Jika cinta meninggalkanmu, biarlah cinta pula yang melepasnya pergi.🍁
_________@@@_________
🌸Fauzi, menjadi seorang militer masuk di Tim pasukan khusus, membuatnya mempertaruhkan nyawanya di Medan perang. Berhadapan dengan musuh bersenjata, dan di...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jikalau pun ini mimpi, bolehkah aku menggunakan waktunya untuk menemuimu?
🌀🌀🌀
10.38
'assalamualaikum, Dokter Rans.'
'saya Faiha, salah satu wali dari pasien bernama Tavisha ,di rumah sakit tempat anda kerja.'
'bolehkah saya meminta bantuannya? Tolong pantau setiap jam pasien tersebut, sebab saya tidak bisa menjaga dia, untuk imbalannya saya kirim, Anda bisa langsung kirim nomor rekening anda.'
'terima kasih sebelumnya, maaf, karena saya tidak kenal dengan siapapun disana.'
'wasaalamualaikum.'
Setelah mengirimkan pesan, Faiha menatap lurus arah depan, duduknya sila di kasur istirahat pekerja di studio miliknya, tatapannya kosong, baru beberapa menit lalu dia sadar dari pingsannya. Faiha sendiri merasa malu, bagaimana bisa dia selalu berlebih-lebihan saat mendengar kabar yang mengejutkan.
Menghubungi Rans? Sungguh, itu keputusan terpaksa yang Faiha pilih, toh dia berbicara seperti itu atas nama wali pasien, seharusnya pria itu menjawabnya sebagai dokter juga, harapannya begitu.
Meski menghubungi lewat aplikasi Instagram, Faiha selalu berharap Dokter itu membaca dan melakukan permintaannya.
Dia memang tidak berniat datang ke Jawa Timur kembali, baginya semuanya sudah selesai, meski hatinya tidak tau bagaimana nasibnya sekarang, tapi yang jelas, dia hanya bisa membantu hal kecil itu dari jauh.
S'Ran
10.43
'waalaikumussalam.'
'dengan senang hati, saya akan melakukan yang terbaik untuk itu, dan untuk imbalannya, tidak perlu Anda kirim, karena memang sudah itu tugas seorang Dokter.'
Menerima pesan yang terlihat melegakan dan seperti harapannya, Faiha tersenyum tipis, tapi air matanya mengalir kembali.
'jangan khawatir.'
Pesan masuk kembali, membuat Faiha memilih tak membalas pesan itu lagi, dan beranjak dari duduknya.
Sementara seseorang yang tengah beristirahat di kantin itupun tersenyum lebar, hatinya seperti terasa hidup kembali. Melahap rotinya dan menatap layar ponselnya yang masih menampakkan obrolannya dengan gadis yang telah lama membencinya, dan kemarin dia sudah mendapatkan maafnya.
"Dimana ruangan pasien bernama Tavisha?" tanya Rans pada salah satu pekerja berpakaian perawat.
Gadis muda yang tengah mengunyah pun seperti ingin tersedak sebab pertanyaan tersodor padanya dari seorang Dokter yang begitu kondang karena ketampanannya dan sifat pendiamnya itu, tentu menjadi sesuatu yang langka. Merasa tidak mendapatkan jawaban, Rans yang merasa tak sabar pun segera melontarkan kalimatnya lagi.