Calvin bersiul kecil menuju kamar, pria itu baru saja kembali dari salat Isya di masjid. Sarung hitam motif bunga, baju koko putih menambah ketampanan Calvin berkali lipat bertambah.
Di tangan kanannya pria itu membawa laptop yang tadi ditinggalkannya di sofa, sedangkan tangan kirinya membawa totebag dengan brand ternama. Calvin membuka pintu kamar, keningnya mengerut ketika melihat Ayla yang duduk diatas sajadah. Tidak sedang salat, istrinya itu sedang memijit kaki.
Calvin meletakkan totebag dan laptopnya di meja, menghampiri istrinya itu.
"Ngapain?"
Ayla mendongak, sedikit terpukau melihat wajah suaminya yang terlihat sangat tampan. Apalagi, dengan sarung yang pria itu pakai.
"Kesemutan," jawab Ayla jutek, ingatkan bahwa Ayla masih marah pada Calvin karena jilbab kesayangannya yang dirusak suaminya itu.
"Udah salat, kan?"
"Udah," jawab Ayla seadanya, tangannya sibuk memijat kakinya pelan.
Calvin tersenyum simpul, ide jahil muncul di kepalanya. Pria itu menendang kecil kaki Ayla yang kesemutan, membuat Ayla meringis.
"Aduh, sakitt," ucap Ayla berusaha memukul kaki suaminya.
"Berhenti nggak, sakit."
Bukanya berhenti, pria itu terus melanjutkan aksinya. Senyum semringah tak luntur dari bibir Calvin.
"Calvin, berhenti nggak."
"Nggak mau. Gimana, dong?" ucapnya tengil.
"Berhenti. Aku aduin Mom, ya."
"Tidak peduli," jawab Calvin masih menendang-nendang kaki kesemutan Ayla.
"Hitung sampai tiga, kalau nggak berhenti, tidur di luar," ucap Ayla mutlak.
"Sa-"
Calvin menghentikan aksi menendang kaki Ayla, berjongkok di hadapannya istrinya itu.
"Nggak seru lo, ngancemnya gitu mulu."
"Tidak peduli," ucap Ayla menirukan gaya bicara Calvin tadi.
Calvin mengmengekeh, mencubit pelan pipi istrinya, lalu menyelonjorkan kaki Ayla. "Mana yang sakit, hm?"
"Aw, jangan dipegang." Ayla memukul tangan Calvin membuat pria itu menoleh.
"Bentar."
Calvin menggoyangkan kaki Ayla ke kanan dan ke kiri secara perlahan. Ayla dibuat terpana dengan wajah Calvin yang tampak serius dengan kakinya.
"Masih kesemutan?" tanya Calvin menoleh ke arah Ayla.
"Masih."
Calvin meletakkan tangan Ayla pada lehernya, menyelipkan tangannya pada lekukan lutut belakang istrinya itu. Menggendong Ayla ala bridal style ke sofa. Calvin meletakkan Ayla perlahan di sofa. Duduk di samping Ayla, meletakkan kaki istrinya itu di atas pahanya.
Pria itu menyibak sedikit mukena yang menutupi kaki Ayla. Kembali menggerakkan pelan kaki istrinya itu, sesekali memijatnya pelan.
"Digerakin coba jari kakinya."
Ayla menurut, menggerakan jari kakinya.
"Tau nggak, Ay, katanya kalau kesemutan itu berarti ada arwah semut yang mati karena lo injek."
Ayla mengerutkan kening. Konsep dari mana seperti itu? batinnya.
"Semut pergi, dong. Kasihan kaki istrinya Calvin jadi sakit," ucapnya membuat Ayla tertawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Calvin [TERBIT]
Fiksi RemajaNamanya Calvin Aldeguer. Pria penuh kharisma yang mampu membuat kaum hawa ketika melihatnya langsung terpana. Pemegang kandidat pembalap termuda di dunia membuat pria itu cukup populer di banyak kalangan. Hidup Calvin yang biasanya hanya di penuhi...
![My Sweet Calvin [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/307080265-64-k351434.jpg)