47. Crash

168K 15.7K 382
                                        

Aaron menatap tajam semua tim yang menunduk di camp.

"Siapa yang menyuruh kalian untuk mengganti motor Aldeguer?" tanya Aaron.

Semua menunduk, tak berani menjawab, manajer tim yang satu ini jika sudah marah sangat menyeramkan.

"Jawab saya!" bentak Aaron.

Salah seorang tim memberanikan diri mendongak, menatap manajer mereka yang sedang emosi.

"Aldeguer sendiri yang meminta," jawabnya sopan.

Brak!

Aaron menggebrak meja di hadapanya membuat semua orang terlonjak kaget.

"Masalah sebesar ini, kalian tidak membicarakan terlebih dahulu dengan saya? Di mana rasa hormat kalian kepada atasan?"

"Maaf, Tuan. Aldeguer sendiri yang meminta agar Anda tidak diberi tau."

"Shit!" umpat Aaron geram.

"Dan, di mana dia sekarang?" tanya Aaron menanyakan keberadaan Calvin, tapi semua tim menggeleng.

Pertandingan akan segera dimulai, tapi Calvin belum menampakkan batang hidungnya sama sekali. Bahkan, Calvin meninggalkan training beberapa hari sebelumnya.

"Gue di sini."

Suara bariton seseorang membuat semua yang ada di sana menoleh. Mengembuskan napas lega, karena Rider mereka telah datang dan mereka tidak akan mendapatkan amukan dari Aaron. Aaron menghampiri Calvin, sedikit iba melihat sahabatnya yang terlihat sangat kacau.

"Dari mana lo?"

"Ada urusan," jawab Calvin malas.

Pria itu lebih memilih masuk ke ruang ganti untuk mengenakan wearpack.

"Gue tau, lo lagi ada masalah, tapi seharusnya lo bisa profesional. Lo bukan bocah lagi. Harusnya, lo bisa bagi waktu, mana urusan race, mana urusan keluarga"

"Berisik!"

Calvin memandang Aaron tajam, tak peduli jika pria di hadapannya ini adalah manajernya. Calvin lebih memilih keluar setelah selesai mengenakan wearpack. Pria itu memandang nanar motor di hadapannya, motor sport berwarna kuning. Menunduk memperhatikan wearpack-nya yang juga berwarna kuning. Sengaja Calvin mempersiapkan semuanya untuk mengabulkan keinginan istrinya, tapi sekarang Calvin tidak tahu di mana keberadaan Ayla. Calvin sengaja tidak mengatakan pada Aaron karena pria itu tahu bahwa Aaron pasti akan menolak kemauannya untuk menggunakan wearpack dan motor warna kuning.

Calvin menoleh ketika seseorang menepuk bahunya.

"Lo yakin mau ikut race kali ini? Bahkan, ini motor baru, lo belum terlalu paham dengan modelnya."

"Gue bisa," potong Calvin cepat.

"Lo absen enam hari saat sesi training, lo yakin?"

Calvin melirik Aaron sinis. "Gue yakin dengan kemampuan gue."

Pria itu meraih helmnya yang juga berwarna senada. Menaiki motornya, memelesat menuju sirkuit untuk balapan.

***

Puluhan motor melesat dengan kecepatan di atas rata-rata setelah bendera dikibarkan. Calvin menatap kosong lautan aspal di hadapannya. Pikiranya terus disibukkan dengan keberadaan istrinya yang kini tengah hamil.

Harusnya, Calvin terbang ke Argentina seminggu sebelum pertandingan digelar. Namun, enam hari yang harusnya ia gunakan untuk training, justru Calvin gunakan untuk mencari keberadaan Ayla. Pria itu telah mencari Ayla ke mana-mana, mulai dari pondok pesantren, mansion, dan rumah orang tua Ayla. Namun, Ayla dan orang tuanya sudah tidak ada di sana. Rumah itu kosong.

My Sweet Calvin [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang