19.

24.3K 1.2K 31
                                        

Sorry updatenya lama muehehe

____

"Kan udah gue ingetin kemarin"

Aerin menghela nafas lelah.

Sial! jadi ini maksud Cecil tentang scene 4 tempo lalu, dirinya merupakan anak theater disini, dan ia harusnya sudah menghafal scene 4 pada pertemuan ini untuk pementasan bulan depan.

Aerin mengigit kukunya gusar.

"Lanjut nanti aja gimana?" Pinta Aerin, cewek itu memandang seluruh anggota theater dengan memelas.

Semuanya menghela nafas berat.

"Yaudah lanjut nanti aja" ujar Cecil sedikit mengiba menatap Aerin.

Bisa Aerin lihat seberapa keruh wajah mereka, dirinya sebenarnya juga sangat lelah mengulang-ulang dialog yang pembina eskul nilai intonasi dan mimik wajah Aerin kurang, dan juga cewek itu terlihat sangat kaku saat berakting.

Aerin juga diam-diam mendengar mereka para anggota theater mengeluhkan cewek itu dibelakangnya tadi karena Aerin merupakan tokoh utama disini dan waktu pementasan sebentar lagi. Jelas mereka tak berani mengeluh secara langsung dihadapan cewek itu, meski Aerin yang sekarang terkesan jinak, namun mereka tau sekali bahwa pawang cewek itu buas.

Kak Galih yang merupakan lawan main peran Aerin juga menatap cewek itu prihatin. Cowok itu menghampiri Aerin.

"Pulang bareng?"

Aerin mendongak menatap cowok itu yang menjulang dihadapannya, tengah menunduk menatap Aerin yang duduk bersila.

"Boleh" balas Aerin sembarang tanpa berfikir panjang. Ia sudah lelah sungguh, rasanya dirinya ingin menangis dan mengatakan kepada semua orang jangan memaksanya berakting! Demi tuhan dia tidak berbakat secuil pun dalam dunia akting!

"Yaudah ayo" cowok itu mengulurkan tangan kepada Aerin yang langsung disambut oleh cewek itu.

"Cel, gue duluan ya" pamit Aerin ke arah Cecil.

"Yoi"

___

"Terima kasih kak" ucap Aerin, cewek itu membuka helm lalu memberikannya kepada kak Galih.

"Lo berantem sama Radit?" Tanya cowok itu sambil mengambil helm yang Aerin sodorkan.

"Ha? Engga kok" Aerin tertawa canggung, menggaruk belakang telinganya.

"Oh"

Cowok itu diam sebentar.

"Malem jadi kan? Ntar gue jemput"

Aerin menghela nafas lelah lagi mengingat itu, mereka para anggota theater memutuskan akan kembali melatih dialog pada malam hari, dan mereka meminta tolong dengan sangat kepada kak Galih bahwa Aerin harus sudah menghafal dialog itu.

"Jadi, latihan dimana?"

"Dirumah gue"
Kak Galih menstarter kembali motornya.

Aerin mengangguk.

"Semangat! Kalo ada masalah I'm all ears" ucap cowok itu sambil mengacak rambut Aerin.

Somewhere in Neverland [Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang