Ayla baru pulang dari kampus pukul 4.00 sore, banyak sekali urusan yang harus Ayla urus hari ini. Ayla melangkah menuju apartemen. Ketika membuka handel pintu, ternyata pintunya terkunci. Disebelah handel ada sebuah pin untuk membuka pintu untuk opsi lainya namun Ayla juga tak tahu berapa sandinya.
Ayla ingin menghubungi Calvin, tapi ia tidak punya nomor suaminya. Mengembuskan napas pelan, Ayla berjongkok di samping pintu, menunggu kehadiran Calvin yang diyakini Ayla jika suaminya itu juga sedang pergi.
Suara derap langkah mendekat membuat Ayla mendongak, wajah datar Calvin mendekati pintu. Mengerutkan kening ketika melihat Ayla berjongkok di bawah.
"Ngapain?" tanya Calvin.
"Nungguin kamu." Gadis dengan balutan gamis dan cadar itu, lalu berdiri.
"Kenapa?"
"Mau masuk."
"Masuk tinggal masuk, ngapain harus nungguin?"
"Nggak bawa kunci, nggak tahu sandinya," sahut Ayla mencoba menjelaskan.
Calvin mengangguk, memilih menekan beberapa angka pada tombol di sana. Pintu terbuka, Calvin lalu masuk, melepas sepatunya dan meletakkan di rak sepatu diikuti Ayla di belakangnya.
"Sandinya, tanggal pernikahan kita," ucap Calvin, lalu berlalu untuk membersihkan dirinya.
Ayla mengangguk di balik cadar. Gadis itu tersenyum manis, sayang sekali Calvin tidak melihatnya. Jika Calvin melihat senyuman Ayla, sudah dipastikan pria itu akan kembali salting.
***
Ayla menyeret koper miliknya ke kamar. Iya, kamarnya dan Calvin sekarang. Tadi pagi, Ayla belum sempat membereskan baju bajunya karena terburu-buru pergi ke kampus.
Sekarang Ayla bingung, dimana ia akan menaruh pakaian miliknya, disini hanya ada satu lemari besar milik Calvin. Apakah suaminya itu mau berbagi tempat denganya? Sambil menunggu Calvin selesai mandi, Ayla memilih mengeluarkan bajunya terlebih dahulu dan meletakkan di atas ranjang.
Pintu kamar mandi terbuka, Ayla berniat menanyakan di mana bajunya harus diletakkan namun-,
"Astagfirullah," teriaknya lalu menutup mata dengan kedua tangan.
"Kenapa?" tanya Calvin santai mencoba mendekati Ayla.
"Stop, jangan mendekat! Itu kenapa nggak pakai baju?" tanya Ayla.
Tanganya masih setia menutupi wajahnya, sedangkan tangan satunya menunjuk Calvin yang kini telanjang dada dan hanya handuk yang melilit di pingang.
"Kenapa, sih, gini doang."
"Cepet pake bajunya, ih!"
Calvin mengulum senyumnya, istrinya masih sangat polos ternyata. "Iya, ini mau pakai."
Calvin menyambar boxer di lemari, lalu kembali masuk ke kamar mandi. Ayla mengembuskan napas lega. Walaupun mereka sudah resmi menjadi suami istri, tapi Ayla belum terbiasa melihat Calvin seperti itu.
"Udah, nih." Calvin keluar dari kamar mandi.
Ayla yang membereskan bajunya, kemudian menoleh.
"Astagfirullah." Kembali Ayla menutup matanya.
Sementara itu, sang pelaku justru tertawa penuh kemenangan.
"Kenapa, sih?" tanya Calvin mencoba kembali mendekati Ayla.
"Bajunya, astagfirullah."
Memang, kali ini Calvin sudah memakai boxer, tapi dirinya masih telanjang dada. Menampilkan perut kotak kotaknya membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan tergiur. Namun, tidak untuk Ayla, gadis itu merasa malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Calvin [TERBIT]
Novela JuvenilNamanya Calvin Aldeguer. Pria penuh kharisma yang mampu membuat kaum hawa ketika melihatnya langsung terpana. Pemegang kandidat pembalap termuda di dunia membuat pria itu cukup populer di banyak kalangan. Hidup Calvin yang biasanya hanya di penuhi...
![My Sweet Calvin [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/307080265-64-k351434.jpg)