"Minggir."
"Nggak."
"Minggir, Calvin."
"Gamau, Khumaira."
Ayla mendelik ketika Calvin terus menghalangi jalanya. Wanita itu hendak pergi ke kampus, tapi suaminya ini bersikeras melarangnya. Alasannya tentu saja pria itu yang ingin bermanja-manja dengan istrinya. Empat hari ditinggal Ayla ke rumah Bunda membuat Calvin sangat merindukan istrinya ini.
"Aku ada kelas pagi, keburu telat."
"Biarin."
Ayla berjalan ke kanan, Calvin juga berjalan ke kanan. Begitu terus sebaliknya ketika Ayla berjalan ke kiri maka Calvin akan berjalan ke kiri. Calvin mengambil cadar yang belum Ayla pakai dari tangan wanita itu membuat Ayla terkejut.
"Balikin."
"Nggak."
"Balikin nggak," ucap Ayla mulai kesal.
"Nggak mau."
Ayla berdecak. "Kayaknya kalau ke kampus nggak pakai cadar enak, nih," ucap Ayla memicingkan mata.
Calvin yang tadi menyembunyikan cadar Ayla di belakang tubuhnya menoleh. "Berani emang?" tanya Calvin mengangkat sebelah alisnya.
"Kenapa enggak? Pasti banyak cowok yang suka."
"Mau pamer ceritanya?"
Ayla mengetukkan jari di dagu. "Maybe, yes."
Calvin berjalan mendekati Ayla. Ayla yang takut berjalan mundur. Sial, dirinya sudah terpentok oleh ranjang. Ayla jatuh terlentang di ranjang karena wajah Calvin yang terus mendekat.
"Ma-mau apa?" tanya Ayla grogi.
"Mau lo," jawab Calvin.
Pria itu makin mendekatkan wajahnya pada wajah Ayla. Pandangannya langsung terkunci pada bibir ranum istrinya. Jarak mereka makin dekat, bibir mereka akan bersentuhan. Namun, Ayla tiba-tiba mendorong tubuh Calvin membuat Calvin terkejut. Ayla bangkit, berlari ke arah kamar mandi. Perutnya terasa bergejolak sejak tadi. Wanita itu mencoba memuntahkan sesuatu dari dalam perutnya, tapi yang keluar hanyalah cairan bening.
"Lo nggak apa-apa?"
Calvin sudah berdiri di belakang Ayla, memijat tengkuk istrinya itu. Ayla mendorong dada bidang Calvin membuat pria itu heran.
"Jauh-jauh."
"Kenapa?"
"Nggak enak baunya."
"Hah?" beo Calvin bingung.
Calvin mencium baju dan ketiaknya. Wangi, kok. Calvin sudah mandi tadi.
Ayla menyambar handuk yang ada di sana, melemparnya tepat mengenai wajah Calvin. "Mandi dulu," ucap Ayla, lalu meninggalkan Calvin di dalam kamar mandi.
Calvin melongo tak percaya. Ayolah ini masih sangat pagi. Haruskah ia mandi dua kali?
Calvin berdecak, melepas pakaianya, lalu mengguyur rambutnya dengan shower. Tidak, ia tak akan mandi, ia hanya akan keramas.
Calvin keluar kamar mandi, ia melirik Ayla yang duduk diranjang dengan minyak kayu putih di tangannya.
"Lo sakit?"
"Nggak."
"Nggak jadi ke kampus?"
"Nggak enak badan," jawab Ayla enteng.
Lagi-lagi, Calvin dibuat melongo mendengar jawaban istrinya.
Tadi ditanya, katanya nggak sakit. Sekarang bilang nggak enak badan. Maunya apa, sih? batin pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Sweet Calvin [TERBIT]
Genç KurguNamanya Calvin Aldeguer. Pria penuh kharisma yang mampu membuat kaum hawa ketika melihatnya langsung terpana. Pemegang kandidat pembalap termuda di dunia membuat pria itu cukup populer di banyak kalangan. Hidup Calvin yang biasanya hanya di penuhi...
![My Sweet Calvin [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/307080265-64-k351434.jpg)