Hot News
Seorang pembalap dunia muda penuh talenta asal Indonesia. Calvin Aldeguer, diduga mengalami kecelakaan tunggal setelah mengalami dua kali crash di pertandingannya. Diduga karena lalai, motor sport berwarna hijau itu menabrak pembatas jalan, mengakibatkan sang rider jatuh ke jurang sedalam 200 meter. Sampai saat ini beberapa petugas gabungan telah dikerahkan untuk mencari keberadaan sang rider.
Tiga hari setelah kabar kecelakaan Calvin, pria itu belum ditemukan sampai saat ini. Petugas hanya menemukan beberapa bagian motor Calvin yang sudah hancur. Aaron yang mendengar kabar itu sejak pertama kali langsung ikut mencari sahabatnya itu. Selama seminggu pula, Aaron belum beranjak dari jurang tempat Calvin mengalami kecelakaan.
Ia merutuki kebodohannya yang membiarkan Calvin pergi begitu saja setelah mengalami crash parah. Pria itu juga mencoba menghubungi Ayla, tapi nihil. Nomor telepon istri sahabatnya itu sudah tidak aktif. Pria berambut pirang itu juga mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Calvin.
Ketika malam petugas dan tim akan beristirahat karena keadaan yang tidak memungkinkan. Namun, Aaron tidak. Pria itu tidak menyerah begitu saja, dibantu oleh penerangan lampu senter seadanya, Aaron terus menyisir jurang untuk menemukan Calvin.
Aaron terhuyung ke depan, jatuh ke rerumputan ketika kakinya menabrak benda yang cukup keras. Aaron menoleh ke belakang, mengarahkan senter pada benda yang tadi ia sandung. Pria itu bangkit ketika melihat sebuah ban yang sudah tak terbentuk tergelatak di sana. Mengambil ban tadi dengan napas tercekat.
"Nggak. Nggak mungkin."
Aaron mengarahkan senternya ke arah lain, menghampiri benda yang sepertinya tak asing baginya. Sebuah bagian motor yang hancur kembali ia temukan, pria berambut pirang itu makin membuka matanya lebar agar tidak melewatkan apa pun. Sebuah batu besar mengalihkan perhatian Aaron. Dengan cahaya senter, Aaron dapat melihat darah yang sudah mengering menempel di sana.
Menghampiri batu tadi, Aaron dibuat mematung ketika melihat seorang laki-laki dengan keadaan tengkurap dan berlumuran darah.
Jaket itu?
Aaron sangat tahu jaket yang dikenakan pria yang kini terkapar di hadapanya. Dengan tubuh bergetar, Aaron berjongkok di hadapan orang itu. Menggulingkan tubuh yang sangat dingin untuk mengenali wajahnya. Jantung Aaron serasa berhenti ketika tahu bahwa pria yang sekarang berada di pangkuannya adalah sahabatnya, Calvin Aldeguer.
"Vin, lo-"
"Nggak. Ini nggak mungkin, kan?"
Aaron mengguncang badan Calvin yang dipenuhi darah, bahkan wajah pria itu sudah tak terlihat karena darah yang hampir menutupi seluruh wajah Calvin.
"Vin, bangun. Lo denger gue, kan?" ucap Aaron dengan suara bergetar.
"Lo nggak boleh pergi. Lo nggak boleh tinggalin gue. Lo nggak boleh tinggalin Ayla. Lo nggak boleh tinggalin anak lo," runtuh sudah pertahanan Aaron. Pria itu menangis sambil memangku sahabatnya yang tak merespons ucapanya sama sekali.
Aaron memeriksa denyut nadi Calvin, tertegun karena masih ada denyut nadi pria itu meskipun sangat lemah.
"Bertahan, Vin, seenggaknya buat anak lo."
"TOLONG! TOLONG!"
Aaron berteriak berulang kali, tapi nihil. Sepertinya tim dan para petugas tak ada yang mendengarnya. Jika menunggu mereka pasti juga akan sangat lama. Aaron mengikat senter di kepalanya, melepas jaketnya dan meletakkan di atas tubuh Calvin yang makin dingin. Pria itu berjongkok, menggendong Calvin yang berlumuran darah untuk mencari pertolongan. Tak peduli jika baju yang dikenakanya juga akan penuh dengan darah sahabatnya
***
To: Ayla Khumaira
From: Your husband
Asalamualaikum, Khumaira. Asalamualaikum, Ay-yang.
Gimana kabarnya? Gue harap lo selalu sehat ya..
Surat ini gue tulis sehari sebelum gue terbang ke Argentina. Kalau lo baca surat ini berarti gue lagi nggak sama lo sekarang.
Dari mana gue harus mulainya? Intinya di surat ini gue mau jujur sama lo. Gue nggak mau lagi ada kebohongan di antara kita.
Pertemuan kita dimulai ketika gue mengikat lo dalam ikatan tali suci pernikahan. Gue nggak tahu lo sama sekali. Ayla Khumaira? Bahkan, gue baru denger nama itu untuk pertama kalinya.
Jujur, awalnya gue nggak suka sama lo. Jangan marah, tapi lo bukan tipe gue sama sekali. Tapi itu berlaku untuk dulu, nggak untuk sekarang. Gue pikir, lo cewek agamis yang bakal ngatur-ngatur hidup gue, tapi semua anggapan buruk tentang lo seketika hilang setelah gue berlaku kasar sama lo. Lo selalu sabar ngadepin tingkah gue. Lo sabar ngadepin tingkah dan mood gue yang sering berubah-ubah.
Kalau lo bilang, lo nggak pantes buat gue. Gue bakal jawab, nggak! Karena bagi gue, gue yang nggak pantes buat lo. Laki-laki berengsek yang tega ninggalin istrinya yang lagi sakit demi makan sama cewek lain, laki-laki berengsek yang suka nerima ciuman wanita lain, padahal dia tau dirinya sudah punya istri spek bidadari seperti lo.
Kalau lo baca surat ini, gue harap lo udah tahu kebenaran tentang Bunda. Awal mula pertengkaran kita karena gue nggak mau lo tau masalah ini dulu sebelum anak kita lahir. Gue nggak mau buat lo sedih dan buat lo kepikiran. Tapi, ternyata gue justru salah ngambil keputusan, harusnya gue tau kalau Gladis nggak sebodoh itu yang rela mencari informasi tentang lo hanya untuk makan bareng gue.
Awalnya, gue nggak tau kalau di dalam makanan itu ternyata udah dicampur obat bius sama Gladis. Gue berani sumpah, gue nggak ngapa-ngapain Gladis. Gue pergi ke mobil setelah kepala gue pusing, gue pingsan di sana. Kalau lo nggak percaya, lo bisa cek CCTV kamar apartemen kita. Gue nggak ngapa-ngapain, Gladis yang jebak gue.
Maaf untuk semuanya, mungkin lo udah bosen denger kata maaf dari mulut gue. Tapi, gue bakal tetep minta maaf sampai keadaan kita kembali seperti dulu. Maaf, gue belum bisa jadi suami yang baik buat lo, maaf gue nggak becus jadi suami. Maaf, gue masih sering tempramen sama lo Ay, maaf.
Gue Calvin Aldeguer, laki-laki yang nggak pernah bersyukur bisa dapetin bidadari seperti lo. Kehadiran lo di hidup gue sangat mengubah kehidupan gue. Gue yang awalnya males-malesan buat salat, sekarang sedikit demi sedikit sudah mulai terbiasa dengan kewajiban gue. Gue yang selalu mengeluh soal hidup, selalu lo ingetin kalau kita nggak akan selamanya di posisi itu. Lo istri terbaik yang pernah ada.
Maaf, gue belum bisa ngubah kosakata lo-gue, jadi aku-kamu. Hahaha, padahal hal sesepele itu gue nggak bisa kabulin. Lo tau, Ay? Dunia gue serasa runtuh saat lo minta cerai ke gue. Gue nggak bisa, gue nggak bisa kalau harus pisah sama lo. Lo orang spesial dalam hidup gue setelah Mom dan Dad, gue nggak bisa hidup tanpa kalian. Ditambah lagi, lo ngomong gitu waktu hamil anak kita.
Kalau lo baca surat ini, gue harap lo udah balik. Jangan pergi-pergi lagi, gue bingung nyarinya. Gimana anak kita? Sehat, kan? Gue harap seperti itu.
"Sehat terus jagoan, Dad."
Aku tahu, anak kita pasti laki-laki, mulai dari cara kamu ngidam dan tendangan tendangan kecil waktu aku ngusap perut kamu.
Ah, udah ganti, kan, jadi aku-kamu. Jangan diledek, aku lagi belajar membiasakan panggilan ini. Ay, aku boleh minta satu permintaan? Aku udah nyiapin nama buat anak kita.
Carel Aldeguer Ghazali
Aku harap, kamu kasih nama itu buat anak kita. Meskipun mungkin aku nggak ada di samping kamu saat ini. Kalau anak kita perempuan, maaf, aku belum mikirin namanya. Karena aku yakin pasti anak kita laki-laki. Dan, kalau anak kita perempuan, aku serahin ke kamu namanya. Tapi, kayaknya itu nggak mungkin, hahaha.
Udah dulu, ya, aku capek nulisnya. Satu hal yang harus kamu tahu bahwa aku, Calvin Aldeguer, selalu dan akan terus mencintai kamu, Ayla Khumaira.
Penuh Cinta,
Your Husband: Calvin Aldeguer
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Calvin [TERBIT]
Teen FictionNamanya Calvin Aldeguer. Pria penuh kharisma yang mampu membuat kaum hawa ketika melihatnya langsung terpana. Pemegang kandidat pembalap termuda di dunia membuat pria itu cukup populer di banyak kalangan. Hidup Calvin yang biasanya hanya di penuhi...
![My Sweet Calvin [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/307080265-64-k351434.jpg)