28.

10.8K 1K 57
                                        

Pada ga ngerti ya sama bab sebelumnya?
WAKAKAKA SENGAJA💃

___

Aerin membuka matanya perlahan saat Radit tak lagi berada didalam kamar, ia masih sedikit kepo dengan buku tadi.

Mungkin bisa menjadi petunjuk mengapa ia bisa sampai ke dunia cermin ini.

Ia jadi curiga mengapa ada nama Aerin dan Daffin dibuku tersebut, dan juga mengapa isi buku tersebut sama dengan mimpi Aerin tadi. Apakah mimpi Aerin tadi sebenarnya bukan mimpi namun sebuah potongan kejadian yang pernah terjadi?

Aerin kembali mencoba membalikkan halaman perhalaman buku tersebut, namun ia tak mendapat petunjuk sama sekali. Aerin akhirnya mengambil ponsel didalam sakunya dan memotret buku itu serta tulisan didalamnya.

Ia akan mencoba mencari petunjuk sendiri, Aerin sebenarnya sedikit menaruh curiga kepada Radit dan Daffin, terutama kepada Radit. Cowok itu seperti bukan berasal dari dunia asli Aerin melainkan memang berasal dari sini, dunia cermin.

Cewek itu meletakkan kembali buku itu dengan hati-hati, lalu menuju keluar kamar.

Terlihat Radit dan Daffin yang tengah duduk disofa, dengan seorang wanita berada disamping Daffin.

Aerin berjalan perlahan menghampiri mereka. "Mau pulang." Ucap cewek itu saat sudah berada di hadapan Radit.

Radit mendongak menatap Aerin yang berada dihadapannya. Mata cowok itu seperti tak fokus menatap Aerin.
"Masih jam 3, pulang pagi aja"

"You drunk?"

"No"

"Pulang sekarang atau gue pulang naik gojek beneran"

"Pulang pagi aja Rin" saut Daffin bergumam yang Aerin yakini cowok itu juga masih mabuk.

"Yaudah gue pesen gojek" Aerin berkata sambil mengeluarkan ponselnya.

Cowok dihadapan Aerin tiba-tiba menarik ponsel yang Aerin keluarkan.

"Hell no! Lo gila! bahaya naik gojek jam segini" Amuk cowok itu dengan nada tinggi.

"Makanya pulang"

Cowok itu berdecak namun tetap beranjak dari sofa, tubuhnya sedikit oleng saat hendak berdiri. Aerin segera menangkap tubuh cowok itu.

"Lo mabuk! ga boleh berkendara!" Kekeh Aerin.

"No!"

"Panggil taksi online aja"
Kekeh Aerin lagi sambil mengambil ponselnya di tangan Radit.

Cowok itu hanya diam, Aerin segera memesan taksi online agar mereka segera pulang.

____

Aerin mengendap-endap masuk kerumah Radit sambil membopong badan cowok itu yang terlihat masih sempoyongan, cewek itu mencoba menajamkan indera pengelihatannya yang buram karena gelapnya cahaya.

"I love you" ucap cowok itu yang kesekian kali semenjak mereka pulang dari club tadi.

"Ck, gue hampir mau percaya tadi pas lo ngomong gitu" ucap Aerin kesal, bukannya apa, tapi cowok itu mengucapkan itu bukan hanya kepada Aerin, tapi juga kepada supir taksi online yang Aerin pesan tadi. Membuatnya malu saja. Untung saja bapak itu memaklumi Radit yang sedang mabuk.

Somewhere in Neverland [Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang