38. Jealous

196K 17.1K 273
                                        

Dua sejoli yang sedang bahagia itu kini sedang berada di supermarket. Setelah selesai dari dokter kandungan untuk memeriksa kebenaran test pack tadi, Calvin memutuskan mengajak Ayla ke supermarket untuk membelikan istrinya susu ibu hamil. Sangat romantis, bukan? Usia kandungan Ayla bahkan masih sangat muda, dua minggu. Begitu kata dokter tadi.

Calvin yang sangat antusias menyambut buah hatinya menyimak dengan saksama apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh wanita hamil.

"Kalau capek bilang."

Ayla mengangguk, tangannya digenggam erat oleh suaminya, sedangkan tangan Calvin satunya sibuk mendorong troli. Calvin membawa Ayla ke rak susu ibu hamil. Ya, memang itu tujuan mereka kesini.

"Banyak banget. Lo suka yang mana?" tanya Calvin bingung karena banyaknya susu ibu hamil dengan berbagai variasi dan rasa yang berbeda.

Ayla mengetukan jarinya pada dagu, melepas genggaman tangan Calvin, mengambil satu kotak susu ibu hamil rasa cokelat.

"Yang ini aja," tunjuknya pada Calvin, lalu memasukkanya ke troli.

"Lagi."

"Apa?"

"Yang mana lagi?"

"Udah, itu aja."

Calvin berdecak, mengambil semua kotak susu ibu hamil dengan rasa cokelat. Memasukannya ke troli membuat Ayla membulatkan mata terkejut melihat tingkah suaminya.

"Astagfirullah, banyak banget mau diapain?"

"Buat stok di rumah," sahut Calvin masih sibuk mencari susu varian cokelat lainnya.

"Nggak, satu aja udah cukup." Ayla menghalangi troli tadi agar Calvin tidak memasukkan susu ibu hamil ke sana.

"Satu?" beo Calvin.

Ayla mengangguk, mengembalikan beberapa kotak susu yang sudah Calvin masukkan pada troli.

"Tiga, deh." Calvin kembali memasukkan dua kotak susu cokelat tadi ke troli.

Ayla menggeleng pelan, tangannya kembali digandeng oleh Calvin. Sekarang, mereka akan mencari bahan makanan untuk isian kulkas. Ingatkan, jika Calvin telah menguras habis isi kulkas di rumah mereka?

Ayla menuju etalase sayur dan rempah-rempah. Calvin hanya membiarkan saja istrinya itu memilih sesukanya. Karena apa? Karena pria itu tidak tahu sayuran jenis apa yang terongok di sana.

Sementara itu, Ayla sibuk dengan sayur dan rempah-rempah, Calvin lebih memilih untuk mencari buah-buahan. Kata dokter tadi buah bagus untuk ibu hamil. Calvin meletakkan buah-buahan tadi ke troli. Beralih ke tempat frozen food yang tak jauh letaknya dari etalase sayuran.

Pria itu mengambil beberapa ayam potong, nugget, dan makanan lainya. Gelayutan manja pada lenganya membuat Calvin menoleh. Menyadari siapa pelakunya Calvin langsung menyentak tangan wanita tadi.

"Ngapain lo?" tanya Calvin tak suka.

"Aku belanja di sini. Eh, ketemu kamu lagi. Emang, kayaknya kita beneran jodoh, deh," ucap wanita tadi, siapa lagi jika bukan si jailangkung Gladis.

Calvin menoleh sebentar ke arah Ayla yang masih sibuk dengan sayuran di sana.

"Minggir lo."

Calvin selesai dengan frozen food-nya. Pria itu hendak kembali ke troli, tapi Gladis terus menghalangi jalannya.

"Kamu, kok, belanja sendiri, istri kamu mana? Oh, atau jangan-jangan kamu dijadiin babu, ya, sama istri kamu. Astaga, Calvin, jangan bilang istri kamu enak-enakan di rumah terus kamu yang di suruh belanja," cerocos Gladis panjang lebar.

My Sweet Calvin [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang