12.

19.8K 1.6K 23
                                        

Hal pertama yang Radit lihat saat sampai didepan rumah cewek itu adalah Aerin dengan atasan Hoodienya dan bawahan Jogger semata kaki, juga sebuah skateboard yang berada digenggaman cewek itu, tengah menatap Radit dengan senyum konyol.

"Gue kemarin ngeliat ini dikamar. Dari dulu pengen banget main ini tapi mahal, mending duitnya pake buat keperluan sekolah" Ucap Cewek itu seraya mengelus skateboardnya dengan lembut, senyum konyol masih tersinggung diwajahnya.

Mata cowok itu menatap dan menjelajah Aerin yang berada dihadapannya.

"Ayo!" Ajak Aerin saat melihat cowok itu masih terdiam menatapnya.
"Mau boncengan ga?" Lanjut cewek itu, ia menurunkan skateboardnya ditanah.

"Lo bisa main?" Tanya cowok itu sambil memicingkan mata, meragukan Aerin.

"Haha enggalah, makanya ngajak Lo boncengan biar kalo jatoh ga malu-maluin banget" Ujar cewek itu tak tahu malu seraya tersenyum lebar.

Radit memutar matanya mendengar tutur cewek itu. "Yaudah sini gue bawa, Lo duduk didepan"

"Lo bisa main?" Aerin mengulang pertanyaan cowok itu.

"Lo pikir?"

"Yaudah nih, Lo yang bawa" Aerin segera menyingkir dari skate miliknya agar Radit bisa menaikinya. Sebelah kaki cowok itu sudah menaiki skate, sedangkan sebelah kakinya berada ditanah siap mengayun papan seluncur itu.

"Naik" Ucap cowok itu saat ia sudah siap, Radit sedikit mundur kebelakang agar Aerin bisa duduk didepannya. Dengan semangat cewek itu menduduki papan skate Bagian depan lalu menyilangkan kedua kakinya.

"Jalan boss!!" Seru Aerin lalu mendongakkan kepalanya menatap Radit.

Radit memegang kedua bahu Aerin untuk menyeimbangkan dirinya dan cewek itu agar tak terjatuh bersama, lalu mulai mengayun papan seluncur itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Radit memegang kedua bahu Aerin untuk menyeimbangkan dirinya dan cewek itu agar tak terjatuh bersama, lalu mulai mengayun papan seluncur itu.

"WOOO seru bangett!" Aerin merentangkan kedua tangannya, cewek itu tampak menikmati hembusan angin disore hari yang membelai lembut wajahnya.

"Jangan gerak-gerak nanti jatuh" Peringat Radit saat merasa skate nya sedikit oleng.

"Kan Lo jago" Balas Aerin acuh, ia masih merentangkan kedua tangannya sambil sedikit mengepakkan tangannya menganggap dirinya mempunyai sayap saat ini.

"Diem ga" Radit mencengkram bahu Aerin yang tengah ia genggam saat ini. Tanpa aba-aba cowok itu menarik tudung Hoodie Aerin sampai cewek itu hampir terjengkang kebelakang.

"AAAA" Cewek itu berteriak saat merasakan dirinya hampir terjatuh oleh tarikan Radit di tudung Hoodienya.

Aerin mendongak, menatap sinis Radit. Ia makin meliukkan badannya menantang cowok itu, tiba-tiba--

BRAAKKK

"Aduhhh" Aerin meringis, cewek itu terjatuh dengan badan tersorok kedepan. Pose yang sangat-sangat tidak enak untuk dipandang.

Somewhere in Neverland [Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang