Bila suka dengan cerita ini, dukung karya penulis dengan follow, vote & komen.
Untuk yang berkenan share "Sepak Sawut', terima kasih.
Selamat membaca. Semoga suka ceritanya.
Ext. Ma Ponpes As-salam - Lapangan Olahraga - Siang
Faris menghampiri anggota timnya yang sedang bersenda-gurau, saling berebut bola sabuk kelapa.
FARIS
Sudah, sudah, latihan hari sudah cukup.
Irma mengambil bola yang berada di bawah kakinya.
FIRMAN
Ya, masih seru nih, Kak Faris!
FARIS
Besok kita lanjutin lagi.
Faris berjalan menuju bangku yang berada di pinggir lapangan. Anggota tim lainnya mengikuti.
CUT TO:
Satu persatu anggota tim sepak sawut berpamitan dengan Faris yang duduk di bangku. Sambil berjalan mereka melambaikan tangan ke Faris yang dibalasnya dengan senyum.
Melihat semua anggota tim sudah pergi, Faris tersenyum, lalu mengemasi barang-barangnya ke dalam tas ransel. Saat hendak beranjak Faris melihat Suri yang berdiri di depannya.
FARIS (CONT'D)
Suri? Belom pulang?
SURI
Ini baru mau pulang.
FARIS
Ya, sudah, kalo gitu kita bareng.
Faris berjalan lebih dulu, Suri mengikuti langkahnya.
FARIS (CONT'D)
Lagi siapin apa jam segini baru pulang? Kayaknya sibuk banget.
SURI
Siapin agenda bulan puasa kak.
FARIS
Bagus dong kalo gitu.
Dengan ragu, Suri memberanikan diri berjalan mendahului Faris dan berdiri di depannya, hingga membuat Faris agak heran.
FARIS (CONT'D)
Ada apa?
Suri menatap Faris dengan serius.
SURI
(Ragu)
Kak Faris, aku mau gabung tim sepak sawut. Izinkan aku masuk.
Faris terdiam sejenak.
FARIS
Tadi kamu lihat kami latihan?
SURI
Iya!
FARIS
Kamu tau berapa jumlah pemain tim sepak sawut?
SURI
Lima!
FARIS
Bukan dengan begitu tim kami sudah cukup?
SURI
Tapi aku ingin sekali jadi pemain sepak sawut!
Faris memandang Suri yang menatapnya dengan sungguh-sungguh. Lalu Faris membuka tas ransel yang dibawanya, dan mengeluarkan bola tendang dari dalam tas ransel.
Suri melihat bola yang kini berada di bawah kaki Faris. Faris menendang bola itu ke lapangan bola.
FARIS
Kalo gitu bisa tolong ambil bolanya?
SURI
(Bingung)
Apa?
Faris meninggalkan Suri yang masih bingung, sedang bola terus menggelinding semakin menjauh.
Tangan kanan Suri terkepal, wajahnya serius memandang bola yang terus bergulir. Lalu Suri mengejar bola itu, sedang Faris terus berjalan meninggalkan Suri.
Suri mengejar bola hingga terjatuh. Bola baru berhenti ketika menyentuh tembok. Suri bangkit berdiri, berlari ke arah bola.
CUT TO:
Suri mengambil bola, saat Suri berpaling ke lapangan, sudah tidak ada seorangpun di sana. Tangan Suri gemetar memegang bola di tangannya.
CUT TO:
Ext. Rumah Suri - Teras - Malam
Ummi yang sedang duduk menunggu di bangku teras segera berdiri ketika melihat Suri berjalan memasuki halaman rumah.
UMMI
Suri, kamu dari mana?
Dengan wajah lunglai Suri terus berjalan tanpa memperhatikan Ummi yang sudah menunggunya. Ummi makin bingung melihat Suri berjalan dengan membawa bola di tangannya.
CUT TO:
Int. Rumah Suri - Kamar Suri - Malam
Suri berbaring di atas tempat tidur. Pandangannya tertuju pada bola di dekapannya hingga akhirnya Suri tertidur dengan mendekap bola tersebut.
CUT TO:
Jangan lupa follow akun media sosial Simple Scripts.
Tetap Terhubung dengan @simplescriptsid di:
Intagram/TikTok : @simplescriptsid
Twitter/X : @simplescripts22
Terima kasiih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sepak Sawut (Completed)
SpiritualSebuah drama religius bersetting di pondok pesantren. Suri, 16 tahun, Ketua OSIS Pondok Pesantren (Ponpes As-Salam), ingin mempertahankan harga diri dan ponpesnya dengan menjuarai Liga Sepak Sawut melawan Iqbal, kapten tim sepak sawut Ponpes At-Taqw...
