia? Dia yang mau Lo bunuh itu ya?"
Tanya cewek itu dengan tersengal-sengal akibat cekikan di lehernya yang semakin menguat.

"Lo kesalahan yang Daffin buat, emang harusnya dari awal lo gak ada"

"Lo jahat! Kenapa dia boleh hidup sedangkan gue engga!"
Cewek itu memberontak, mencoba melepaskan cekikan Radit di lehernya.

Radit meringis karena cewek itu kini menancapkan kuku tajamnya di tangan Radit.

"Udah gue bilang, Lo kesalahan yang Daffin buat, Lo di buat sama Daffin cuma untuk pengganti Aerin gue yang hilang dulu dan sekarang Aerin gue udah balik lagi"

Somewhere in Neverland [Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang