24. GARA-GARA AROON

176K 19K 823
                                        

Aaron mengetukkan sendok dan garpu di meja, membuat Calvin yang sedang asyik video call dengan Ayla menoleh.

"Apa?"

Aaron membuka mulutnya tak percaya. Calvin ini sangat tidak menghargai perjuangamnya membuatkan soto untuknya.

"Pengorbanan gue goreng ayam sampai kecipratan minyak nggak lo hargai. Kit atii dedek, Bang." ucap Aaron dramatis.

Calvin berdecak pelan. "Sini lo."

Aaron menurut, mendekati Calvin yang kini duduk dengan ponsel di tangan.

"Pegangin," perintah Calvin menyodorkan ponselnya kepada Aaron.

Aaron mendengus pelan, merebut ponsel dari tangan Calvin kasar, lalu membawa ponsel Calvin, duduk di samping pria itu yang kini menyeret semangkok soto agar lebih dekat ke arahnya.

"Hai, Aylaa," sapa Aaron pada Ayla di seberang sana.

"Halo, Aaron."

"Lo lagi ngapain, Ay?"

Calvin melirik Aaron sekilas, pria itu langsung merebut paksa ponselnya dari tangan Aaron. Lebih memilih menyandarkan pada mangkuk buah di depanya.

"Suka-suka Ayla, lah! Kepo banget jadi orang," sahut Calvin sengit.

Di seberang sana, Ayla menyipitkan mata, tersenyum di balik cadar mocca yang kali ini Ayla pakai. Aaron mendengus, matanya tertuju pada Calvin yang sepertinya sangat menikmati soto buatanya.

"Enak, kan, masakan gue?"

Calvin bergumam tak jelas. Calvin akui masakan Aaron cukup enak untuk ukuran laki-laki. Namun, Calvin tidak akan mengatakannya secara langsung, bisa-bisa kepala Aaron membesar karena pujian darinya.

"Udah makan?" tanya Calvin mendongak menatap Ayla.

"Udah, kok."

Calvin mengangguk, kembali melahap soto di hadapannya yang kini tersisa setengah.

"Aaron nggak makan?" tanya Ayla yang melihat Aaron hanya mengedarkan pandangan tanpa makanan di hadapannya.

Aaron menoleh ketika namanya disebut, pria itu menggeser posisinya lebih dekat ke arah Calvin agar Ayla juga bisa melihat dirinya.

"Gue puasa, Ay. Sunah, Senin Kamis."

Calvin menoleh horor ke arah Aaron. Aaron puasa? Impossible.

Padahal, pria berambut pirang itu tadi yang menghabiskan jatah makan siang Calvin saat sesi training. Calvin memukul lengan Aaron menggunakan sendok di hadapanya membuat Aaron meringis kesakitan.

"Suami lo, Ay, gue di-KDRT mulu daritadi," adunya.

"Ay Ey Ay Ey, namanya Ayla," sentak Calvin cepat.

Ingatkan pada Aaron, jika yang boleh memanggil Ay hanya Calvin seorang.

"Gue kasih tau, ya, Ayla." Aaron menekankan kata 'Ayla' dan melirik Calvin di sebelahnya. "Kemarin waktu di pesawat, suami lo indehoyan sama mbak mbak pramugari."

Calvin tersedak soto yang belum sempat ia telan setelah mendengar ucapan Aaron yang blak-blakan.

"Mana body mbak pramugari kayak gitar spanyol."

Aaron mengerakan tangan dari atas ke bawah, membuat beberapa lengkungan. Mencoba menggambarkan body pramugari yang dimaksud. "Beuhh, mantep, deh, pokoknya," lanjutnya.

Calvin memukul kepala belakang Aaron keras, lalu menendang kursi Aaron, membuat pria berambut pirang itu terjungkal ke lantai.

"Bohong, Ay! Jangan percaya sama mulut lemes Aaron."

My Sweet Calvin [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang