40. Permen Kapas

156K 16.9K 457
                                        

Pria dengan celana Levis dan hoodie berwarna hitam itu memasuki rumah. Melepas kupluk hoodie yang menutupi kepalanya, lalu mengacak rambut sebentar. Di tangannya terdapat sebuah permen kapas berukuran cukup besar. Pria itu berlari ketika mendengar isakan tangis dari dalam kamar.

"Ay, kenapa?"

Calvin berjongkok di hadapan Ayla yang menangis di lantai. Membawa Ayla ke dekapanya, tapi langsung di dorong kasar oleh wanita itu.

"Pergi, nggak mau ...."

"Ay, hey, are you okay?"

"Nggak mau, lepas." Ayla terus memberontak dalam dekapan Calvin.

"Bunda ... Bunda. Ayla mau pulang ...."

Calvin tertegun, menangkup pipi istrinya yang kini dipenuhi air mata. "Mau pulang ke mana? Ini, kan, rumah lo."

Ayla menggeleng, memukul dada Calvin brutal.

"Nggak mau, mau pulang ke rumah Bunda. Bunda ...."

"Kesurupan lo?"

Ayla makin menangis, meraung, terisak sambil menunduk.

"Wah, beneran kesurupan, nih." Calvin menempelkan tangannya di kepala Ayla.

"Allahulaa illaa haa illaa ...."

Pria itu merapalkan ayat kursi, menempelkan tangan kanannya pada ubun-ubun Ayla. Namun, tangannya langsung disentak oleh Ayla, membuat pria itu menatap horor ke arah istrinya.

"Setan, kan, lo? Ngapain masuk ke tubuh istri gue. Keluar lo!"

Ayla terisak memandang ke arah Calvin datar, membuat Calvin sedikit merinding.

"Setan jenis apa lo? Tuyul ya? Ambil aja duit gue, yang penting keluar dari tubuh Ayla."

"Ngapain, sih?" sentak Ayla.

Calvin mengusap dadanya terkejut. "Lo siapa?" tanyanya bodoh.

Ayla mengusap pipinya yang masih basah dengan air mata. "Ngapain di sini?"

"Ini rumah gue, terserah gue, lah! Lo yang ngapain masuk ke tubuh Ayla?"

"Ini aku, Ayla," ucap Ayla pelan.

"Hah? Nggak, nggak mungkin. Kalau setan, ya, setan aja nggak usah ngaku-ngaku jadi Ayla. Naksir lo sama gue, sampai masuk ke tubuh istri gue?"

Ayla mengambil bantal sofa memukulnya pada kepala Calvin, membuat pria itu meringis.

"Bar-bar banget lo setan."

"Aku Ayla!" ucap Ayla emosi.

Calvin mengerutkan kening bingung, menempelkan punggung tangannya pada dahi Ayla mencoba memastikan.

"Lo beneran Ayla?"

Ayla memutar bola mata malas, menatap mata Calvin yang kini juga tengah menatapnya. Mata itu, Ayla kembali meneteskan air mata membuat Calvin panik.

"Kenapa, Ay?"

Ayla sesenggukan, tak menghiraukan pertanyaan Calvin barusan.

"Lo kenapa? Siapa yang berani buat lo nangis?"

"Kamu."

"Hah? Gue?" beo Calvin menunjuk dirinya sendiri.

Calvin membawa tubuh Ayla kedekapanya. "Iya, gue salah. Gue minta maaf."

Lagi, Ayla mendorong tubuh Calvin, membuat pria itu terhuyung ke belakang.

"Enak banget kamu, minta maaf setelah apa yang kamu lakuin ke aku."

My Sweet Calvin [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang