empat puluh empat

5.3K 315 9
                                        


Sudah beberapa kali menginjakkan kaki disini, namun Alena masih dibuat terpana. Kembali ke rumah ini, rumah yang katanya adalah tempatnya bertumbuh sebelum ia bertemu dengan keluarga Harsana.

"Masuk," Alfin membukakan pintu itu agar lebih lebar.

Bara dan Alena masuk, suasananya terkesan mewah namun sederhana. Alena mengusap tengkuknya merasa tidak nyaman mendapat tatapan aneh dari sekeliling. Terdengar beberapa suara bisik yang membuat Bara melirik ke arah Alena.

"Bukannya Afi udah meninggal?"

"Iya, kok disini?"

"Gentayangan?"

"Oma Lo mana?" Tanya Bara setelah melihat beberapa orang di sekelilingnya yang menatap Alena tidak suka, bermaksud mengalihkan perhatian Alena.

"Masih di dalem, lagi siap-siap katanya."

"Nih," Bara menyodorkan sebuah kotak yang dibungkus rapi dengan kertas putih.

"Apaan? Kado? Kasih aja nanti." Alfin mengerutkan keningnya.

"Ya nitip aja sama lo." Bara menyodorkannya lagi.

"Kasih aja sendiri, tuh Oma disana." Alfin menunjuk kearah belakang Bara.

Dan benar, Bara mengajak Alena untuk memberikan kotak yang mereka bawa.

"Buat Oma? Makasih ya." Oma Novi menerimanya, menyimpannya lalu kembali kepada mereka. "Kalian makan aja, laper kan? Anggap aja rumah sendiri." Ucapnya tersenyum.

"Iya Oma."

"Yaudah, Oma kesana dulu ya, udah mau mulai." Setelahnya Oma Novi menjauh.

Beberapa saat kemudian kegiatan ini berlangsung, sebenarnya syukuran yang diadakan sedikit berbeda dari yang Alena dan Bara pikiran. Saat mereka mendengar syukuran, mereka berpikir akan ada kegiatan doa yang menyahut. Ternyata? Biasa saja. Maksudnya, tetap seperti acara ulang tahun pada umumnya namun lebih sederhana dan tidak banyak yang datang. Katanya hanya keluarga dan kerabat dekat saja yang diundang.

Susunan acara yang sudah dipersiapkan oleh keluarga, sejauh ini berjalan baik. Sampai pada saat pemotongan kue, Alena melihat Alia yang hanya berdiri dengan tatapan aneh kearahnya. Alena mengerutkan keningnya bingung, tak mengerti maksud tatapan itu.

"CIE OMA TAMBAH TUA!"

Pekikan dari salah satu anak kecil itu sontak membuat mereka tertawa.

"Iya sayang, Oma emang udah tua." Oma hanya tersenyum menanggapi celetukan cucunya.

"Oh iya, hari ini kita kedatangan tamu spesial loh, mau tau siapa?" Tanyanya menatap semua orang dengan raut sumringahnya.

"Siapa Oma? Artis?" Tanya salah satu dari mereka.

"Spiderman ya Oma? Atau Batman?"

"Oma undang artis juga?"

"Bukan, bukan artis satu Spiderman. Tapi anggota baru keluarga Pramana." Ucapnya membuat semua orang melihat kearah Alena dan Bara. Bara tersenyum menatap Alena, menurutnya yang dimaksudkan Oma Novi adalah Alena.

"Bara, sini sayang."

Jantung Bara melencos, senyumnya luntur seketika setelah mendengar namanya disebut. Setelahnya keningnya berkerut dalam, kepalanya tampak menoleh kesana-kemari mencari orang yang dimaksud Bara itu, siapa tahu memang bukan dia melainkan salah satu orang disini dengan nama yang sama.

Alena pun mengikuti Bara mengedarkan pandangannya mencari siapa yang dimaksud Oma Novi. Sampai mata mereka menangkap Arga yang berdiri dibelakang mereka.

AFIA or ALENACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang