39. ?

155K 15.9K 819
                                        

"Mau ke mana?" Ayla yang baru bangun tidur bertanya kepada Calvin yang sudah siap dengan pakaian rapinya.

"Pergi," jawab Calvin cuek tanpa menoleh ke arah Ayla.

"Ke mana?"

"Bukan urusan lo!" sentak Calvin membuat Ayla terkejut.

Ada apa dengan suaminya?

"Aku ada salah?" tanya Ayla hati-hati.

Calvin diam, sibuk dengan jam tangan. Pria itu berdiri di depan cermin merapikan rambutnya sebentar.

"Aku nanti izin mau kuliah, ya."

"Hm," gumam Calvin. Pria itu beralih membuka lemari.

"Nggak mau nganterin?"

Calvin menoleh, memberi tatapan dingin pada Ayla membuat Ayla kembali terkejut dengan sikap suaminya. Tatapan itu, tatapan ketika mereka baru bertemu. Tatapan di mana Calvin belum mau menerima dirinya sebagai seorang istri.

"Punya kaki, kan? Jalan sendiri, nggak usah manja!" ucap Calvin sarkastis, lalu keluar kamar dengan membanting pintu.

Ayla menunduk. Ia tak tahu apa kesalahannya, kenapa Calvin bisa berbicara seperti itu padanya. Satu tetes cairan bening meluncur begitu saja tanpa diminta.

***

Seharian ini Ayla tidak bisa fokus dengan mata kuliah. Wanita itu terus memikirkan perubahan sikap Calvin padanya. Apa dia punya salah? Tapi, apa? Ayla terus melamun di perjalanan. Wanita itu tak sadar jika sudah keluar area kampus. Berjalan ke arah jalan raya di depan kampusnya.

Tarikan pada bahunya membuat Ayla terkejut, refleks Ayla memeluk orang yang menariknya tadi. Ia tertegun ketika menyadari bahwa dirinya sudah berdiri di tengah jalan.

"Lo mau mati?" sentak seseorang yang menariknya tadi.

Ayla menggeleng. Pria tadi membawa Ayla untuk menepi, meninggalkan Ayla yang menunduk. Lagi-lagi, air mata menetes begitu saja tanpa diminta.

Kenapa ia jadi cengeng seperti ini?

***

Pukul 10.00 malam, Calvin baru pulang ke rumahnya. Pria itu mendengus ketika melihat Ayla tidur di sofa. Menggulung lengan jaketnya, Calvin membawa Ayla ke kamar. Pria itu meletakkan Ayla ke ranjang, menyelimuti tubuh istrinya.

Ayla terbangun, wanita itu melihat suaminya yang akan masuk ke kamar mandi.

"Kamu udah pulang?"

Calvin memutar kepalanya, memandang Ayla sekilas. "Bisa nggak, kalau tidur langsung di kamar. Nggak usah pakai acara tidur di sofa, ngerepotin tau nggak?" ujar Calvin pedas, lalu masuk ke kamar mandi.

Meninggalkan Ayla yang lagi-lagi mematung mendengar ucapan suaminya.

Pintu kamar mandi terbuka, Calvin keluar dengan celana selutut dan kaus abu. Pria itu mengambil bantal di atas ranjang, melirik sekilas Ayla yang kini menunduk.

Calvin meletakkan bantal tadi di sofa, berbaring di sana. Menutup mata dengan lengan, bersiap tidur. Ayla mendongak, mengumpulkan keberaniannya wanita itu menghampiri Calvin yang berada di sofa.

"Maaf," ucap Ayla menunduk.

Calvin diam, pria itu masih dengan posisi yang sama.

"Aku minta maaf," ulangnya.

"Cal-"

"BISA DIEM NGGAK, SIH." Calvin membanting bantal ke lantai, membuat Ayla makin menunduk.

"Kenapa?" tanya Ayla pelan.

My Sweet Calvin [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang