Bola Api di Mata Suri

64 33 90
                                        

Tim putri memasuki lapangan. Naila, Hasna, Irma dan Lili masuk lebih dulu, lalu diikuti Suri.

Suri melihat sekelilingnya. Terlihat penonton yang bersorak-sorai, tim penabuh bedug, kaum remaja putri yang membacakan salawat nabi. Suri juga melihat Indra yang tersenyum mengejek ke arahnya. Sejenak Suri merasa ragu. Kemudian Suri melihat Ummi berdiri menyemangatinya di antara penonton.

UMMI

(Teriak)

Allahu akbar!

Suri mengangguk, tersenyum.

SURI

(Pelan)

Allahu akbar!

Pertandingan dimulai. Tim putri sepak sawut Pesantren Nurul Quran yang lebih dulu menguasai bola. Tim putri Pesantren As-Salam berusaha mengambil alih. Suri belum mampu bermain maksimal, Suri berusaha menyesuaikan diri menghadapi lawan dan bekerjasama dengan anggota tim lainnya. Suri masih terlihat kikuk dan bingung.

Arifin, Firman, dan tim sepak sawut lain cemas melihat keadaan itu. Sedang Faris terlihat tenang.

Suri berlari mengejar bola api yang ditendang oleh tim lawan.

INSERT:

FLASH BACK

-(SC.02 EXT. LAPANGAN BOLA - MALAM). Kedua tim saling berkejaran, mengoper dan memperebutkan bola api yang menyala cukup besar.

Suri, tangan kecilnya meremas-remas ujung baju Ummi.

FLASHBACK BERAKHIR

CUT TO:

EXT. LAPANGAN BOLA - MALAM

Irma berhasil merebut bola api dan mengopernya ke Suri, namun Suri gagal menangkapnya hingga ditendang tim lawan. Naila segera mengejar bola api tersebut.

Kerumuman warga berteriak-teriak memberikan dukungannya. Suaranya menggema.

Naila berusaha kembali merebut bola api namun tim lawan berhasil mengopernya ke teman satu timnya. Naila, Irma dan Hasna berusaha mempersempit gerakan tim lawan hingga saat tersudut Hasna berhasil merebut bola api dan membawanya mendekati gawang tim lawan.

INSERT:

FLASH BACK

-(SC.02 EXT. LAPANGAN BOLA - MALAM). Seorang pemain tim abu-abu yang dengan sangat kuat dan kencang menendang bola api.

Suri, terkejut melihat bola api tertuju ke arahnya dengan cepat.

FLASHBACK BERAKHIR

CUT TO:

EXT. LAPANGAN BOLA - MALAM

Saat bola api bergulir di depannya, Suri segera berlari mengejarnya, dan berhasil menggiring bola api tersebut.

Naila, Hasna, Irma dan Lili berusaha mendekati Suri agar Suri mudah mengoper bola api. Sedang tim lawan berusaha mengejar bola api dari Suri yang mendekati gawang mereka.

INSERT:

FLASH BACK

-(SC. 06 EXT. LAPANGAN BOLA - MALAM). Bola api menyerempet kaki Suri. Suri berteriak histeris dan lari.

FLASHBACK BERAKHIR

CUT TO:

EXT. LAPANGAN BOLA - MALAM

Suri menggiring bola api, lalu mengopernya ke Lili yang berada di dekatnya.

Tim lawan beralih mengejar Lili, namun Lili segera mengoper bola api itu kembali ke Suri.

Naila, Hasna, dan Irma berlari berusaha mendekati Suri semakin dekat ke gawang lawan.

Suri mengoper bola api ke Naila, yang lalu mengopernya lagi ke Hasna. Bola api terus bergulir di tengah lapangan. Kedua tim berusaha merebut bola api itu.

Suri dan tim lawan yang berada di dekat bola api berusaha mengejarnya sekuat tenaga hingga akhirnya mereka sama-sama menendang bola api, namun tendangan Surilah yang berhasil mendepak bola api ke arah Irma.

Dengan sigap Irma menendang bola api ke gawang tim lawan, bola api melesat cepat ke gawang dan menebus gawang lawan.

Suri dan teman-temannya bersorak-sorai, begitu juga warga. Suara tabuhan bedug dan salawat nabi semakin keras terdengar menyambut bola api yang masuk ke gawang.

Terdengar peluit berbunyi (O.S.) tanda pertandingan usai. Tim sepak sawut Pesantren As-Salam Putri sebagai juara.

Suri, Naila, Hasna, Irma dan Lili berlari menuju tepi lapangan bola. Diah dan tim sepak sawut putra menyambutnya dengan penuh kegembiraan.

Tim putri saling berpelukan, begitu juga dengan Diah. Suri tersenyum bahagia melihat Ummi yang berada di kejauhan yang tersenyum penuh kegembiraan. Suri lalu melihat Arifin yang mengacungkan kedua ibu jari kepada Suri. Suri tersenyum.

CUT TO:

Sepak Sawut (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang