Calvin mengedarkan pandanganya, pria itu menggaruk lenganya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Duduk dulu," ucap Ayla.
Kali ini mereka berada di kamar milik Ayla yang ada di pondok pesantren.
"Duduk di mana?" tanya Calvin.
Karena dirinya tidak melihat sofa atau kursi di sana.
Bagaimana ada sofa, bahkan ruangan itu hanya ada ranjang kecil, nakas, dan lemari kecil berisi buku buku tebal yang Calvin sendiri tidak tahu apa isinya. Ayla menunjuk ranjang di hadapannya, membuat Calvin melongo tak percaya.
"Kalau gue duduk, nanti patah nggak?" Kembali Calvin menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba terasa gatal.
Ayla menghela napas pelan, menarik tangan suaminya itu lalu memegang pundak Calvin, menekannya agar Calvin duduk di ranjang.
"Ini ruangan apaan, sih?" gerutu Calvin.
"Kamar aku." Ayla menyeret sebuah kursi plastik yang berada di belakang pintu.
Membawanya di hadapan suaminya itu, lalu duduk di sana. Lagi-lagi, Calvin dibuat terperangah dengan jawaban Ayla. Bahkan ruangan ini lebih kecil daripada gudang di mansion keluarganya. Lupakan soal mansion, bahkan ruangan ini lebih kecil dari kamar mandi apartemenya.
Calvin bangkit, ia tak betah lama-lama di tempat seperti ini. Pria itu menggenggam tangan Ayla keluar dari ruangan pengap itu. Mana bisa istri seorang Calvin Aldeguer sekaligus pemilik resmi pondok pesantren tinggal di ruangan seperti itu. Calvin tidak terima!
Calvin membawa Ayla keluar pondok pesantren, membukakan pintu mobil Jeep-nya untuk Ayla, lalu pergi dari pondok pesantren.
Tadi setibanya di bandara, Calvin langsung bergegas keluar, menaiki Jeep-nya yang sudah diantar oleh suruhanya. Barangnya? Tenang semuanya sudah diatur oleh orang kepercayaannya.
"Mau ke mana?" tanya Ayla menoleh ke arah Calvin yang kini fokus menyetir.
"Pulang," jawab Calvin singkat.
Bagaimana Calvin tahu jika Ayla berada di pondok? Tadi, setelah dari bandara, bukannya pulang ke apartemen atau ke mansion orang tuanya. Pria itu justru lebih memilih ke rumah orang tua Ayla untuk menjemput istrinya. Namun, sesampainya di sana, Citra mengatakan bahwa Ayla pergi ke pondok pesantren.
"Pulang ke mana?" tanya Ayla heran.
Masalahnya ini bukan jalan ke apartemen atau rumah orang tuanya. Calvin diam, tidak menjawab ucapan Ayla. Pria itu justru menggenggam tangan Ayla erat.
"Kenapa nggak ngabarin kalau mau pulang?"
"Biar surprise," jawab Calvin enteng.
"Terus, itu kenapa pakai masker segala?" tanya Ayla heran, karena sejak tadi Calvin tak melepas maskernya.
Calvin memutar bola matanya ke kanan dan ke kiri, mencoba mencari alasan. Terjadi insiden setelah Calvin memenangkan pertandingan, pria itu mendapat serangan dari seseorang yang tidak Calvin kenal. Namun, setelah Aaron mencoba mencari tahu, ternyata itu adalah orang suruhan salah seorang rider yang tidak terima karena Calvin kembali memenangkan pertandingan. Masalah memang sudah selesai, tapi Calvin harus rela wajah dan perutnya terluka karena mendapat serangan secara mendadak.
"Banyak debu."
Ayla mengangguk, mencoba memercayai perkataan suaminya. Mobil Jeep itu memasuki pekarangan rumah, Ayla semakin dibuat bingung melihat rumah mewah tiga lantai di depanya. Calvin turun, membukakan pintu untuk Ayla lalu menggenggam tangan istrinya menuju rumah tadi.
"Rumah siapa?"
"Rumah kita," jawab Calvin mantap.
Pria itu meletakkan tanganya di depan pintu membuat pintu itu secara otomatis langsung terbuka. Ayla yang melihatnya berdecak kagum. Calvin kembali membawa Ayla untuk masuk ke dalam rumah. Walaupun Ayla masih belum yakin jika ini benar-benar rumahnya. Calvin membawa Ayla untuk naik tangga dengan tangan yang saling bergandengan satu sama lain. Calvin berhenti, membuat Ayla otomatis juga berhenti. Ayla menoleh ke arah Calvin yang kini juga menoleh ke arahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Calvin [TERBIT]
Teen FictionNamanya Calvin Aldeguer. Pria penuh kharisma yang mampu membuat kaum hawa ketika melihatnya langsung terpana. Pemegang kandidat pembalap termuda di dunia membuat pria itu cukup populer di banyak kalangan. Hidup Calvin yang biasanya hanya di penuhi...
![My Sweet Calvin [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/307080265-64-k351434.jpg)