Radit membuka pintu kamar apartement dengan pelan. Cowok itu akhirnya memutuskan akan ke apartment yang Aerin tempati sekitar jam 9 malam. Dalam remang-remang cahay, dilihatnya Aerin yang tengah berbaring di kasur sambil memejamkan mata, cewek itu nampak pulas tertidur disana dengan selimut membungkus tubuh cewek itu.
Sedangkan Daffin, cowok itu telah pulang sore tadi, setelah seharian bercerita banyak hal dengan Aerin.
Radit berjalan dengan pelan menuju ke arah kasur yang Aerin tempati lalu duduk dipinggir kasur itu sambil menatap Aerin sendu.
Digenggamnya tangan cewek itu, lalu tangan Radit perlahan menangkup pipi Aerin dan mengelusnya dengan lembut.
Mata Aerin perlahan terbuka, ia sedikit bingung saat menatap sosok Radit dihadapannya. Sejak kapan cowok ini masuk?
"I'm sorry." ujar Radit pelan.
Aerin masih sedikit bingung dengan keadaannya, cewek itu mengucek matanya pelan lalu sedikit menyipitkan matanya, Agara dapat melihat wajah itu dengan jelas. Ini bener cowok itu kan?
Radit perlahan mendekat dan menelusup kan kepalanya di leher Aerin sambil merengkuh cewek itu yang masih berbaring di kasur. "I'm sorry" ujar cowok itu lagi disela leher Aerin. Cowok itu terus mengatakan maaf sambil terus memeluk Aerin.
Aerin kemudian tersadar sepenuhnya.
"Radit?" Tanya Aerin. Radit berdehem pelan menjawab itu.
Diangkatnya wajah Radit dari leher nya, dirinya sedikit terkejut saat melihat wajah cowok itu yang memerah dengan setitik air mata menghiasi pipi cowok itu.
"Please don't go, I love you" lirih cowok itu masih dengan air mata yang kini berlinang semakin banyak.
"I love you" ujarnya lagi.
Aerin masih terdiam dengan tangan yang terus menangkup kedua pipi cowok itu, bingung ingin menjawab apa.
"you still want to go..." Tebak cowok itu asal, saat tak mendapat balasan dari Aerin. Kepala cowok itu menunduk sedih sambil mengusap air matanya lucu.
Bibir Aerin sedikit berkedut melihatnya, demi tuhan cowok ini lucu sekali.
Aerin melepas tangkupan tangannya di pipi Radit, lalu mengangkat tangannya untuk mengelus rambut cowok itu.
"I won't" ucap Aerin akhirnya, sambil terus mengelus lembut rambut cowok itu.
Radit tiba-tiba mendongak menatap Aerin, wajah cowok itu menunjukkan sedikit keterkejutan. "You?"
"Hmmm" dehem Aerin.
"Promise me" desak Radit, lalu menangkup kedua pipi Aerin.
"I promise"
Wajah cowok itu perlahan berubah cerah, "I love you" ucap cowok itu lagi.
Aerin berdehem lagi. Radit kembali merubah wajahnya menjadi sendu saat Aerin hanya menjawab pernyataan cowok itu dengan deheman. Cowok itu lalu memeluk Aerin lagi dan menenggelamkan kepalanya di leher cewek itu. Tak apa Aerin belum mengingat dirinya dan mencintainya lagi, yang terpenting sekarang cewek itu sudah tak menolaknya lagi.
Radit tiba-tiba bangkit dari tubuh Aerin untuk menyingkirkan selimut yang tengah menghalanginya dalam memeluk Aerin. Namun pergerakan cowok itu tiba-tiba terhenti saat melihat apa yang Aerin kenakan di balik selimut itu. Dress piyama berpotongan rendah yang sangat tipis.
"Kenapa pakai baju ini?" Tanya Radit serak. Cowok itu menatap tubuh Aerin intens.
"Ga ada lagi, ini ambil di lemari" cicit Aerin, Aerin mencoba kembali menarik selimut tadi yang berada disampingnya. Dirinya sedikit bergidik saat melihat tatapan mata cowok itu yang perlahan menggelap.
Aerin sedikit tersentak saat cowok itu menahan tangannya yang ingin kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.
Sedangkan tangan cowok itu satunya perlahan terangkat mengelus pipi Aerin, menuju ke arah mata, dan terakhir bibir.
"I miss you, I really do" ucap cowok itu berat, kemudian langsung melumat bibir Aerin dengan lembut.
Tangan cowok itu perlahan mengelus pipi Aerin lalu menuju kebawah untuk mengumpulkan kedua tangan Aerin keatas kepala cewek itu dan menggenggam nya dengan satu tangan, lalu sebelah tangan cowok itu mulai menelusuri pinggir badan Aerin dari pinggang, naik ke perut lalu keatas dada cewek itu.
Aerin sedikit mendesah saat cowok itu meremas pelan dada nya, tubuhnya bergerak tak nyaman saat sesuatu benda keras menyentuh paha dalamnya.
Radit terus melumat bibir Aerin ke kanan dan ke kiri sambil satu tangannya meremas dada Aerin yang masih terlapis dress piyama tanpa bra.
Cowok itu melepas tautannya lalu beralih ke leher Aerin saat dirasa cewek itu sudah kehabisan nafas. Radit mengecup pelan leher itu sebelum menggigit-gigit kecil leher putih itu. Wajahnya naik keatas sedikit, kearah telinga Aerin dan mulai menusuk-nusukan lidah nya kedalam sana.
Aerin mendesah geli saat merasakan lidah cowok itu bermain di telinganya dan mengemut lembut daun telinga nya.
"I love you" bisik cowok itu serak didepan telinga Aerin.
Aerin sungguh melayang mendengar suara berat cowok itu, dirinya tiba-tiba mendesah lagi saat tangan cowok itu perlahan masuk kedalam dress nya dan menyentuh miliknya dari luar celana dalam.
Kepala cowok itu perlahan turun kembali ke leher Aerin, mengecupnya sebentar sebelum berpindah ke atas dada Aerin yang terbuka karena dress berpotongan rendah itu.
"Radiit" lirih Aerin, mencoba menghentikan apa yang ingin cowok itu lakukan. Namun cowok itu seakan tuli, bibrnya terus mengecup dada atas Aerin dengan pelan, sedangkan tangan cowok itu satu nya terus menerus mengelus paha dalam Aerin.
Aerin menggeliat lagi saat merasakan tangan cowok itu berpindah sedikit mengelus miliknya dibawah sana.
"Radiit" rengek Aerin, cewek itu lalu memejamkan matanya.
"Hmm" Gumam cowok itu berat di atas dada Aerin, perlahan kepala cowok itu mendongak menatap mata Aerin yang terpejam takut sekaligus merasa nikmat akibat gesekan tangannya di milik cewek itu.
Mata Aerin sedikit terbuka saat merasakan seseorang sedang menatapnya intens.
Cowok itu menatap Aerin dari atas sambil tersenyum lembut saat Aerin menatap matanya, perlahan tangannya menarik kain yang menutupi milik cewek itu.
"Diitt" lirih Aerin lagi takut.
"It's okay, you can trust me" yakin cowok itu.
Cowok itu segera membuang sembarang kain milik Aerin, dan kembali menelusupkan tangannya kedalam dress Aerin yang sudah naik keatas pinggang cewek itu.
Aerin mendesah lagi, mereka menghabiskan malam yang panjang tanpa cowok itu ketahui bahwa sebenarnya Aerin sudah kembali mengingat semuanya.
___
Ett, hayo... what did you expect? sampe sini aja ya chinggu wkwk
Hayo, tebak-tebakan ending.
Yang bener dapet Radit WKWKK
2 Agustus 2022
KAMU SEDANG MEMBACA
Somewhere in Neverland [Revisi]
Fantasía[Maaf, cerita ini tidak untuk diterbitkan🙏🏻] Debut story/ karya pertama, maaf kalo bacanya agak geli🤌🏻 [WARNING!!! : YOUNGADULT 17+ HARSH WORDS, KISSING, SMOKING, VIOLENCE] "Here's to all the place we went and all the place we'll go. Somewhere i...
![Somewhere in Neverland [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/300993878-64-k828377.jpg)